Sri Mulyani dan Sjafrie Sjamsoeddin Pakai Rompi Antipeluru di Daerah Rawan Konflik Papua
Minggu, 08 Juni 2025 - 10:42 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Papua, Sabtu (7/6/2025). Foto/Kementerian Pertahanan
A
A
A
PAPUA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Papua , Sabtu (7/6/2025). Keduanya mengawali kunjungan ke Papua di Bandara Timika dan melanjutkan penerbangan menuju Bandara Kenyam.
Setibanya di Kenyam, rombongan langsung menuju Pos Komando Taktis (Poskotis) Yonif 733/Masariku untuk meninjau secara langsung situasi dan kondisi di lapangan di wilayah tersebut. Setelah itu, rombongan menuju Nduga yang juga merupakan kunjungan yang pertama untuk Menteri Keuangan ke daerah rawan konflik di Nduga, Papua.
Di sana, keduanya berinteraksi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten (Forkopimkab) Nduga serta masyarakat setempat. "Ini pertama kali saya di Nduga," ujar Sri Mulyani dalam video yang diterima iNews Media Group, Minggu (8/6/2025).
Baca juga: Respons Situasi di Papua Tengah, Menteri HAM Gelar Pertemuan Terbatas dengan Gubernur, Bupati, dan DPRD
Selama kegiatan kunjungan ke Kenyam, kedua menteri bersama delegasi dari Kemhan dan Kemkeu mengenakan rompi antipeluru karena memang daerah tersebut termasuk daerah berisiko tinggi di Papua. Kunjungan dua menteri tersebut dalam rangka memastikan sinergi antara pertahanan negara dan kekuatan keuangan negara dalam mendukung stabilitas nasional.
Hal tersebut merefleksikan pandangan strategis pemerintah bahwa pertahanan negara harus selaras dengan keuangan negara karena keduanya saling beririsan. Pertahanan negara membutuhkan dukungan keuangan negara untuk mewujudkannya.
Demikian pula sebaliknya, dengan pertahanan yang kuat akan mendukung perekonomian sehingga menguatkan keuangan negara. "Tentu dengan melihat sendiri kita sekarang bisa memahami secara lebih baik situasi yang dihadapi," kata Sri Mulyani.
Setibanya di Kenyam, rombongan langsung menuju Pos Komando Taktis (Poskotis) Yonif 733/Masariku untuk meninjau secara langsung situasi dan kondisi di lapangan di wilayah tersebut. Setelah itu, rombongan menuju Nduga yang juga merupakan kunjungan yang pertama untuk Menteri Keuangan ke daerah rawan konflik di Nduga, Papua.
Di sana, keduanya berinteraksi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten (Forkopimkab) Nduga serta masyarakat setempat. "Ini pertama kali saya di Nduga," ujar Sri Mulyani dalam video yang diterima iNews Media Group, Minggu (8/6/2025).

Baca juga: Respons Situasi di Papua Tengah, Menteri HAM Gelar Pertemuan Terbatas dengan Gubernur, Bupati, dan DPRD
Selama kegiatan kunjungan ke Kenyam, kedua menteri bersama delegasi dari Kemhan dan Kemkeu mengenakan rompi antipeluru karena memang daerah tersebut termasuk daerah berisiko tinggi di Papua. Kunjungan dua menteri tersebut dalam rangka memastikan sinergi antara pertahanan negara dan kekuatan keuangan negara dalam mendukung stabilitas nasional.
Hal tersebut merefleksikan pandangan strategis pemerintah bahwa pertahanan negara harus selaras dengan keuangan negara karena keduanya saling beririsan. Pertahanan negara membutuhkan dukungan keuangan negara untuk mewujudkannya.
Demikian pula sebaliknya, dengan pertahanan yang kuat akan mendukung perekonomian sehingga menguatkan keuangan negara. "Tentu dengan melihat sendiri kita sekarang bisa memahami secara lebih baik situasi yang dihadapi," kata Sri Mulyani.
(rca)
Lihat Juga :