Densus 88 Antiteror Selidiki Ancaman Teror Bom di Pesawat Saudi Airlines
Sabtu, 21 Juni 2025 - 16:43 WIB
loading...
Densus 88 Antiteror Polri menyelidiki ancaman teror bom ke pesawat Saudi Airlines SV-5688 rute Jeddah-Muskat-Surabaya di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sabtu (21/6/2025). Foto/Wahyudi Aulia Siregar
A
A
A
JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri menyelidiki dugaan ancaman teror bom yang diterima pesawat Saudi Airlines SV-5688 rute Jeddah-Muskat-Surabaya di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatra Utara pada Sabtu (21/6/2025).
Pesawat terpaksa mendarat darurat dan sebanyak 376 jemaah haji yang diangkut akhirnya dievakuasi ke terminal kedatangan di Bandara Kualanamu.
Baca juga: Pengirim Teror Bom Pesawat Saudi Airlines Terdeteksi di India
"Kejadian tersebut saat ini masih dalam pendalaman oleh Tim Densus 88," kata Juru Bicara Densus 88, Mayndra Eka Wardhana saat dikonfirmasi, Sabtu (21/6/2025).
Eka menjelaskan informasi ancaman saat itu didapatkan dari AirNav Jakarta ke ATC Kuala Lumpur. Atas adanya informasi itu, ATC Kuala Lumpur pun meminta pilot untuk melakukan screening (pengecekan) atas pesawat
"ATC Kuala Lumpur menyampaikan kepada pilot lalu pilot meminta landing di Kualanamu untuk screening terhadap pesawat," ujar dia.
Kendati demikian, Eka tidak merinci terkait bentuk teror yang diterima. Eka meminta untuk mengonfirmasi kepada pihak bandara.
Baca juga: Pesawat Tujuan Indonesia Kembali Dapat Teror Bom, Mendarat Darurat di Kualanamu
"(Ancaman) Bisa dikonfirmasi ke bandara," tambah dia.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi membenarkan informasi tersebut. Kristomei menjelaskan teror bom pertama kali diterima oleh pilot Saudi Arabia.
"Sekitar pukul 08.55 WIB diperoleh informasi dari Airnav Kualanamu bahwa Pilot Saudi Arabia mendapatkan ancaman bom," ujar Kristomei saat dimintai keterangan, Sabtu (21/6/2025).
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menyampaikan langkah yang diambil setelah adanya teror tersebut, yaitu melakukan evakuasi terhadap para penumpang.
"Saat ini baru di koordinasikan dengan pihak bandara terkait evakuasi penumpang," ujarnya.
Sedangkan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menambahkan bahwa situasi saat ini, pihaknya sedang melakukan pengecekan pesawat.
"Lagi proses evakuasi penumpang dan pengecekan oleh tim jibom sat brimob Polda Sumut," kata Whisnu.
Sebelumnya, pesawat Saudi Airlines SV5276 rute Jeddah-Jakarta juga mendapatkan teror bom pada Selasa (17/6/2025). Hal itu membuat pilot mengalihkan pendaratan ke Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Pesawat terpaksa mendarat darurat dan sebanyak 376 jemaah haji yang diangkut akhirnya dievakuasi ke terminal kedatangan di Bandara Kualanamu.
Baca juga: Pengirim Teror Bom Pesawat Saudi Airlines Terdeteksi di India
"Kejadian tersebut saat ini masih dalam pendalaman oleh Tim Densus 88," kata Juru Bicara Densus 88, Mayndra Eka Wardhana saat dikonfirmasi, Sabtu (21/6/2025).
Eka menjelaskan informasi ancaman saat itu didapatkan dari AirNav Jakarta ke ATC Kuala Lumpur. Atas adanya informasi itu, ATC Kuala Lumpur pun meminta pilot untuk melakukan screening (pengecekan) atas pesawat
"ATC Kuala Lumpur menyampaikan kepada pilot lalu pilot meminta landing di Kualanamu untuk screening terhadap pesawat," ujar dia.
Kendati demikian, Eka tidak merinci terkait bentuk teror yang diterima. Eka meminta untuk mengonfirmasi kepada pihak bandara.
Baca juga: Pesawat Tujuan Indonesia Kembali Dapat Teror Bom, Mendarat Darurat di Kualanamu
"(Ancaman) Bisa dikonfirmasi ke bandara," tambah dia.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi membenarkan informasi tersebut. Kristomei menjelaskan teror bom pertama kali diterima oleh pilot Saudi Arabia.
"Sekitar pukul 08.55 WIB diperoleh informasi dari Airnav Kualanamu bahwa Pilot Saudi Arabia mendapatkan ancaman bom," ujar Kristomei saat dimintai keterangan, Sabtu (21/6/2025).
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menyampaikan langkah yang diambil setelah adanya teror tersebut, yaitu melakukan evakuasi terhadap para penumpang.
"Saat ini baru di koordinasikan dengan pihak bandara terkait evakuasi penumpang," ujarnya.
Sedangkan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menambahkan bahwa situasi saat ini, pihaknya sedang melakukan pengecekan pesawat.
"Lagi proses evakuasi penumpang dan pengecekan oleh tim jibom sat brimob Polda Sumut," kata Whisnu.
Sebelumnya, pesawat Saudi Airlines SV5276 rute Jeddah-Jakarta juga mendapatkan teror bom pada Selasa (17/6/2025). Hal itu membuat pilot mengalihkan pendaratan ke Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.
(shf)
Lihat Juga :