Musala Baitul Rohman Kampung Rawa Indah Berdiri Kokoh Ketika Bangunan Sekitarnya Hancur Akibat Kebakaran
Sabtu, 07 Juni 2025 - 15:33 WIB
loading...
Musala Baitul Rohman masih kokoh berdiri ketika semua bangunan rumah warga di Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, hancur akibat amukan si Jago Merah pada Jumat (7/6/2025). Foto/Danandaya
A
A
A
JAKARTA - Musala Baitul Rohman masih kokoh berdiri ketika semua bangunan rumah warga di Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara , Penjaringan, Jakarta Utara, hancur akibat amukan si Jago Merah pada Jumat (7/6/2025). Tembok musala tak hancur meski menimbulkan bekas kebakaran berwarna hitam.
Marbot Musala Baitul Rohman Samsudin menceritakan bahwa saat kejadian kebakaran dirinya sedang berada di masjid untuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Namun baru selesai menunaikan salat sunah, dia mendengar permukiman dilanda kebakaran.
"Kejadian, lagi salat Jumat, Lagi salat sunah, sudah salat sunah terus duduk, terjadi itu kebakaran," ujar Samsudin saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/6/2025).
Baca juga: Pascakebakaran Kampung Rawa Indah, Warga Cari Sisa Barang Berharga
Mengetahui kebakaran tersebut, dia langsung meninggalkan masjid untuk mengevakuasi barang berharganya di rumah yang berada di samping Musala Baitul Rohman. Namun barang miliknya tak semuanya berhasil dievakuasi.
"Udah enggak keburu, TV, pakaian, kulkas yang baru ludes. Surat-surat kaya KK, KTP yang kebawa, barang anak sekolah," ujarnya.
Rumah tinggalnya pun hangus terbakar karena dibangun dari kayu lapis alias tripleks. Sedangkan Musala Baitul Rohman tak hancur karena dibangun menggunakan hebel.
"Ya hancur rumah saya karena tripleks. Kalau Musala, ini termasuk plesteran bagus ya, udah di plaster di tambel lagi jadi kokoh," ujarnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji mencatat 500 rumah hangus terbakar akibat musibah itu.
"Kebakaran menghanguskan kurang lebih 500 unit rumah semi permanen yang berada di kawasan padat tersebut. Selain itu, 3 unit lapak warung serta 1 unit gudang turut terdampak dalam kejadian ini," kata Isnawa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/6/2025).
Meski tak menimbulkan korban jiwa, dampak kebakaran ini mengharuskan 2.000 orang mengungsi. "Jumlah pengungsi sementara tercatat sebanyak kurang lebih 400 kepala keluarga atau sekitar 2.000 jiwa," lanjutnya.
Marbot Musala Baitul Rohman Samsudin menceritakan bahwa saat kejadian kebakaran dirinya sedang berada di masjid untuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Namun baru selesai menunaikan salat sunah, dia mendengar permukiman dilanda kebakaran.
"Kejadian, lagi salat Jumat, Lagi salat sunah, sudah salat sunah terus duduk, terjadi itu kebakaran," ujar Samsudin saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/6/2025).
Baca juga: Pascakebakaran Kampung Rawa Indah, Warga Cari Sisa Barang Berharga
Mengetahui kebakaran tersebut, dia langsung meninggalkan masjid untuk mengevakuasi barang berharganya di rumah yang berada di samping Musala Baitul Rohman. Namun barang miliknya tak semuanya berhasil dievakuasi.
"Udah enggak keburu, TV, pakaian, kulkas yang baru ludes. Surat-surat kaya KK, KTP yang kebawa, barang anak sekolah," ujarnya.
Rumah tinggalnya pun hangus terbakar karena dibangun dari kayu lapis alias tripleks. Sedangkan Musala Baitul Rohman tak hancur karena dibangun menggunakan hebel.
"Ya hancur rumah saya karena tripleks. Kalau Musala, ini termasuk plesteran bagus ya, udah di plaster di tambel lagi jadi kokoh," ujarnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji mencatat 500 rumah hangus terbakar akibat musibah itu.
"Kebakaran menghanguskan kurang lebih 500 unit rumah semi permanen yang berada di kawasan padat tersebut. Selain itu, 3 unit lapak warung serta 1 unit gudang turut terdampak dalam kejadian ini," kata Isnawa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/6/2025).
Meski tak menimbulkan korban jiwa, dampak kebakaran ini mengharuskan 2.000 orang mengungsi. "Jumlah pengungsi sementara tercatat sebanyak kurang lebih 400 kepala keluarga atau sekitar 2.000 jiwa," lanjutnya.
(rca)
Lihat Juga :