Percepat Pembangunan Hunian Rakyat, Wamen PKP Kunjungi Pabrik Tatalogam di Bekasi
Rabu, 18 Juni 2025 - 21:42 WIB
loading...
Wamen PKP Fahri Hamzah melakukan kunjungan kerja ke pabrik Tatalogam Group di kawasan industri Cikarang, Bekasi. Foto/istimewa
A
A
A
BEKASI - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah melakukan kunjungan kerja ke pabrik Tatalogam Group di kawasan industri Cikarang, Bekasi. Kunjungan tersebut untuk melihat langsung proses produksi rumah prefabrikasi dan membahas potensi pengembangannya sebagai solusi percepatan penyediaan hunian rakyat.
Dalam kunjungannya, Wamen Fahri didampingi Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP Edward Abdurrahman, serta jajaran pejabat terkait.
Rombongan diterima oleh Komisaris Tatalogam Group, Wulani Wihardjono Rismono bersama dengan Direktur PT Tatalogam Lestari Stephanus Koeswandi dan jajaran manajemen PT Tatalogam Lestari dan PT Tata Metal Lestari, bagian dari Tatalogam Group.
Baca juga: Wamen PKP Fahri Hamzah Blak-blakan Backlog Perumahan di Indonesia Membengkak Jadi 15 Juta
Selain mengunjungi fasilitas produksi pelapisan baja galvalume dan galvanis serta roll forming atap dan profil baja ringan, Wamen Fahri Hamzah juga diajak untuk mengunjungi rumah instan Domus produksi PT Tatalogam Lestari.
“Saya lihat rumah yang disiapkan ini sudah sangat cocok untuk program percepatan pembangunan hunian rakyat,” ujarnya, Rabu (18/6/2025).
Baca juga: Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah, SIG Kolaborasi Bangun Perumahan di Bekasi
Fahri menyebut saat ini pemerintah melalui Kementerian PKP sedang mengejar target untuk percepatan penyediaan rumah layak huni di wilayah pesisir, perdesaan dan perkotaan. “Kami sedang menyiapkan pembangunan rumah sekitar 1 juta unit. Kita utamakan rumah vertikal,” tuturnya,
Menurut Fahri, dengan kondisi lahan yang terbatas, konsep hunian bertingkat yang murah, bisa cepat dibangun dan sehat menjadi salah satu pilihan untuk menyelesaikan isu pemukiman perkotaan. “Kita ingin perbaiki kawasan kumuh dan menata pinggiran kali,” tambahnya.
Direktur PT Tatalogam Lestari Stephanus Koeswandi menyampaikan apresiasinya atas kunjungan yang dilakukan oleh Wamen Fahri Hamzah beserta jajarannya. “Kami siap mendukung pemerintah untuk penyediaan hunian yang sesuai dengan standar teknis bangunan hunian tetap,” tegasnya.
Menurut Stephanus, pihaknya memiliki teknologi rumah prefabrikasi yang dapat dibangun dengan cepat, harga terjangkau, dan tahan gempa. Rumah dengan sistem modular berbasis baja ringan seperti produk Domus yang dikembangkan Tatalogam memiliki potensi besar untuk mendukung program nasional penyediaan 3 juta rumah. Dari kunjungan tersebut, dia berharap ada kolaborasi erat antara pemerintah dengan pelaku industri, termasuk dalam merancang pilot project nasional rumah hunian vertikal dari baja ringan.
“Kami harap ke depan ada pilot project pengembangan rumah beserta dengan pengujian teknis bersama antara Kementerian PKP, asosiasi, dan dunia usaha. Tanpa regulasi yang akomodatif, inovasi tidak akan berkembang secara optimal,” tegasnya.
Perlu diketahui, selain untuk hunian tetap, rumah Domus telah digunakan dalam sejumlah proyek rehabilitasi dan relokasi bencana oleh Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB). Perusahaan yang berdiri sejak 1994 ini telah membangun ribuan unit rumah tahan gempa di berbagai daerah antara lain Cianjur, Pasaman, Luwuk Utara, Konawe Utara, Mamuju dan Sumbawa.
Dalam kunjungannya, Wamen Fahri didampingi Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP Edward Abdurrahman, serta jajaran pejabat terkait.
Rombongan diterima oleh Komisaris Tatalogam Group, Wulani Wihardjono Rismono bersama dengan Direktur PT Tatalogam Lestari Stephanus Koeswandi dan jajaran manajemen PT Tatalogam Lestari dan PT Tata Metal Lestari, bagian dari Tatalogam Group.
Baca juga: Wamen PKP Fahri Hamzah Blak-blakan Backlog Perumahan di Indonesia Membengkak Jadi 15 Juta
Selain mengunjungi fasilitas produksi pelapisan baja galvalume dan galvanis serta roll forming atap dan profil baja ringan, Wamen Fahri Hamzah juga diajak untuk mengunjungi rumah instan Domus produksi PT Tatalogam Lestari.
“Saya lihat rumah yang disiapkan ini sudah sangat cocok untuk program percepatan pembangunan hunian rakyat,” ujarnya, Rabu (18/6/2025).
Baca juga: Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah, SIG Kolaborasi Bangun Perumahan di Bekasi
Fahri menyebut saat ini pemerintah melalui Kementerian PKP sedang mengejar target untuk percepatan penyediaan rumah layak huni di wilayah pesisir, perdesaan dan perkotaan. “Kami sedang menyiapkan pembangunan rumah sekitar 1 juta unit. Kita utamakan rumah vertikal,” tuturnya,
Menurut Fahri, dengan kondisi lahan yang terbatas, konsep hunian bertingkat yang murah, bisa cepat dibangun dan sehat menjadi salah satu pilihan untuk menyelesaikan isu pemukiman perkotaan. “Kita ingin perbaiki kawasan kumuh dan menata pinggiran kali,” tambahnya.
Direktur PT Tatalogam Lestari Stephanus Koeswandi menyampaikan apresiasinya atas kunjungan yang dilakukan oleh Wamen Fahri Hamzah beserta jajarannya. “Kami siap mendukung pemerintah untuk penyediaan hunian yang sesuai dengan standar teknis bangunan hunian tetap,” tegasnya.
Menurut Stephanus, pihaknya memiliki teknologi rumah prefabrikasi yang dapat dibangun dengan cepat, harga terjangkau, dan tahan gempa. Rumah dengan sistem modular berbasis baja ringan seperti produk Domus yang dikembangkan Tatalogam memiliki potensi besar untuk mendukung program nasional penyediaan 3 juta rumah. Dari kunjungan tersebut, dia berharap ada kolaborasi erat antara pemerintah dengan pelaku industri, termasuk dalam merancang pilot project nasional rumah hunian vertikal dari baja ringan.
“Kami harap ke depan ada pilot project pengembangan rumah beserta dengan pengujian teknis bersama antara Kementerian PKP, asosiasi, dan dunia usaha. Tanpa regulasi yang akomodatif, inovasi tidak akan berkembang secara optimal,” tegasnya.
Perlu diketahui, selain untuk hunian tetap, rumah Domus telah digunakan dalam sejumlah proyek rehabilitasi dan relokasi bencana oleh Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB). Perusahaan yang berdiri sejak 1994 ini telah membangun ribuan unit rumah tahan gempa di berbagai daerah antara lain Cianjur, Pasaman, Luwuk Utara, Konawe Utara, Mamuju dan Sumbawa.
(cip)
Lihat Juga :