Kesaksian Warga saat Terjadinya Kebakaran di Kampung Rawa Indah
Sabtu, 07 Juni 2025 - 13:49 WIB
loading...
Tikol (55), warga Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran. Foto/Danandaya Arya Putra
A
A
A
JAKARTA - Kebakaran terjadi di Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara, Penjaringan , Jakarta Utara pada Jumat (6/6/2025) siang. Peristiwa ini terjadi ketika warga tengah menunaikan salat Jumat.
Salah satu warga bernama Tikol (55) mengaku kaget, ketika tengah mendengarkan khotbah Jumat, tiba-tiba permukimannya dilanda kebakaran. Dia langsung bergegas meninggalkan masjid untuk mengevakuasi barang berharganya.
"Lagi dengerin khotbah (Jumat). Tiba-tiba api besar, terus saya lari. Lihat itu api besar," kata Tikol di lokasi kejadian, Sabtu (7/6/2025).
![Kesaksian Warga saat Terjadinya Kebakaran di Kampung Rawa Indah]()
Baca juga: Pascakebakaran Kampung Rawa Indah, Warga Cari Sisa Barang Berharga
Surat-surat berharga seperti KTP, KK, serta kendaraan roda dua saja yang bisa dia selamatkan dari musibah kebakaran ini. Sementara barang elektronik lainnya dilalap si Jago Merah.
"Surat sudah selamat. (Barang lain) Nggak kena, hangus semua. Ya, TV, kulkas, mesin cuci. Sisa motor aja, motor pas di luar saya langsung lari ngambil tas aja surat-surat," ujarnya.
Kini seluruh bangunan tinggal di Kampung Rawa Indah hancur dan rata dengan tanah. Sebab, bangunan tersebut mayoritas terbuat dari kayu lapis alias tripleks.
"Tripleks bangunannya, kalau yang bangunannya begini, ya masih utuh kalau pakai (hebel) itu," ujarnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji mencatat, 500 rumah hangus terbakar akibat musibah itu. "Kebakaran menghanguskan kurang lebih 500 unit rumah semi permanen yang berada di kawasan padat tersebut. Selain itu, 3 unit lapak warung serta 1 unit gudang turut terdampak dalam kejadian ini," kata Isnawa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/6/2025).
Meski tak menimbulkan korban jiwa, dampak kebakaran ini mengharuskan 2.000 orang mengungsi. "Jumlah pengungsi sementara tercatat sebanyak kurang lebih 400 kepala keluarga atau sekitar 2.000 jiwa," lanjutnya.
Salah satu warga bernama Tikol (55) mengaku kaget, ketika tengah mendengarkan khotbah Jumat, tiba-tiba permukimannya dilanda kebakaran. Dia langsung bergegas meninggalkan masjid untuk mengevakuasi barang berharganya.
"Lagi dengerin khotbah (Jumat). Tiba-tiba api besar, terus saya lari. Lihat itu api besar," kata Tikol di lokasi kejadian, Sabtu (7/6/2025).

Baca juga: Pascakebakaran Kampung Rawa Indah, Warga Cari Sisa Barang Berharga
Surat-surat berharga seperti KTP, KK, serta kendaraan roda dua saja yang bisa dia selamatkan dari musibah kebakaran ini. Sementara barang elektronik lainnya dilalap si Jago Merah.
"Surat sudah selamat. (Barang lain) Nggak kena, hangus semua. Ya, TV, kulkas, mesin cuci. Sisa motor aja, motor pas di luar saya langsung lari ngambil tas aja surat-surat," ujarnya.
Kini seluruh bangunan tinggal di Kampung Rawa Indah hancur dan rata dengan tanah. Sebab, bangunan tersebut mayoritas terbuat dari kayu lapis alias tripleks.
"Tripleks bangunannya, kalau yang bangunannya begini, ya masih utuh kalau pakai (hebel) itu," ujarnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji mencatat, 500 rumah hangus terbakar akibat musibah itu. "Kebakaran menghanguskan kurang lebih 500 unit rumah semi permanen yang berada di kawasan padat tersebut. Selain itu, 3 unit lapak warung serta 1 unit gudang turut terdampak dalam kejadian ini," kata Isnawa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/6/2025).
Meski tak menimbulkan korban jiwa, dampak kebakaran ini mengharuskan 2.000 orang mengungsi. "Jumlah pengungsi sementara tercatat sebanyak kurang lebih 400 kepala keluarga atau sekitar 2.000 jiwa," lanjutnya.
(rca)
Lihat Juga :