Kronologi Perang Bubat, Hendak Menikahkan Anak Raja Berakhir dengan Peperangan Berdarah Sunda-Majapahit

Senin, 09 Juni 2025 - 07:57 WIB
loading...
Kronologi Perang Bubat,...
Kerajaan Sunda akhirnya mendatangi Majapahit untuk mengantarkan anak raja menikahi Hayam Wuruk. Foto/SindoNews
A A A
SEMARANG - Kerajaan Sunda akhirnya mendatangi Majapahit untuk mengantarkan anak raja menikahi Hayam Wuruk. Ajakan dari Gajah Mada membuat keluarga calon mempelai perempuan justru yang mendatangi calon mempelai pria. Kedatangan rombongan Sunda ini juga diiringi oleh Raja Maharaja Linggabuana Wisesa, istri, dan pejabat tinggi istana.

Pada waktu yang telah diputuskan, Prabu Maharaja Linggabuana Wisesa beserta permaisuri dan beberapa bangsawan istana Sunda berangkat ke Majapahit untuk mengantarkan Dyah Pitaloka dan sekaligus melangsungkan pesta perkawinan di Ibu Kota Majapahit.

Rombongan yang bermaksud menikahkan putri cantik raja membuat tak banyak pasukan Prabu Maharaja Linggabuana Wisesa yang ikut. Perjalanan jauh akan mereka tempuh dari Galuh menuju Ibu Kota Majapahit yang ada di Trowulan.

Baca juga: Strategi demi Persaudaraan Hasutan Gajah Mada Berujung Tewasnya Raja Sunda dan Pejabatnya

Ratusan rakyat mengantar sang putri beserta raja dan punggawa menuju pantai. Sesampai di pantai, mereka menyaksikan laut berwarna merah darah yang melambangkan bahwa rombongan itu tidak bakal kembali ke negeri kelahirannya. Namun perlambang itu tidak dihiraukan oleh Linggabuanawisesa dan rombongannya, dikutip dari Hitam Putih Gajah Mada".

Dari beberapa sumber referensi sejarah terungkap pernikahan itu dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan yang sekian lama putus antara Majapahit dengan Sunda. Mengingat Dyah Wijaya yang menjadi pendiri Kerajaan Majapahit dianggap sebagai keturunan Rakeyan Jayadarma atau Raja Sunda. Hal ini pula tercatat dalam Pustaka Rajyatajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 3.

Baca juga: 20 Pati Bintang Satu TNI AL Dimutasi, 4 di Antaranya dari Pasukan Elite Marinir

Sesudah rombongan Sunda sampai di Pesanggrahan Bubat, datanglah utusan Gajah Mada yang menyampaikan maksud Gajah Mada agar Dyah Pitaloka Citraresmi diserahkan ke Kerajaan Majapahit sebagai tanda takluk Sunda terhadap Majapahit. Prabu Maharaja Linggabuanawisesa merasa harga dirinya terinjak-injak dengan perlakuan Gajah Mada itu.

Namun sebagai seorang pemimpin yang arif, Linggabuanawisesa tidak bertindak gegabah untuk serta merta mengadakan perlawanan di tempat itu. Akan tetapi, kearifan hati Linggabuanawisesa tidak diikuti oleh seluruh anak buahnya. Dalam situasi demikian, rombongan dari Sunda merasa dilecehkan.

Karenanya, rombongan dari Sunda itu mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka sebagai pengantin, bukan sebagai tanda takluk Sunda atas superioritas Majapahit. Menurut Kidung Sunda, Hayam Wuruk disebutkan bimbang atas permasalahan itu, mengingat Gajah Mada adalah Patih yang sangat diandalkan.

Terjadilah kemudian insiden antara utusan Prabu Maharaja Linggabuanawisesa dengan Gajah Mada. Perselisihan berakhir dengan dicaci-makinya Gajah Mada oleh utusan Kerajaan Sunda, yang terkejut bahwa kedatangan mereka sekadar untuk menyerahkan tanda takluk atau mengakui superioritas Majapahit, dan bukan karena undangan sebelumnya.

Para pemimpin yang terdiri dari Larang Agung, Tuan Sohan, Tuan Gempong, Panji Melong, orang Pangulu, orang saya, Rangga Kaweni, Orang Siring, Sutrajali dan Jagatsaya naik pitam ketika mengetahui niat Gajah Mada itu. Akhirnya mereka melakukan perlawanan terhadap pasukan Majapahit.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Polisi Usut Penyandang...
Polisi Usut Penyandang Dana hingga Penyewa Gedung Hayam Wuruk yang Jadi Markas Judi Online
Sindikat Judi Online...
Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk Sudah Beroperasi 2 Bulan, Sewa Kantor untuk Setahun
Rekomendasi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved