ChildFund International Jalankan Program Percepatan Penurunan Stunting di Kupang-Sumba Barat Daya
Kamis, 12 Juni 2025 - 18:24 WIB
loading...
ChildFund International di Indonesia mendukung upaya pemerintah menurunkan stunting melalui program berbasis masyarakat. Foto: Ist
A
A
A
KUPANG - ChildFund International di Indonesia mendukung upaya pemerintah menurunkan stunting melalui program berbasis masyarakat. Program Percepatan Penurunan Stunting atau Acceleration of Stunting Rejection Program (ASRP) ini sukses menurunkan angka stunting di beberapa wilayah di Kota Bogor dari 35,9% menjadi 28,6%.
Hal ini disampaikan Siti Aisah, Health Specialist ChildFund International di Indonesia dalam kegiatan diseminasi capaian ASRP yang berlangsung di Kupang, Rabu, 11 Juni 2025.
ASRP yang dirilis pada tahun 2022 merupakan kelanjutan dari keberhasilan inisiatif sebelumnya yaitu Bapak Ibu Anak Tangguh Kota Bogor (Batagor) di Bogor dari tahun 2020-2021.
Baca juga: Cara PTTEP, Pemprov NTT, dan Pemkab Kupang Cegah Stunting
"Program ini bertujuan menurunkan prevalensi stunting dan isu malnutrisi lainnya dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal utama, termasuk TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting), Bapperida, Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah daerah, dan relawan masyarakat terlatih," ujar Icha, panggilan akrab Siti Aisah.
ASRP berfokus pada optimalisasi 1.000 hari pertama kehidupan bagi anak usia 0–23 bulan di wilayah perkotaan dan perdesaan, salah satunya di Kota Bogor. Program ini mempromosikan pengasuhan yang responsif, peningkatan gizi anak dan perubahan perilaku berkelanjutan di tingkat masyarakat.
“ASRP berkontribusi pada penurunan angka stunting dari dari 35,9% menjadi 28,6%. Program ini juga membantu penurunan gizi buruk berat dari 9,4% menjadi 3,2% dan gizi buruk dari 26,6% menjadi 12,7%. Sementara angka anak dengan berat badan sangat kurang menurun dari 21,9% menjadi 14,3%,” kata Pimpinan Yayasan Warga Upadaya FE Eriyanto, mitra inti ChildFund International di wilayah Bogor.
Pencapaian ini menunjukkan dampak pendekatan berbasis masyarakat yang berakar pada konteks dan kemitraan lokal.
Program ini sudah mendapat pengakuan dari Pemkot Bogor. "Program ini memberikan tiga hal kepada masyarakat. Pertama, edukasi terhadap pola asuh kepada anak, pengetahuan gizi bagi keluarga dan memberikan gambaran terkait pengembangan upaya penurunan stunting," kata Kepala Bapperida Kota Bogor Rudy Mashudi.
Kesuksesan program ini mendorong ChildFund International di Indonesia menggagas replikasi program di Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Yayasan Masyarakat Cita Madani sebagai mitra inti.
Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya. “Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin keberlanjutan program ini, mulai dari keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, puskesmas, Bapperida, Dinas Kesehatan, DP3A, dan pihak terkait lainnya,” ujar Pimpinan Yayasan Cita Masyarakat Madani Silvester Seno.
Hal ini disampaikan Siti Aisah, Health Specialist ChildFund International di Indonesia dalam kegiatan diseminasi capaian ASRP yang berlangsung di Kupang, Rabu, 11 Juni 2025.
ASRP yang dirilis pada tahun 2022 merupakan kelanjutan dari keberhasilan inisiatif sebelumnya yaitu Bapak Ibu Anak Tangguh Kota Bogor (Batagor) di Bogor dari tahun 2020-2021.
Baca juga: Cara PTTEP, Pemprov NTT, dan Pemkab Kupang Cegah Stunting
"Program ini bertujuan menurunkan prevalensi stunting dan isu malnutrisi lainnya dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal utama, termasuk TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting), Bapperida, Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah daerah, dan relawan masyarakat terlatih," ujar Icha, panggilan akrab Siti Aisah.
ASRP berfokus pada optimalisasi 1.000 hari pertama kehidupan bagi anak usia 0–23 bulan di wilayah perkotaan dan perdesaan, salah satunya di Kota Bogor. Program ini mempromosikan pengasuhan yang responsif, peningkatan gizi anak dan perubahan perilaku berkelanjutan di tingkat masyarakat.
“ASRP berkontribusi pada penurunan angka stunting dari dari 35,9% menjadi 28,6%. Program ini juga membantu penurunan gizi buruk berat dari 9,4% menjadi 3,2% dan gizi buruk dari 26,6% menjadi 12,7%. Sementara angka anak dengan berat badan sangat kurang menurun dari 21,9% menjadi 14,3%,” kata Pimpinan Yayasan Warga Upadaya FE Eriyanto, mitra inti ChildFund International di wilayah Bogor.
Pencapaian ini menunjukkan dampak pendekatan berbasis masyarakat yang berakar pada konteks dan kemitraan lokal.
Program ini sudah mendapat pengakuan dari Pemkot Bogor. "Program ini memberikan tiga hal kepada masyarakat. Pertama, edukasi terhadap pola asuh kepada anak, pengetahuan gizi bagi keluarga dan memberikan gambaran terkait pengembangan upaya penurunan stunting," kata Kepala Bapperida Kota Bogor Rudy Mashudi.
Kesuksesan program ini mendorong ChildFund International di Indonesia menggagas replikasi program di Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Yayasan Masyarakat Cita Madani sebagai mitra inti.
Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya. “Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin keberlanjutan program ini, mulai dari keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, puskesmas, Bapperida, Dinas Kesehatan, DP3A, dan pihak terkait lainnya,” ujar Pimpinan Yayasan Cita Masyarakat Madani Silvester Seno.
(jon)
Lihat Juga :