Hari Ini Jemaah An-Nadzir di Gowa Gelar Salat Iduladha
Kamis, 05 Juni 2025 - 08:41 WIB
loading...
Ratusan jemaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan melaksanakan Salat Iduladha 1446 Hijriah pada Kamis pagi, (5/6/2025). Foto/iNews TV/Bugma
A
A
A
GOWA - Ratusan jemaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan telah melaksanakan Salat Iduladha 1446 Hijriah pada Kamis pagi, (5/6/2025). Pelaksanaan ibadah Salat Iduladha ini dilakukan lebih awal dibanding ketetapan pemerintah yang menetapkan Hari Raya Iduladha jatuh pada Jumat (6/5/2025) besok.
Meskipun ribuan calon jemaah haji masih bersiap menjalani wukuf di Padang Arafah, komunitas An-Nadzir yang berada di Kelurahan Mawang, Kecamatan Bonto Marannu, memilih lebih dahulu menggelar Salat Idul Adha.
Baca juga: Khutbah Idul Adha Singkat, Dahsyatnya Pahala Berkurban
Mereka menetapkan hari ini sebagai 10 Dzulhijjah 1446 H, berdasarkan hasil pemantauan perjalanan bulan dari Dzulqa’dah ke Dzulhijjah.
“Kami menggunakan metode hisab dan rukyat sederhana yang mengacu pada tanda-tanda alam, sebagaimana yang secara turun-temurun diajarkan kepada kami,” kata pimpinan Jamaah An-Nadzir, Ustaz Samiruddin Pademmui.
Seperti umat Islam pada umumnya, usai melaksanakan Salat Iduladha, Jamaah An-Nadzir juga menggelar pemotongan hewan kurban.
Baca juga: Idul Adha dan Ibadah Haji, Apakah Ada Hubungannya?
Tahun ini, mereka menyembelih dua ekor sapi dan dua ekor kambing, yang kemudian dibagikan kepada warga sekitar, terutama yang membutuhkan.
Langkah berbeda ini memang bukan kali pertama dilakukan Jamaah An-Nadzir. Kelompok keagamaan ini dikenal memiliki metode penentuan awal bulan yang berbeda dengan pemerintah, dengan mengedepankan pendekatan tradisional dan spiritual berbasis pengamatan langsung terhadap fenomena alam.
Masyarakat sekitar pun telah terbiasa dengan perbedaan ini dan tetap hidup berdampingan dengan harmonis.
Meskipun ribuan calon jemaah haji masih bersiap menjalani wukuf di Padang Arafah, komunitas An-Nadzir yang berada di Kelurahan Mawang, Kecamatan Bonto Marannu, memilih lebih dahulu menggelar Salat Idul Adha.
Baca juga: Khutbah Idul Adha Singkat, Dahsyatnya Pahala Berkurban
Mereka menetapkan hari ini sebagai 10 Dzulhijjah 1446 H, berdasarkan hasil pemantauan perjalanan bulan dari Dzulqa’dah ke Dzulhijjah.
“Kami menggunakan metode hisab dan rukyat sederhana yang mengacu pada tanda-tanda alam, sebagaimana yang secara turun-temurun diajarkan kepada kami,” kata pimpinan Jamaah An-Nadzir, Ustaz Samiruddin Pademmui.
Seperti umat Islam pada umumnya, usai melaksanakan Salat Iduladha, Jamaah An-Nadzir juga menggelar pemotongan hewan kurban.
Baca juga: Idul Adha dan Ibadah Haji, Apakah Ada Hubungannya?
Tahun ini, mereka menyembelih dua ekor sapi dan dua ekor kambing, yang kemudian dibagikan kepada warga sekitar, terutama yang membutuhkan.
Langkah berbeda ini memang bukan kali pertama dilakukan Jamaah An-Nadzir. Kelompok keagamaan ini dikenal memiliki metode penentuan awal bulan yang berbeda dengan pemerintah, dengan mengedepankan pendekatan tradisional dan spiritual berbasis pengamatan langsung terhadap fenomena alam.
Masyarakat sekitar pun telah terbiasa dengan perbedaan ini dan tetap hidup berdampingan dengan harmonis.
(shf)
Lihat Juga :