Peringati HUT ke-65, Pengurus SOKSI Ziarah ke Makam Suhardiman di Bogor
Rabu, 21 Mei 2025 - 06:58 WIB
loading...
Pengurus dan kader SOKSI ziarah ke makam Letjen (Purn) Suhardiman di Evergreen, Cisarua, Bogor. Foto/istimewa
A
A
A
BOGOR - Pengurus dan kader Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) ziarah ke makam Letjen TNI (Purn) Suhardiman di Evergreen, Cisarua, Bogor.
Ziarah ke makam pendiri Partai Golkar ini dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I, dan Musyawarah Nasional (Munas) XII pada 2025.
Selain itu, ziarah ini menjadi momen penuh makna untuk mengenang dan mendoakan salah satu tokoh utama dalam sejarah politik modern Indonesia yang juga dikenal sebagai peletak dasar ideologi kekaryaan.
Baca juga: Golkar Akui SOKSI di Bawah Kepemimpinan Ahmadi Noor Supit
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Jawa Barat Yod Mintaraga menyampaikan terima kasih atas kehadiran peserta ziarah yang merupakan bagian dari rangkaian resmi kegiatan nasional SOKSI tahun ini.
Yod juga mengapresiasi kehadiran perwakilan keluarga almarhum, termasuk cucu dari Suhardiman, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Airlangga dan Noor Supit Nyanyi Bareng di Panggung Soksi
"Kami bersyukur dapat diberi kesempatan untuk berziarah dan mendoakan almarhum Letjen Suhardiman. Semoga beliau dan keluarga senantiasa mendapat tempat yang layak di sisi-Nya, dan semoga semangat perjuangan beliau bisa terus dilanjutkan, terutama oleh generasi muda SOKSI,” ujar Yod.
Ketua Pelaksana Rapimnas dan Munas SOKSI Ali Ghifar mengenang kedekatan keluarganya dengan almarhum.
“Saya pribadi mengenal beliau sejak kecil. Kakek saya satu angkatan dengan Pak Suhardiman di Akademi Militer Yogyakarta. Sebelum mengenal SOKSI dan Golkar, saya sudah mengenal beliau sebagai pribadi dan sebagai pemikir,” kata Ali.
Ali menambahkan, Suhardiman bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi seorang pemikir besar yang meninggalkan warisan ideologis dan moral yang sangat kuat bagi kader SOKSI di seluruh Indonesia.
“Kita berharap kader-kader SOKSI dari berbagai konsentrasi dapat terus mewarisi semangat perjuangan beliau,” tambahnya.
Perlu diketahui, Letjen (Purn) Suhardiman mendirikan SOKSI pada 1960-an sebagai upaya membendung pengaruh komunisme. Namun, perannya jauh melampaui itu. Suhardiman membentuk SOKSI menjadi ekosistem pengkaderan pemimpin bangsa berdasarkan prinsip kekaryaan.
SOKSI kemudian menjadi salah satu pilar kelahiran Partai Golkar. Meski tidak selalu tampil di panggung kekuasaan, Suhardiman tetap menjadi rujukan pemikiran politik nasional. Bahkan pada saat-saat penting, seperti menjelang Pemilu Presiden 2014, pemimpin nasional seperti mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) pernah berdiskusi langsung dengan Suhardiman.
Salah satu gagasan utama Suhardiman adalah tentang trisula politik—kekuasaan, hukum, dan demokrasi—yang menurutnya harus berjalan seimbang untuk menjaga arah pembangunan bangsa.
Suhardiman juga mengkritisi Reformasi 1998 dan menyerukan perlunya “Reformasi Jilid Dua” untuk menyempurnakan arah perubahan bangsa.
Ziarah ke makam pendiri Partai Golkar ini dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I, dan Musyawarah Nasional (Munas) XII pada 2025.
Selain itu, ziarah ini menjadi momen penuh makna untuk mengenang dan mendoakan salah satu tokoh utama dalam sejarah politik modern Indonesia yang juga dikenal sebagai peletak dasar ideologi kekaryaan.
Baca juga: Golkar Akui SOKSI di Bawah Kepemimpinan Ahmadi Noor Supit
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Jawa Barat Yod Mintaraga menyampaikan terima kasih atas kehadiran peserta ziarah yang merupakan bagian dari rangkaian resmi kegiatan nasional SOKSI tahun ini.
Yod juga mengapresiasi kehadiran perwakilan keluarga almarhum, termasuk cucu dari Suhardiman, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Airlangga dan Noor Supit Nyanyi Bareng di Panggung Soksi
"Kami bersyukur dapat diberi kesempatan untuk berziarah dan mendoakan almarhum Letjen Suhardiman. Semoga beliau dan keluarga senantiasa mendapat tempat yang layak di sisi-Nya, dan semoga semangat perjuangan beliau bisa terus dilanjutkan, terutama oleh generasi muda SOKSI,” ujar Yod.
Ketua Pelaksana Rapimnas dan Munas SOKSI Ali Ghifar mengenang kedekatan keluarganya dengan almarhum.
“Saya pribadi mengenal beliau sejak kecil. Kakek saya satu angkatan dengan Pak Suhardiman di Akademi Militer Yogyakarta. Sebelum mengenal SOKSI dan Golkar, saya sudah mengenal beliau sebagai pribadi dan sebagai pemikir,” kata Ali.
Ali menambahkan, Suhardiman bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi seorang pemikir besar yang meninggalkan warisan ideologis dan moral yang sangat kuat bagi kader SOKSI di seluruh Indonesia.
“Kita berharap kader-kader SOKSI dari berbagai konsentrasi dapat terus mewarisi semangat perjuangan beliau,” tambahnya.
Perlu diketahui, Letjen (Purn) Suhardiman mendirikan SOKSI pada 1960-an sebagai upaya membendung pengaruh komunisme. Namun, perannya jauh melampaui itu. Suhardiman membentuk SOKSI menjadi ekosistem pengkaderan pemimpin bangsa berdasarkan prinsip kekaryaan.
SOKSI kemudian menjadi salah satu pilar kelahiran Partai Golkar. Meski tidak selalu tampil di panggung kekuasaan, Suhardiman tetap menjadi rujukan pemikiran politik nasional. Bahkan pada saat-saat penting, seperti menjelang Pemilu Presiden 2014, pemimpin nasional seperti mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) pernah berdiskusi langsung dengan Suhardiman.
Salah satu gagasan utama Suhardiman adalah tentang trisula politik—kekuasaan, hukum, dan demokrasi—yang menurutnya harus berjalan seimbang untuk menjaga arah pembangunan bangsa.
Suhardiman juga mengkritisi Reformasi 1998 dan menyerukan perlunya “Reformasi Jilid Dua” untuk menyempurnakan arah perubahan bangsa.
(cip)
Lihat Juga :