Airlangga, Raja yang Memerintah dengan Toleransi Beragama dan Dekat dengan Pendeta

Sabtu, 07 Juni 2025 - 06:35 WIB
loading...
Airlangga, Raja yang...
Airlangga disebut menjadi raja yang dikenal dekat dengan pendeta dan kerap memerintahkan pendirian bangunan suci untuk beribadah. Foto/SindoNews
A A A
SEMARANG - Airlangga disebut menjadi raja yang kerap memerintahkan pendirian bangunan suci untuk beribadah. Tak heran memang ketika ia melarikan diri dari penyerangan sekutu Kerajaan Sriwijaya ketika Mataram Kuno masih ada dia memilih tinggal di hutan belantara dan menjadi pertapa.

Maka ketika Airlangga kembali diminta rakyatnya untuk turun gunung dan membangun kerajaan baru bernama Kerajaan Kahuripan, ia sangat memperhatikan kehidupan beragama. Airlangga saat memerintah di Kahuripan sangat memperhatikan kemajemukan, pluralisme, dan memelihara kehidupan beragama, yang baik, serta sejumlah bangunan suci.

Walaupun agama yang banyak dianut oleh rakyatnya adalah Hindu dan Buddha, namun ia sangat menghargai keragaman aliran-aliran yang muncul, sebagaimana dikisahkan pada "Airlangga Biografi Raja Pembaru Jawa Abad XI", dari Ninie Susanti dikutip SindoNews, Sabtu (7/6/2025).

Baca juga: Kisah Gunung Arjuno Selamatkan Raja Airlangga dari Serangan Wurawuri saat Pesta Pernikahan

Ritus kehidupan keagamaan sangat ditekankan baik oleh dirinya maupun rakyatnya. Hal ini barangkali telah diawali dengan masa penempaan dirinya dalam tapa yang dilakukan. Sejak awal keberadaannya di Jawa, yaitu sejak ia melarikan diri ke hutan setelah peristiwa Mahapralaya.

Airlangga disebut hidup di pertapaan dan berpakaian seperti pertapa serta hidup seperti pertapa dan tak putus-putusnya melakukan pemujaan pada dewa. Sebagian ahli berpendapat bahwa keberadaan Airlangga di pertapaan di hutan disebabkan karena ia melarikan diri dan menyamar supaya tidak diketahui oleh musuhnya.

Namun, De Casparis tidak setuju dengan anggapan tersebut. Ia mengatakan bahwa masa tersebut lebih cocok dianggap sebagai "masa persiapan rohani" bagi Airlangga, yakni persiapan rohani untuk perjuangan yang akan dihadapinya untuk membangun kembali negaranya kembali.

Baca juga: 22 Jenderal Angkatan Darat Digeser Panglima TNI, 2 Pati dari Baret Merah Kopassus

Pada masa itu Airlangga dan pengiringnya termasuk Narottama hidup sebagai pertapa dan menaati segala kewajiban yang diberlakukan di situ. Prasasti Pucangan Sansekerta memakai istilah yakni berpakaian dari kulit pohon. Pada umumnya kewajiban-kewajiban di pertapaan meliputi yoga, yaitu latihan-latihan jasmani dan rohani untuk dapat mengatasi segala jenis hawa nafsu, rintangan dan memusatkan pikirannya semata- mata kepada cita-cita yang luhur.

Selain itu, Airlangga membuat perjanjian dengan sumpahnya bahwa akan terus mementingkan nilai- nilai rohani, apabila berhasil mengusir musuh dan mempersatukan kembali kerajaannya. Sebab itu, "masa persiapan rohani" ini sangat penting untuk memahami perilaku dan kebijakan Airlangga di kemudian hari setelah menjadi raja.

Sebagai contoh, setelah ia menjadi raja, setiap peristiwa penting seperti pemberian anugerah sima atau pemberian hadiah lainnya selalu melibatkan para pendeta yang ada sebagai saksi. Mereka disebutnya sebagai pendeta Siwa, Buddha, Rși dan Brahmana.

Di samping itu, Airlangga sangat menghargai aliran keagamaan lainnya, misalnya pemujaan terhadap Durga. Ia dengan segera menyetujui membangun pertapaan untuk Bhatari ketika Rakai Pangkaja Dyah Tumambong memohon kepadanya. Demikian pula setelah memutuskan untuk mundur dari tahta, ia merencanakan menjadi pendeta dan keluar dari istana.

Walaupun Schrieke berpendapat bahwa mundurnya seorang raja dengan alasan menjalani kehidupan agama bisa diartikan sebagai merosotnya wibawa, namun kemunduran tersebut harus diartikan sebagai langkahnya mengumpulkan kekuatan "kasekten" yang mulai memudar dalam dirinya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melihat Pesona Keindahan...
Melihat Pesona Keindahan Kediri lewat Kayuhan Sepeda
Candi Jago Malang, Bangunan...
Candi Jago Malang, Bangunan Era Singasari Jadi Saksi Raja Majapahit Satukan Dua Agama
Jejak Airlangga pada...
Jejak Airlangga pada Pendirian Kerajaan Jenggala dan Kediri
Cek Kesehatan Gratis...
Cek Kesehatan Gratis Siswa Dhammasekha Wujudkan Generasi Sehat
Peradaban Kerajaan Kalingga...
Peradaban Kerajaan Kalingga di Bawah Ratu Jay Shima dengan Kepercayaan Siwa
Rayakan Harlah ke-54,...
Rayakan Harlah ke-54, Hikmahbudhi Santuni Anak Yatim dan Bagikan Sembako
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Dian Sastro Hadiri Perayaan...
Dian Sastro Hadiri Perayaan Waisak di Borobudur, Ternyata Ini Alasannya!
Prabowo: Waisak Momentum...
Prabowo: Waisak Momentum Perkuat Persaudaraan dan Persatuan Bangsa
Rekomendasi
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved