Peringati Hari Lingkungan Hidup, Penyaluran Barang ke Warung Tak Lagi Pakai Plastik
Rabu, 04 Juni 2025 - 19:30 WIB
loading...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, penyaluran barang belanja ke warung tak lagi gunakan plastik. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia , Aksesmu berkomitmen mengurangi penggunaan tas serut berbahan kain oleh tim pengantaran dalam mendistribusikan barang ke warung-warung atau biasa disebut Outlet Binaan Aksesmu (OBA).
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Aksesmu untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam operasional harian. Tas serut kain ini tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga lebih kuat, tahan lama, dan dapat digunakan berulang kali, sehingga membantu menekan limbah plastik yang mencemari lingkungan.
“Sebagai perusahaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, kami sadar bahwa setiap langkah kecil bisa membawa dampak besar. Dengan mengganti kantong plastik dengan tas serut kain, kami ingin menunjukkan bahwa bisnis pun bisa berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Managing Director Aksesmu Viendra Primadia, Rabu (4/6/2025).
Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pegadaian Sebarkan Eco Enzyme di Danau Batur Bali
Tas serut kain kini menjadi identitas khas Tim Aksesmu untuk pengantaran eceran. Selain fungsional, tas ini mengingatkan tim dan pelanggan akan pentingnya keberlanjutan.
Tas digunakan berulang kali dan dibawa kembali untuk pengiriman berikutnya. Sementara itu, untuk pengiriman dalam jumlah grosir, Viendra memastikan penggunaan kardus sebagai media pengemasan yang membantu menjaga kualitas barang sekaligus mendukung solusi logistik yang efisien dan ramah lingkungan.
Baca juga: Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 1 Juta Mangrove Ditanam di Tanjung Ulie
Selain itu, Viendra mengungkapkan komitmennya dengan melaksanakan kegiatan penanaman pohon pangan pada Hari Pohon Sedunia di bulan November mendatang, yang berlokasi di salah satu area di Banten.
“Penanaman pohon ini bertujuan untuk mendukung pemberdayaan warga setempat sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah nyata seperti ini, pihaknya berharap bisa terus menjadi bagian dari perubahan positif, tidak hanya bagi warung kelontong Indonesia, tetapi juga bagi bumi yang kita tinggali bersama.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Aksesmu untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam operasional harian. Tas serut kain ini tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga lebih kuat, tahan lama, dan dapat digunakan berulang kali, sehingga membantu menekan limbah plastik yang mencemari lingkungan.
“Sebagai perusahaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, kami sadar bahwa setiap langkah kecil bisa membawa dampak besar. Dengan mengganti kantong plastik dengan tas serut kain, kami ingin menunjukkan bahwa bisnis pun bisa berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Managing Director Aksesmu Viendra Primadia, Rabu (4/6/2025).
Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pegadaian Sebarkan Eco Enzyme di Danau Batur Bali
Tas serut kain kini menjadi identitas khas Tim Aksesmu untuk pengantaran eceran. Selain fungsional, tas ini mengingatkan tim dan pelanggan akan pentingnya keberlanjutan.
Tas digunakan berulang kali dan dibawa kembali untuk pengiriman berikutnya. Sementara itu, untuk pengiriman dalam jumlah grosir, Viendra memastikan penggunaan kardus sebagai media pengemasan yang membantu menjaga kualitas barang sekaligus mendukung solusi logistik yang efisien dan ramah lingkungan.
Baca juga: Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 1 Juta Mangrove Ditanam di Tanjung Ulie
Selain itu, Viendra mengungkapkan komitmennya dengan melaksanakan kegiatan penanaman pohon pangan pada Hari Pohon Sedunia di bulan November mendatang, yang berlokasi di salah satu area di Banten.
“Penanaman pohon ini bertujuan untuk mendukung pemberdayaan warga setempat sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah nyata seperti ini, pihaknya berharap bisa terus menjadi bagian dari perubahan positif, tidak hanya bagi warung kelontong Indonesia, tetapi juga bagi bumi yang kita tinggali bersama.
(cip)
Lihat Juga :