Pramono Anung Dinilai Berhasil Membangun Jakarta lewat Data dan Dialog
Kamis, 05 Juni 2025 - 16:41 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kian identik dengan julukan Maestro Konsensus sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kian identik dengan julukan Maestro Konsensus sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025. Istilah ini muncul di berbagai percakapan masyarakat dan liputan media sebagai simbol komitmen Pramono untuk mengedepankan dialog terbuka dalam merajut aspirasi warga, legislatif, dan pemangku kepentingan lainnya di Ibu Kota yang dinamis.
Pada Pilkada DKI 2024, pasangan Pramono Anung–Rano Karno unggul dalam satu putaran dengan meraih 2.183.239 suara atau 50,07% suara sah. Angka tersebut menunjukkan dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat Jakarta. Survei per Januari 2025 mencatat elektabilitas Pramono terus naik sejak Agustus 2024, mencapai puncaknya pada Desember 2024, berkat platform konsensus yang diusungnya.
Berdasarkan data Bappeda DKI per Mei 2025, realisasi anggaran infrastruktur publik mencapai 22% dari target triwulan pertama, setara sekitar Rp120 miliar untuk perbaikan trotoar dan pelebaran jalur TransJakarta. Evaluasi di lapangan dilakukan secara real time oleh Tim Jaga Jakarta yang dipimpin Koordinator Romadhon Jasn.
Baca juga: Gubernur Pramono Resmikan Transjabodetabek Rute Bogor-Blok M Besok
"Tim ini mencocokkan antara dokumen perencanaan dan kondisi riil di lokasi, sehingga setiap kendala dapat dilaporkan segera," kata koordinator Romadhon Jasn, Kamis (5/6/2025).
Hingga akhir Mei 2025, tercatat 52 dialog publik di 47 kecamatan dengan partisipasi lebih dari 12.300 warga. Forum-forum itu melibatkan tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, dan pengusaha untuk membahas isu transportasi, pemukiman, dan penataan ruang. Beberapa rekomendasi hasil diskusi bahkan telah diterjemahkan ke dalam rencana kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), misalnya perubahan trase angkutan umum lokal dan penambahan ruang terbuka hijau di kawasan padat.
Respons media terhadap praktik konsultasi Gubernur tampak jelas. Median sosial pada 15 Mei 2025 menyoroti dialog terbuka Pramono sebelum memfinalisasi revitalisasi Jalan Sudirman, yang membantu memopulerkan julukan “Maestro Konsensus” di berbagai pemberitaan. Figur Pramono memang rutin mengundang para ahli dan warga ke meja pertemuan sebelum meneken keputusan kebijakan, kata Romadhon Jasn, karena dialog langsung menekan risiko keputusan yang keliru.
Baca juga: Pramono Targetkan 6.652 Ijazah yang Tertahan Bisa Diputihkan Tahun Ini
Namun, sejumlah pelaku UMKM di kawasan Sudirman sempat mengeluhkan lamanya proses konsultasi yang dinilai menghambat izin perluasan trotoar. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani menegaskan mekanisme dialog sebaiknya disederhanakan agar tidak menghambat pemulihan ekonomi dan peningkatan layanan publik. Keluhan lain datang dari kalangan sopir angkutan umum yang merasa perluasan jalur TransJakarta memaksa mereka menyesuaikan rute tanpa sosialisasi memadai.
Menanggapi kritik tersebut, Pemprov DKI kini menyusun roadmap triwulanan yang lebih operasional. Pada kuartal III–IV 2025, program penanganan banjir akan meliputi pengerukan sungai dan pembangunan waduk sementara dengan target 50% realisasi anggaran. Di sektor UMKM, sebanyak 5.000 pelaku usaha akan mengikuti pelatihan digital marketing dan sertifikasi halal hingga akhir tahun.
“Jaga Jakarta mencatat setiap pertanyaan warga agar Pemprov dapat menyesuaikan rencana operasional, memastikan aspirasi langsung diterjemahkan ke kebijakan," ujarnya.
Sebagai bentuk kolaborasi, Gubernur Pramono Anung mengundang media, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil untuk bergabung dalam mekanisme pemantauan berkala. Jaga Jakarta menyediakan data lapangan dan analisis setiap program sehingga keputusan dapat dievaluasi secara transparan. Masyarakat dapat mengakses laporan progres dan kendala melalui situs resmi Jaga Jakarta dan media sosialnya, di mana pembaruan mingguan selalu dipublikasikan oleh tim di bawah koordinasi Romadhon Jasn.
“Kami tidak ingin sekadar menyusun rencana tanpa mendengar suara rakyat,” ujar Gubernur Pramono Anung dalam konferensi pers baru-baru ini.
Dengan brand politik Maestro Konsensus yang diperkenalkan oleh Jaga Jakarta, masyarakat diharapkan memahami bahwa setiap kebijakan Pramono Anung lahir dari dialog terstruktur dan data terverifikasi. Melalui transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik, program-program tersebut dipantau ketat oleh komunitas Jaga Jakarta agar Jakarta terus tumbuh inklusif dan berdaya.
“Setiap kebijakan lahir dari dialog yang melibatkan semua lapisan, agar tidak ada suara terabaikan. Proses tersebut menjadi bukti nyata kinerja Maestro Konsensus di lapangan, karena setiap masukan diverifikasi langsung sebelum keputusan diambil," ungkap Romadhon.
Pada Pilkada DKI 2024, pasangan Pramono Anung–Rano Karno unggul dalam satu putaran dengan meraih 2.183.239 suara atau 50,07% suara sah. Angka tersebut menunjukkan dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat Jakarta. Survei per Januari 2025 mencatat elektabilitas Pramono terus naik sejak Agustus 2024, mencapai puncaknya pada Desember 2024, berkat platform konsensus yang diusungnya.
Berdasarkan data Bappeda DKI per Mei 2025, realisasi anggaran infrastruktur publik mencapai 22% dari target triwulan pertama, setara sekitar Rp120 miliar untuk perbaikan trotoar dan pelebaran jalur TransJakarta. Evaluasi di lapangan dilakukan secara real time oleh Tim Jaga Jakarta yang dipimpin Koordinator Romadhon Jasn.
Baca juga: Gubernur Pramono Resmikan Transjabodetabek Rute Bogor-Blok M Besok
"Tim ini mencocokkan antara dokumen perencanaan dan kondisi riil di lokasi, sehingga setiap kendala dapat dilaporkan segera," kata koordinator Romadhon Jasn, Kamis (5/6/2025).
Hingga akhir Mei 2025, tercatat 52 dialog publik di 47 kecamatan dengan partisipasi lebih dari 12.300 warga. Forum-forum itu melibatkan tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, dan pengusaha untuk membahas isu transportasi, pemukiman, dan penataan ruang. Beberapa rekomendasi hasil diskusi bahkan telah diterjemahkan ke dalam rencana kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), misalnya perubahan trase angkutan umum lokal dan penambahan ruang terbuka hijau di kawasan padat.
Respons media terhadap praktik konsultasi Gubernur tampak jelas. Median sosial pada 15 Mei 2025 menyoroti dialog terbuka Pramono sebelum memfinalisasi revitalisasi Jalan Sudirman, yang membantu memopulerkan julukan “Maestro Konsensus” di berbagai pemberitaan. Figur Pramono memang rutin mengundang para ahli dan warga ke meja pertemuan sebelum meneken keputusan kebijakan, kata Romadhon Jasn, karena dialog langsung menekan risiko keputusan yang keliru.
Baca juga: Pramono Targetkan 6.652 Ijazah yang Tertahan Bisa Diputihkan Tahun Ini
Namun, sejumlah pelaku UMKM di kawasan Sudirman sempat mengeluhkan lamanya proses konsultasi yang dinilai menghambat izin perluasan trotoar. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani menegaskan mekanisme dialog sebaiknya disederhanakan agar tidak menghambat pemulihan ekonomi dan peningkatan layanan publik. Keluhan lain datang dari kalangan sopir angkutan umum yang merasa perluasan jalur TransJakarta memaksa mereka menyesuaikan rute tanpa sosialisasi memadai.
Menanggapi kritik tersebut, Pemprov DKI kini menyusun roadmap triwulanan yang lebih operasional. Pada kuartal III–IV 2025, program penanganan banjir akan meliputi pengerukan sungai dan pembangunan waduk sementara dengan target 50% realisasi anggaran. Di sektor UMKM, sebanyak 5.000 pelaku usaha akan mengikuti pelatihan digital marketing dan sertifikasi halal hingga akhir tahun.
“Jaga Jakarta mencatat setiap pertanyaan warga agar Pemprov dapat menyesuaikan rencana operasional, memastikan aspirasi langsung diterjemahkan ke kebijakan," ujarnya.
Sebagai bentuk kolaborasi, Gubernur Pramono Anung mengundang media, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil untuk bergabung dalam mekanisme pemantauan berkala. Jaga Jakarta menyediakan data lapangan dan analisis setiap program sehingga keputusan dapat dievaluasi secara transparan. Masyarakat dapat mengakses laporan progres dan kendala melalui situs resmi Jaga Jakarta dan media sosialnya, di mana pembaruan mingguan selalu dipublikasikan oleh tim di bawah koordinasi Romadhon Jasn.
“Kami tidak ingin sekadar menyusun rencana tanpa mendengar suara rakyat,” ujar Gubernur Pramono Anung dalam konferensi pers baru-baru ini.
Dengan brand politik Maestro Konsensus yang diperkenalkan oleh Jaga Jakarta, masyarakat diharapkan memahami bahwa setiap kebijakan Pramono Anung lahir dari dialog terstruktur dan data terverifikasi. Melalui transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik, program-program tersebut dipantau ketat oleh komunitas Jaga Jakarta agar Jakarta terus tumbuh inklusif dan berdaya.
“Setiap kebijakan lahir dari dialog yang melibatkan semua lapisan, agar tidak ada suara terabaikan. Proses tersebut menjadi bukti nyata kinerja Maestro Konsensus di lapangan, karena setiap masukan diverifikasi langsung sebelum keputusan diambil," ungkap Romadhon.
(cip)
Lihat Juga :