Kasus Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman, Polisi Ungkap TKP Baru Pelaku Eksekusi Korban

Senin, 23 Juni 2025 - 16:21 WIB
loading...
Kasus Pembunuhan Berantai...
Polres Padang Pariaman menemukan TKP baru kasus pembunuhan berantai disertai mutilasi di Batang Anai dengan tersangka Satria Juanda alias Wanda alias Koyek. Foto/Rus Akbar
A A A
PADANG PARIAMAN - Proses pengembangan dan penyidikan intensif oleh Satreskrim Polres Padang Pariaman, Sumatera Barat dalam kasus pembunuhan berantai disertai mutilasi di Kecamatan Batang Anai telah membuahkan hasil signifikan. Polisi berhasil menemukan Tempat Kejadian Perkara (TKP) baru, yang diyakini sebagai lokasi utama pelaku memutilasi korban yang dilakukan tersangka Satria Juanda alias Wanda alias Koyek (25)

Menurut Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, Iptu AA Reggy, TKP baru yang telah ditetapkan ini adalah kantor di sebuah pabrik pembuatan bata beton di Kecamatan Batang Anai, tempat pelaku bekerja. "Tempat ini kantor tempat pelaku bekerja. Kita telah melakukan olah TKP di sana," ungkap Iptu Reggy, Senin (23/6/2025).

Baca juga: 5 Fakta Pembunuhan Berantai Mahasiswi di Padang Pariaman, Nomor 5 Pelaku Tak Disangka Sekeji Itu

Penemuan fakta ini secara telak menepis pernyataan awal pelaku yang menyebutkan bahwa ia mengeksekusi korban Dinda di semak-semak, belakang rumah orang tuanya.



"Diduga kuat di tempat ini pelaku melakukan aksinya," tegas Iptu Reggy.

Sebelumnya, kasus ini mulai terkuak setelah penemuan potongan tubuh seorang wanita Septia Adinda (25) pada Selasa (17/6). Dari pengembangan penemuan jasad serta keterangan saksi, pihak kepolisian berhasil mencium keberadaan pelaku dan meringkusnya pada Kamis (19/6) dini hari.

Dari interogasi awal, pelaku SJ mengakui telah menghabisi nyawa korban SA secara keji pada Minggu (15/6). Setelah itu, pelaku memutilasi jasad korban menjadi sepuluh bagian dan membuangnya ke dua titik berbeda di aliran Sungai Batang Anai.

Baca juga: Pelaku Mutilasi di Batang Anai Ditangkap, Mengaku Bunuh 3 Perempuan

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, menjelaskan motif pelaku. "Pelaku merasa sakit hati karena korban mengingkari membayar hutangnya. Pelaku akhirnya menghabisi dan memutilasi korban saat berada di rumahnya," ujarnya.

Pelaku, seorang sekuriti, menyebut perbuatannya murni karena rasa sakit hati akibat utang piutang sebesar Rp 3,5 juta dengan korban yang merupakan teman biasa.

Tak hanya itu dia juga membunuh dua perempuan pada Januari 2024 dan mayatnya dibuang ke sumur di belakang rumah pelaku.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
13 Potongan Tubuh Ditemukan...
13 Potongan Tubuh Ditemukan di Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Tragis, Balita 2 Tahun...
Tragis, Balita 2 Tahun Tewas dengan Luka Tusukan di Bekasi
Warga Negara Korsel...
Warga Negara Korsel Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bekasi, Diduga Dibunuh
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Rekomendasi
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Rahasia Mudah Booyah...
Rahasia Mudah Booyah di Free Fire, Ini 10 Tips dari Kreator Konten Falintino
Berita Terkini
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Roy Suryo Siapkan Saksi...
Roy Suryo Siapkan Saksi Buktikan Penangkapannya Tidak Sesuai Aturan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved