Ada Pemasangan Trek Baru, Perlintasan Kereta Api Stasiun Bekasi Ditutup 10 Hari

Selasa, 08 September 2020 - 16:47 WIB
loading...
Ada Pemasangan Trek...
Pemkot Bekasi bakal melakukan penutupan perlintasan kereta api di KM 26+702 di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara, Kota Bekasi.Foto/SINDOnews/Abdullah M Surjaya
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal melakukan penutupan perlintasan kereta api di KM 26+702 di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Rencananya, penutupan dilakukan selama 10 hari mulai Rabu, September hingga Sabtu, 19 September 2020 mendatang.

Kabid Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Teguh Indrianto membenarkan penutupan perlintasan Jalan Perjuangan yang berada disamping Stasiun Bekasi ."Iya benar ditutup selama 10 hari, kami sedang menyiapkan dua skema rekayasa lalu lintas," kata Indrianto kepada wartawan Selasa (8/9/2020).

Menurut dia, penutupan sementara perlintasan tersebut sehubungan dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan pembangunan fasilitas perkeretaapian untuk Bekasi hingga Cikarang di area Stasiun Bekasi untuk kepentingan pembangunan Double Double Track (DDT).

Sehingga, kata dia, Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan melaksanakan pemasangan track baru sisi selatan Stasiun Bekasi di area perlintasan jalan kereta api KM 26+702 Jalan Perjuangan (JPL78) di wilayah Kecamatan Bekasi Utara.

"Kami masih melakukan kordinasi dengan pihak kepolisian maupun kementerian terkait skema rekayasa lalu lintas dilokasi penutupan tersebut," ujarnya. Untuk skema pertama, pemerintah melakukan penutupan secara total di lokasi perlintasan tersebut. (Baca: DKI Dapat Bantuan Seribuan Tenaga Medis, Anies: Terima Kasih Sudah Datang ke Jakarta)

Kedua, pemerintah melakukan skema buka tutup atau contra flow di lokasi perlintasan tersebut. Meski demikian, pihaknya hingga kini masih merumuskan mana skema yang pas untuk penutupan perlintasan yang mana akses warga dari Selatan ke Utara tersebut.

Teguh menambahkan, pihaknya akan menerjunkan tiga shift dengan jumlah anggota setiap shift-nya 16 orang untuk melakukan penjagaan selama 24 jam di lokasi tersebut. Untuk diketahui, jalur ini biasa digunakan masyarakat menuju wilayah Bekasi Utara sampai dengan Babelan. Paling potensi pengalihan arus lalu lintas bisa dilakukan via Summarecon maupun Jalan KH Agus Salim. Untuk kendaraan besar bisa menggunakan jalur Alexindo, Bekasi Barat.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Rekomendasi
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
Berita Terkini
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Mahasiswa Bakal Demo...
Mahasiswa Bakal Demo di 3 Titik Jakarta, Rekayasa Lalin Diberlakukan Situasional
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved