Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda, 9 Retakan Baru Ancam Pergerakan Tim SAR
Rabu, 04 Juni 2025 - 14:50 WIB
loading...
Memasuki hari keenam pencarian korban longsor di Gunung Kuda, Cipanas, Dukupuntang, Cirebon, tim SAR belum juga menemukan empat korban yang dilaporkan hilang. Foto/Muslimin
A
A
A
CIREBON - Memasuki hari keenam pencarian korban longsor di kawasan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Dukupuntang, Cirebon, tim SAR gabungan masih belum menemukan empat korban yang dilaporkan hilang. Meski upaya terus dilakukan tanpa henti, situasi di lapangan justru makin mengkhawatirkan.
![Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda, 9 Retakan Baru Ancam Pergerakan Tim SAR]()
Tim menemukan retakan tanah sepanjang 100 meter di lokasi pencarian pada Selasa (3/6/2025) kemarin. Temuan ini menjadi potensi ancaman baru yang serius bagi keselamatan para petugas.
Baca juga: 21 Jenazah Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini
Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR Bandung, Mamang Fatmono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pantauan alat total station milik tim inspektur tambang dan Indocement, terdapat sembilan bidang patahan di area longsor.
"Retakan terpanjang mencapai 100 meter dan membentang dari area miring di belakang hingga ke pojok kanan bawah. Ini menjadi peringatan penting bagi semua tim yang bekerja di lapangan," ujarnya, Rabu (4/6/2025)
Mamang menegaskan, tim SAR bekerja sesuai prosedur dan terus memantau pergerakan tanah setiap 10 hingga 15 menit. Informasi itu langsung diteruskan ke tim yang bertugas di zona rawan longsor seperti worksheet A dan B.
“Kalau dua patahan bertemu di titik yang lemah, bisa saja longsor susulan terjadi sewaktu-waktu. Jadi, kami harus sangat waspada,” tambahnya.
Baca juga: Haji Karim dan Manajernya Ditahan Polda Jabar terkait Longsor Gunung Kuda
Sementara itu, Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron, mengakui bahwa hingga hari keenam pencarian, hasilnya masih nihil. Namun, semangat para relawan dan petugas tetap tinggi.
"Pencarian hari ini masih belum membuahkan hasil. Tapi kami tetap lanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh tim," kata Yusron usai penarikan alat berat dari lokasi.
Yusron menambahkan, ancaman longsor susulan menjadi tantangan terbesar dalam proses evakuasi. Oleh karena itu, keterlibatan tim dari ESDM dan inspektur tambang sangat penting untuk meminimalkan risiko.
Pencarian hari ini difokuskan di sektor kiri batu besar atau worksheet A, setelah anjing pelacak K9 mengendus tiga titik yang terindikasi keberadaan jenazah. Selain itu, aroma menyengat yang mulai tercium di lokasi menjadi petunjuk tambahan bagi tim SAR.
"Kami manusia saja sudah bisa mencium bau menyengat. Apalagi dengan kemampuan K9, tentu lebih akurat," ujarnya.
Sebelum pencarian dimulai, dilakukan apel pengecekan personel dan material, dilanjutkan doa bersama lintas agama sebagai bentuk harapan dan kekuatan spiritual di tengah situasi sulit.
“Kami memohon perlindungan Tuhan agar proses pencarian berjalan lancar dan para petugas selalu diberi keselamatan,” ucap Yusron.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Cirebon, proses pencarian direncanakan berlangsung selama tujuh hari. Setelahnya, akan dilakukan evaluasi bersama pihak keluarga dan Forkopimda untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Kami tetap berkomunikasi dengan keluarga korban. Bila tidak ada perkembangan signifikan, maka keputusan lanjutan akan dibahas bersama,” katanya.
Hingga hari keenam, total korban meninggal yang berhasil dievakuasi sebanyak 21 orang, termasuk Sudiono (51) warga Desa Girinata, dan Fuji Siswanto (50) warga Kabupaten Majalengka.
.jpg)
Tim menemukan retakan tanah sepanjang 100 meter di lokasi pencarian pada Selasa (3/6/2025) kemarin. Temuan ini menjadi potensi ancaman baru yang serius bagi keselamatan para petugas.
Baca juga: 21 Jenazah Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini
Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR Bandung, Mamang Fatmono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pantauan alat total station milik tim inspektur tambang dan Indocement, terdapat sembilan bidang patahan di area longsor.
"Retakan terpanjang mencapai 100 meter dan membentang dari area miring di belakang hingga ke pojok kanan bawah. Ini menjadi peringatan penting bagi semua tim yang bekerja di lapangan," ujarnya, Rabu (4/6/2025)
Mamang menegaskan, tim SAR bekerja sesuai prosedur dan terus memantau pergerakan tanah setiap 10 hingga 15 menit. Informasi itu langsung diteruskan ke tim yang bertugas di zona rawan longsor seperti worksheet A dan B.
“Kalau dua patahan bertemu di titik yang lemah, bisa saja longsor susulan terjadi sewaktu-waktu. Jadi, kami harus sangat waspada,” tambahnya.
Baca juga: Haji Karim dan Manajernya Ditahan Polda Jabar terkait Longsor Gunung Kuda
Sementara itu, Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron, mengakui bahwa hingga hari keenam pencarian, hasilnya masih nihil. Namun, semangat para relawan dan petugas tetap tinggi.
"Pencarian hari ini masih belum membuahkan hasil. Tapi kami tetap lanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh tim," kata Yusron usai penarikan alat berat dari lokasi.
Yusron menambahkan, ancaman longsor susulan menjadi tantangan terbesar dalam proses evakuasi. Oleh karena itu, keterlibatan tim dari ESDM dan inspektur tambang sangat penting untuk meminimalkan risiko.
Pencarian hari ini difokuskan di sektor kiri batu besar atau worksheet A, setelah anjing pelacak K9 mengendus tiga titik yang terindikasi keberadaan jenazah. Selain itu, aroma menyengat yang mulai tercium di lokasi menjadi petunjuk tambahan bagi tim SAR.
"Kami manusia saja sudah bisa mencium bau menyengat. Apalagi dengan kemampuan K9, tentu lebih akurat," ujarnya.
Sebelum pencarian dimulai, dilakukan apel pengecekan personel dan material, dilanjutkan doa bersama lintas agama sebagai bentuk harapan dan kekuatan spiritual di tengah situasi sulit.
“Kami memohon perlindungan Tuhan agar proses pencarian berjalan lancar dan para petugas selalu diberi keselamatan,” ucap Yusron.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Cirebon, proses pencarian direncanakan berlangsung selama tujuh hari. Setelahnya, akan dilakukan evaluasi bersama pihak keluarga dan Forkopimda untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Kami tetap berkomunikasi dengan keluarga korban. Bila tidak ada perkembangan signifikan, maka keputusan lanjutan akan dibahas bersama,” katanya.
Hingga hari keenam, total korban meninggal yang berhasil dievakuasi sebanyak 21 orang, termasuk Sudiono (51) warga Desa Girinata, dan Fuji Siswanto (50) warga Kabupaten Majalengka.
(shf)
Lihat Juga :