Profil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Menolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumatera Utara
Minggu, 15 Juni 2025 - 17:02 WIB
loading...
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menjadi sorotan setelah dengan tegas menolak empat pulau di Aceh masuk ke wilayah Sumatera Utara. Foto/iNews TV/Tatang ZP
A
A
A
JAKARTA - SOSOK Muzakir Manaf yang saat ini menjabat Gubernur Aceh periode 2025-2030 menjadi sorotan setelah dengan tegas menolak empat pulau di Aceh masuk ke wilayah Sumatera Utara. Keempat pulau yang menjadi sengketa tersebut yakni Pulau Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, dan Panjang.
Berdasarkan data dari berbagai sumber, Muzakir memiliki rekam jejak yang panjang dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh. Pria kelahiran 6 April 1964 yang akrab disapa Mualem ini merupakan mantan pemimpin gerilyawan atau Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Baca juga: Tegaskan 4 Pulau Milik Aceh, Gubernur Muzakir: Kami Punya Alasan dan Bukti Kuat!
Mualem menjadi Panglima GAM pada 2002 setelah gugurnya Abdullah Syafi'i, Panglima GAM sebelumnya pada 22 Februari 2002. Sebelum menjadi pucuk pimpinan GAM, Mualem pada 1984 pernah menempuh pendidikan di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Dua tahun setelahnya, Muzakir yang sudah bergabung dengan GAM memutuskan pergi ke Libya untuk mendapatkan pelatihan tempur bersama sejumlah kombatan GAM lainnya.
Hingga akhirnya setelah pulang ke Aceh, dia menjadi Panglima GAM menggantikan almarhum Abdullah Syafi'i. Pria bercambang ini sebagai pucuk pimpinan GAM tentunya kenyang pengalaman di bidang medan tempur, dan jago taktik dan strategi pertempuran kala itu.
Setelah kesepakatan Helsinki yang menjadi tonggak perdamaian di Aceh, GAM kemudian membubarkan Tentara Negara Aceh pada 27 Desember 2005. Selepas itu, Muzakir pun tak lagi menjadi Panglima GAM.
Baca juga: Prabowo Turun Tangan Atasi Polemik 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Muzakir kemudian menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh pada 28 Desember 2025. Kemudian setelah perdamaian Aceh terwujud, dia mendirikan Partai Gerakan Aceh Mandiri pada 2007. Partai ini kemudian berganti nama menjadi Partai Aceh.
Selepas tak aktif menjadi Panglima GAM, karier politik Muzakir cukup moncer. Pada 2012 dia terpilih menjadi Wakil Gubernur Aceh mendampingi Guberbur Aceh Zaini Abdullah.
Lima tahun berselang, Muzakir maju dalam Pemilihan Gubernur Aceh pada 2017. Namun, kali ini dia harus mengakui kemenangan rivalnya yang juga tokoh GAM, Irwandi Yusuf. Pada Pilkada saat itu Irwandi terpilih menjadi Gubernur Aceh.
Hingga pada Pilkada Aceh 2024 lalu, Muzakir yang berpasangan dengan Fadhlullah menang dan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih. Keduanya dilantik oleh Mendagri Tito Karnavian di Gegung DPR Aceh pada Rabu, 12 Februari 2025.
Di kalangan kombatan GAM, Muzakir sangat disegani. Bahkan konon Din Minimi, salah satu komandan GAM yang tersisa kala itu menolak dibawa ke Banda Aceh atau Jakarta jika tanpa didampingi Muzakir.
Berdasarkan data dari berbagai sumber, Muzakir memiliki rekam jejak yang panjang dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh. Pria kelahiran 6 April 1964 yang akrab disapa Mualem ini merupakan mantan pemimpin gerilyawan atau Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Baca juga: Tegaskan 4 Pulau Milik Aceh, Gubernur Muzakir: Kami Punya Alasan dan Bukti Kuat!
Mualem menjadi Panglima GAM pada 2002 setelah gugurnya Abdullah Syafi'i, Panglima GAM sebelumnya pada 22 Februari 2002. Sebelum menjadi pucuk pimpinan GAM, Mualem pada 1984 pernah menempuh pendidikan di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Dua tahun setelahnya, Muzakir yang sudah bergabung dengan GAM memutuskan pergi ke Libya untuk mendapatkan pelatihan tempur bersama sejumlah kombatan GAM lainnya.
Hingga akhirnya setelah pulang ke Aceh, dia menjadi Panglima GAM menggantikan almarhum Abdullah Syafi'i. Pria bercambang ini sebagai pucuk pimpinan GAM tentunya kenyang pengalaman di bidang medan tempur, dan jago taktik dan strategi pertempuran kala itu.
Setelah kesepakatan Helsinki yang menjadi tonggak perdamaian di Aceh, GAM kemudian membubarkan Tentara Negara Aceh pada 27 Desember 2005. Selepas itu, Muzakir pun tak lagi menjadi Panglima GAM.
Baca juga: Prabowo Turun Tangan Atasi Polemik 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Muzakir kemudian menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh pada 28 Desember 2025. Kemudian setelah perdamaian Aceh terwujud, dia mendirikan Partai Gerakan Aceh Mandiri pada 2007. Partai ini kemudian berganti nama menjadi Partai Aceh.
Selepas tak aktif menjadi Panglima GAM, karier politik Muzakir cukup moncer. Pada 2012 dia terpilih menjadi Wakil Gubernur Aceh mendampingi Guberbur Aceh Zaini Abdullah.
Lima tahun berselang, Muzakir maju dalam Pemilihan Gubernur Aceh pada 2017. Namun, kali ini dia harus mengakui kemenangan rivalnya yang juga tokoh GAM, Irwandi Yusuf. Pada Pilkada saat itu Irwandi terpilih menjadi Gubernur Aceh.
Hingga pada Pilkada Aceh 2024 lalu, Muzakir yang berpasangan dengan Fadhlullah menang dan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih. Keduanya dilantik oleh Mendagri Tito Karnavian di Gegung DPR Aceh pada Rabu, 12 Februari 2025.
Di kalangan kombatan GAM, Muzakir sangat disegani. Bahkan konon Din Minimi, salah satu komandan GAM yang tersisa kala itu menolak dibawa ke Banda Aceh atau Jakarta jika tanpa didampingi Muzakir.
(shf)
Lihat Juga :