FKS Food Sejahtera Tanam Pohon Langka untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati
Jum'at, 13 Juni 2025 - 19:21 WIB
loading...
PT FKS Food Sejahtera Tbk menggelar kegiatan penanaman pohon langka dalam rangka mendukung konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasionalnya. Foto/Istimewa
A
A
A
SRAGEN - PT FKS Food Sejahtera Tbk (FKS FS), sebagai salah unit bisnis dari FKS Group yang fokus pada makanan dasar dan makanan siap saji menggelar kegiatan penanaman pohon langka dalam rangka mendukung konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasionalnya. Kegiatan itu digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Unit 5 Sragen, Jawa Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Konservasi Ex-situ Tanaman Langka, sekaligus bentuk nyata implementasi pilar lingkungan dalam strategi ESG (Environmental, Social, and Governance). Keanekaragaman hayati memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan global.
Menurut Laporan Global Assessment dari Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) tahun 2019, satu juta spesies tumbuhan dan hewan terancam punah akibat aktivitas manusia. Bahkan, laporan Bappenas pada 2022 menyebutkan bahwa Indonesia telah kehilangan sekitar 40% tutupan hutan alami di luar kawasan konservasi sejak 1950, yang berdampak pada hilangnya habitat bagi spesies endemik.
![FKS Food Sejahtera Tanam Pohon Langka untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati]()
Baca juga: Kemendikbudristek dan FKS Group Komitmen Dorong Pengembangan SDM di Sektor Logistik
“Melestarikan keanekaragaman hayati bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Kami percaya bahwa pelaku industri juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga lingkungan. Melalui penanaman pohon langka ini, kami ingin berkontribusi nyata dalam konservasi spesies yang semakin sulit ditemukan di habitat alaminya,” ujar Direktur Utama FKS Food Sejahtera Gerry Mustika, Jumat (13/6/2025).
Penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari upaya FKS Food Sejahtera untuk menciptakan ruang hijau yang berfungsi sebagai kawasan konservasi, edukasi, sekaligus mitigasi perubahan iklim. Selain pohon-pohon endemik dan langka, perusahaan juga merancang pengelolaan jangka panjang yang melibatkan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dari program SABUK (Sarana Air Bersih untuk Komunal), inisiatif FKS Foundation dalam penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor dan sistem distribusi air bagi masyarakat yang kekurangan terhadap akses air bersih. Program ini telah memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 800 kepala keluarga, terutama di daerah dengan infrastruktur terbatas di wilayah Sragen.
“Keberlanjutan bagi kami berarti memberikan dampak positif secara menyeluruh, baik bagi lingkungan maupun masyarakat. Penanaman pohon langka dan program SABUK menjadi dua sisi dari komitmen kami dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dan berdaya,” kata Gerry.
Melalui langkah-langkah konkret ini, FKS berharap dapat berkontribusi tidak hanya terhadap pencapaian PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tetapi juga terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), terutama poin ke-15: Life on Land. FKS berkomitmen untuk terus mengembangkan program berbasis lingkungan dan sosial yang relevan, terukur, dan berdampak nyata.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Konservasi Ex-situ Tanaman Langka, sekaligus bentuk nyata implementasi pilar lingkungan dalam strategi ESG (Environmental, Social, and Governance). Keanekaragaman hayati memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan global.
Menurut Laporan Global Assessment dari Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) tahun 2019, satu juta spesies tumbuhan dan hewan terancam punah akibat aktivitas manusia. Bahkan, laporan Bappenas pada 2022 menyebutkan bahwa Indonesia telah kehilangan sekitar 40% tutupan hutan alami di luar kawasan konservasi sejak 1950, yang berdampak pada hilangnya habitat bagi spesies endemik.
.jpg)
Baca juga: Kemendikbudristek dan FKS Group Komitmen Dorong Pengembangan SDM di Sektor Logistik
“Melestarikan keanekaragaman hayati bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Kami percaya bahwa pelaku industri juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga lingkungan. Melalui penanaman pohon langka ini, kami ingin berkontribusi nyata dalam konservasi spesies yang semakin sulit ditemukan di habitat alaminya,” ujar Direktur Utama FKS Food Sejahtera Gerry Mustika, Jumat (13/6/2025).
Penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari upaya FKS Food Sejahtera untuk menciptakan ruang hijau yang berfungsi sebagai kawasan konservasi, edukasi, sekaligus mitigasi perubahan iklim. Selain pohon-pohon endemik dan langka, perusahaan juga merancang pengelolaan jangka panjang yang melibatkan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dari program SABUK (Sarana Air Bersih untuk Komunal), inisiatif FKS Foundation dalam penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor dan sistem distribusi air bagi masyarakat yang kekurangan terhadap akses air bersih. Program ini telah memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 800 kepala keluarga, terutama di daerah dengan infrastruktur terbatas di wilayah Sragen.
“Keberlanjutan bagi kami berarti memberikan dampak positif secara menyeluruh, baik bagi lingkungan maupun masyarakat. Penanaman pohon langka dan program SABUK menjadi dua sisi dari komitmen kami dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dan berdaya,” kata Gerry.
Melalui langkah-langkah konkret ini, FKS berharap dapat berkontribusi tidak hanya terhadap pencapaian PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tetapi juga terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), terutama poin ke-15: Life on Land. FKS berkomitmen untuk terus mengembangkan program berbasis lingkungan dan sosial yang relevan, terukur, dan berdampak nyata.
(rca)
Lihat Juga :