Rawan Longsor Susulan, Operasi Pencarian Korban Tragedi Gunung Kuda Dihentikan Sementara

Kamis, 05 Juni 2025 - 13:50 WIB
loading...
Rawan Longsor Susulan,...
Memasuki hari ketujuh pasca peristiwa longsor di kawasan Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat, upaya pencarian korban hingga Kamis (5/6/2025) dihentikan sementara. Foto/Muslimin
A A A
CIREBON - Memasuki hari ketujuh pasca peristiwa longsor di kawasan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat, upaya pencarian korban longsor hingga Kamis (5/6/2025) dihentikan sementara. Tim SAR gabungan belum bisa melanjutkan evakuasi karena kondisi lokasi dinilai masih sangat berbahaya, dengan potensi longsor susulan yang tinggi.

Pantauan SindoNews di lokasi tidak ada aktivitas pencarian. Alat berat seperti ekskavator, loader, dan buldozer tampak terparkir rapi di radius aman dari titik longsoran.

Baca juga: 21 Jenazah Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini

Meski demikian, petugas masih bersiaga di posko sambil menunggu keputusan apakah pencarian dapat dilanjutkan atau harus dihentikan sepenuhnya.



Penghentian ini sebelumnya didasarkan pada pertimbangan keselamatan. Hasil evaluasi Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM bersama pihak Indocement menunjukkan adanya pergerakan tanah yang signifikan di area longsoran.

“Toleransi pergerakan maksimal hanya 3 cm dalam 30 menit, tapi yang terjadi justru pergerakan hingga 4 meter dalam waktu singkat. Ini sangat berisiko bagi keselamatan tim pencari,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, Kamis (5/6/2025).

Baca juga: Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda, 9 Retakan Baru Ancam Pergerakan Tim SAR

Ade menegaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, batas waktu pencarian korban memang maksimal tujuh hari. Namun, proses pencarian bisa dihentikan lebih cepat jika situasi membahayakan.

“Keputusan melanjutkan atau menghentikan pencarian bergantung pada kondisi di lapangan. Jika masih berbahaya, pencarian akan dihentikan sementara. Untuk melanjutkan, kami menunggu hasil assessment terbaru dari Inspektur Tambang,” jelasnya.

Kondisi di titik longsor sendiri masih sangat mengkhawatirkan. Tebalnya material longsoran yang diperkirakan mencapai 5-10 meter turut menyulitkan proses pencarian, belum lagi ancaman longsor susulan yang terus mengintai.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0620/Kabupaten Cirebon yang juga Ketua Tim Pencarian, Letkol Inf M Yusron, menyatakan bahwa setiap langkah pencarian selalu didasarkan pada kajian teknis.

“Kami hanya bergerak ketika dinyatakan aman. Saat ini kami berada di zona merah. Dengan tinggi Gunung Kuda yang mencapai 219 meter, zona aman seharusnya berada pada radius sekitar 350 meter dari titik longsoran,” ujarnya.

Meski begitu, Yusron menekankan bahwa upaya pencarian tetap dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan pertimbangan kemanusiaan.

“Kami memberanikan diri dengan tetap mengacu pada data dan hasil pemantauan. Kami juga bekerja sama erat dengan Inspektur Tambang untuk terus memantau kondisi lapangan,” tegasnya.

Di sisi lain, komunikasi dengan keluarga korban juga terus dilakukan. Sebagian pihak keluarga memahami risiko yang ada dan menyetujui penghentian sementara, namun ada pula yang berharap pencarian tetap dilanjutkan.

Rencananya, Tim SAR, Forkopimda San juga keluarga korban akan melakukan pertemuan pada siang ini untuk membahas apakah pencarian akan dilanjutkan atau dihentikan untuk seterusnya.

Pasalnya, jika merujuk pada Surat Keputusan Bupati Cirebon tentang Darurat Bencana, maka SK tersebut hanya memberikan batas waktu 7 hari tanggap darurat.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Deteksi Kesehatan Dini...
Deteksi Kesehatan Dini di Cirebon, 6 dari 10 Peserta Berisiko Tinggi
Batu Andesit Cirebon...
Batu Andesit Cirebon dan Pentingnya Peran Industri Lokal dalam PSN
55 Kendaraan Dilayani...
55 Kendaraan Dilayani di Bengkel CNG Cirebon selama Musim Mudik
Imbas Pembatasan Masuk...
Imbas Pembatasan Masuk Tol dan One Way, Antrean Truk dan Bus Mengular di Pantura Cirebon
Sterilisasi One Way...
Sterilisasi One Way Berdampak ke Jalur Pantura Cirebon, Truk dan Bus Dominasi Arah Jateng
Kena Fraud, OJK Suntik...
Kena Fraud, OJK Suntik Mati Perumda BPR Bank Cirebon
Kunjungi Korban Longsor...
Kunjungi Korban Longsor Cisarua, Raffi Ahmad Donasi Rp2 M untuk Pembuatan Sumur
Cuaca Buruk, Pencarian...
Cuaca Buruk, Pencarian Korban Longsor Cisarua Dihentikan Sementara
Rekomendasi
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
Berita Terkini
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
Infografis
Militer Israel Akui...
Militer Israel Akui Gagal Hadapi Operasi Badai al-Aqsa 7 Oktober
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved