alexametrics

Panitia Siapkan 500 Kursi dan Semprot Disinfektan Tempat Pemakaman Ibunda Jokowi

loading...
Panitia Siapkan 500 Kursi dan Semprot Disinfektan Tempat Pemakaman Ibunda Jokowi
Berbagai persiapan dilakukan untuk pemakaman ibunda Presiden Joko Widodo alm Sudjiatmi Notomiharjo di pemakaman keluarga di Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020). Foto MNC Media/W Endro
A+ A-
KARANGANYAR - Pemakaman ibunda Presiden Joko Widodo alm Sudjiatmi Notomiharjo akan dilangsungkan di pemakaman keluarga di Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis siang (26/3/2020). (Baca: Presiden Jokowi: Ibunda Sudjiatmi Notomiharjo Telah Mengidap Kanker Sejak 4 Tahun Lalu)

Berbagai persiapan sudah dilakukan petugas untuk Pemakaman Ibunda sudjiatmi, rencananya akan dimakamkan di dalam cungkup berukuran 8 kali 8 meter yang memang diperuntukkan bagi pemakaman keluarga Presiden Jokowi.
Panitia Siapkan 500 Kursi dan Semprot Disinfektan Tempat Pemakaman Ibunda Jokowi

Sesuai permintaan keluarga jenazah Sudjiatmi Notomiharjo akan disemayamkan di sisi timur dekat makam almarhum suaminya, Widjianto Notomiharjo.

Sejumlah 500 kursi disiapkan di sisi timur cungkup untuk pelayat sementara liang lahat sudah disiapkan sejak malam hari. Tujuh orang dikerahkan untuk menggali peristirahatan terakhir ibunda presiden ini.



Tempat cuci tangan, sabun serta hand sanitizer juga sudah disiapkan untuk mencegah potensi penyebaran virus Corona atau COVID-19 yang sedang mewabah. Termasuk dua bilik sterilisasi untuk menyemprot disinfektan kepada para pelayat. Saat prosesi pemakaman para takziah juga diwajibkan untuk menggunakan masker dan sarung tangan.

Hingga berita ini diturunkan, panitia atau pihak yang menangani soal pemakaman tersebut menolak untuk diwawancarai MNC Media.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak