Percepat Pembangunan Daerah, Pemprov Lampung Gandeng China Kembangkan Pertanian Modern
Selasa, 27 Mei 2025 - 08:34 WIB
loading...
Pemprov Lampung menggandeng China untuk mengembangkan pertanian modern guna percepatan pembangunan daerah. Foto/istimewa
A
A
A
LAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperluas kerja sama internasional untuk mempercepat transformasi pembangunan daerah. Salah satunya dengan menggandeng perusahaan dari China untuk mengembangkan pertanian modern .
Hal itu dilakukan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri pertemuan di Provinsi Shandong, China yang melibatkan sekitar 30 perusahaan besar, termasuk Pauli Shandong Taiyuan Energy Co, Ltd.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza turut menyaksikan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Ketua Apindo Lampung Ary Meizari dan CEO Pauli Group. Penandatanganan ini menandai komitmen awal kerja sama investasi di bidang pertanian modern (smart farming), serta potensi pengembangan ke sektor pariwisata dan kawasan industri.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menjelaskan langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari kunjungan Konsul Jenderal Republik Rakyat China untuk wilayah Sumatera, Zhang Min, ke Lampung pada 19 Mei lalu.
Baca juga: Kurangi Angka Gizi Buruk di Lampung, MBG Sasar 4 Kelompok Ini
“Kerja sama ini membuka peluang besar bagi transformasi sistem pertanian di Lampung. Teknologi dapat meningkatkan produktivitas hingga 30%, khususnya pada komoditas utama seperti padi, jagung, dan hortikultura,” ujar Elvira.
Elvira menambahkan implementasi proyek ini akan dilakukan dengan model kemitraan langsung bersama petani lokal. Hal ini diharapkan mampu memastikan alih teknologi, memperkuat kapasitas produksi, dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Gubernur Mirza secara konsisten mendorong hilirisasi dan modernisasi sektor pertanian. Upaya ini telah diwujudkan melalui pembangunan silo dan penyediaan alat pengering gabah (dryer) di sentra-sentra produksi. Pemerintah Provinsi Lampung juga aktif memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha nasional dan internasional untuk menjadikan Lampung sebagai lumbung pangan nasional yang berdaya saing.
Baca juga: Petani Lampung Tengah Diajak Tebus Bersama Pupuk Subsidi
Shandong merupakan salah satu provinsi ekonomi terkuat di China. Terletak di pesisir timur, provinsi ini dikenal sebagai produsen sayuran terbesar di China dan basis penting untuk pengembangan pertanian modern. Shandong juga memiliki sektor industri yang sangat berkembang, mulai dari manufaktur ringan dan berat, industri makanan, petrokimia, hingga teknologi tinggi.
Provinsi ini menjadi pusat investasi asing dan perdagangan internasional, didukung oleh infrastruktur pelabuhan, rel kereta api, dan jalan raya yang sangat maju. Salah satu kotanya, Qingdao, adalah pusat manufaktur dan ekspor penting di Tiongkok.
“Shandong adalah mitra strategis karena kemajuan teknologinya di sektor pertanian dan industrinya yang progresif. Kerja sama ini membuka jalan agar Lampung bisa belajar, bertransformasi, dan mengembangkan pertanian berbasis teknologi tinggi,” tambah Elvira.
Lampung menjadi provinsi pertama di Sumatera yang melakukan kunjungan resmi ke Shandong. Langkah ini dinilai strategis untuk membuka akses pasar, investasi, dan kemitraan ekonomi lintas negara.
Dengan kolaborasi ini, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan percepatan pertanian berbasis teknologi, peningkatan ekspor komoditas unggulan, serta pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat perdesaan.
Hal itu dilakukan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri pertemuan di Provinsi Shandong, China yang melibatkan sekitar 30 perusahaan besar, termasuk Pauli Shandong Taiyuan Energy Co, Ltd.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza turut menyaksikan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Ketua Apindo Lampung Ary Meizari dan CEO Pauli Group. Penandatanganan ini menandai komitmen awal kerja sama investasi di bidang pertanian modern (smart farming), serta potensi pengembangan ke sektor pariwisata dan kawasan industri.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menjelaskan langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari kunjungan Konsul Jenderal Republik Rakyat China untuk wilayah Sumatera, Zhang Min, ke Lampung pada 19 Mei lalu.
Baca juga: Kurangi Angka Gizi Buruk di Lampung, MBG Sasar 4 Kelompok Ini
“Kerja sama ini membuka peluang besar bagi transformasi sistem pertanian di Lampung. Teknologi dapat meningkatkan produktivitas hingga 30%, khususnya pada komoditas utama seperti padi, jagung, dan hortikultura,” ujar Elvira.
Elvira menambahkan implementasi proyek ini akan dilakukan dengan model kemitraan langsung bersama petani lokal. Hal ini diharapkan mampu memastikan alih teknologi, memperkuat kapasitas produksi, dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Gubernur Mirza secara konsisten mendorong hilirisasi dan modernisasi sektor pertanian. Upaya ini telah diwujudkan melalui pembangunan silo dan penyediaan alat pengering gabah (dryer) di sentra-sentra produksi. Pemerintah Provinsi Lampung juga aktif memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha nasional dan internasional untuk menjadikan Lampung sebagai lumbung pangan nasional yang berdaya saing.
Baca juga: Petani Lampung Tengah Diajak Tebus Bersama Pupuk Subsidi
Shandong merupakan salah satu provinsi ekonomi terkuat di China. Terletak di pesisir timur, provinsi ini dikenal sebagai produsen sayuran terbesar di China dan basis penting untuk pengembangan pertanian modern. Shandong juga memiliki sektor industri yang sangat berkembang, mulai dari manufaktur ringan dan berat, industri makanan, petrokimia, hingga teknologi tinggi.
Provinsi ini menjadi pusat investasi asing dan perdagangan internasional, didukung oleh infrastruktur pelabuhan, rel kereta api, dan jalan raya yang sangat maju. Salah satu kotanya, Qingdao, adalah pusat manufaktur dan ekspor penting di Tiongkok.
“Shandong adalah mitra strategis karena kemajuan teknologinya di sektor pertanian dan industrinya yang progresif. Kerja sama ini membuka jalan agar Lampung bisa belajar, bertransformasi, dan mengembangkan pertanian berbasis teknologi tinggi,” tambah Elvira.
Lampung menjadi provinsi pertama di Sumatera yang melakukan kunjungan resmi ke Shandong. Langkah ini dinilai strategis untuk membuka akses pasar, investasi, dan kemitraan ekonomi lintas negara.
Dengan kolaborasi ini, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan percepatan pertanian berbasis teknologi, peningkatan ekspor komoditas unggulan, serta pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat perdesaan.
(cip)
Lihat Juga :