Traktat London Bikin Belanda Tak Sembarangan Caplok Aceh pada Abad 19

Jum'at, 20 Juni 2025 - 14:26 WIB
loading...
Traktat London Bikin...
Traktat London tahun 1824 ternyata menjadikan Aceh sebagai daerah yang berdaulat penuh. Penjajah Belanda hanya bisa menguasai sampai Sumatera. Foto: Dok SINDOnews
A A A
TRAKTAT London tahun 1824 ternyata menjadikan Aceh sebagai daerah yang berdaulat penuh. Penjajah Belanda hanya bisa menguasai sampai Sumatera.

Pada abad 19 Aceh memegang peranan penting dalam wilayah Nusantara karena lokasinya berada di ujung Pulau Sumatera. Aceh terletak di jalur lalu lintas perdagangan laut sekaligus Aceh adalah satu-satunya daerah yang masih berdaulat penuh.

Baca juga: Kisah Sentot, Anak Muda Panglima Perang Jawa Andalan Pangeran Diponegoro

Pada Traktat London 1824 kedaulatan Aceh dijamin baik oleh Belanda maupun Inggris sebagai negara penandatangan persetujuan tersebut.

Memang sejak lama pantai utara dan timur laut Pulau Sumatera menjadi tempat persinggahan kaum pedagang yang mengadakan perdagangan antara China dan India. Di Samudera Pasai misalnya, dengan pelabuhannya pada akhir abad ke-13 telah menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam ke Indonesia.

Kemudian, tahun 1511 Portugis berhasil menguasai bandar Malaka. Para pedagang Aceh khususnya mampu bertahan dan bersaing, bahkan mengembangkan kekuasaannya.

Selain Samudera Pasai, masih terdapat beberapa negara lain di Sumatera Utara pada waktu itu di antaranya Tamiang, Perlak, Daya, dan negara Aceh Darussalam yang berpusat di lembah Sungai Aceh.

Pusat negara Aceh meliputi wilayah yang disebut Aceh Besar dengan ibu kota yang dinamakan Banda Aceh Darussalam. Sultan Aceh berhasil memperluas dan memperkuat kekuasaannya berkat majunya perdagangan.

Tanpa kesukaran, penguasa daerah lainnya dapat ditundukkan sehingga mulai abad ke-16 semakin luas daerah kekuasaan Aceh Darussalam. Walaupun daerah dan negara yang ada di Sumatera Utara ini menyatakan tunduk kepada Aceh, mereka tetap bebas dan mempunyai otonomi yang sebesar-besarnya.

Kekuasaan Aceh semakin memuncak di bawah pimpinan Sultan Iskandar Muda yang memerintah tahun 1607-1636. Dia menguasai jalur pantai baik sebelah barat maupun sebelah timur dan pedagang dipaksa singgah di pelabuhan Aceh. Alhasil, kekayaan Sultan dari cukai barang dagangan semakin bertambah.

Menurut catatan seorang pedagang bangsa Prancis yang datang di Aceh pada tahun 1621, daerah-daerah yang berada di bawah pengaruh Aceh adalah Labo, Singkil, Barus, Batanghari, Pasaman, Tiku, Pariaman, Padang, serta Salida.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Listrik Padam, Aceh,...
Listrik Padam, Aceh, Sumut, Sumbar, dan Riau Blackout
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Perjuangan Teuku Feroz...
Perjuangan Teuku Feroz Bantu Anak Aceh Tembus Kampus Top Nasional
Rekomendasi
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Infografis
Rudal 9 Dey, Bikin Israel...
Rudal 9 Dey, Bikin Israel Tak Berani Asal Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved