Perseteruan Dua Kerajaan Islam, Sultan Mataram Serang Banten dengan Persetujuan Belanda

Selasa, 13 Mei 2025 - 07:08 WIB
loading...
Perseteruan Dua Kerajaan...
Dua kerajaan Islam besar di Pulau Jawa yakni Mataram dan Banten berperang. Foto/SindoNews
A A A
SEMARANG - Dua kerajaan Islam besar di Pulau Jawa yakni Mataram dan Banten berperang. Peperangan ini terjadi saat Mataram diperintahkan oleh Sultan Amangkurat I , sebagai raja nenggantikan ayahnya Sultan Agung. Serangan diinisiasi oleh Mataram karena Sang Sultan punya alasan kuat.

Menurut Sultan Mataram, ia tak tahan lagi melihat kesombongan orang Banten. Bahkan konon Sultan Amangkurat I juga merasa tersinggung dengan pelanggaran yang dilakukan Banten terhadap rakyat Mataram. Saat itu dikisahkan Banten membunuh rakyatnya di wilayahnya sendiri.

Tetapi atas nasehat Tumenggung Pati, ia akan memberitahukan rencananya tersebut ke pihak Belanda terlebih dahulu. Menurut Tumenggung Pati, tidak mungkin dapat diserang Banten, tanpa persetujuan Batavia.

Baca juga: Meriam Kematian Tanda Arogansi Penguasa Mataram ketika Bertahta

Dikutip SindoNews, Selasa (13/5/2025) dari H.J. De Graaf pada "Disintegrasi Mataram: Di bawah Mangkurat I", penguasa Mataram berhasrat agar Banten bisa tunduk ke Mataram, dan jadi wilayah bawahannya. Hal ini ternyata jelas terjadi ketika Kepala Daerah Semarang menyita dua perahu Banten.

Kemudian menyuruh para penumpangnya pulang kembali, setelah disediakan bagi mereka sebuah perahu tua dengan sedikit air dan beras. Mereka menyampaikan pesan kepada Sultan Mataram bahwa kalau ia tidak cepat-cepat datang untuk memberi sembah kepada Sunan, maka bentengnya akan dihancurkan. Sultan sudah tentu tidak datang.

Baca juga: Kisah Perang Dahsyat Mataram Gempur Blambangan dengan Mengerahkan Meriam Raksasa

Beberapa waktu kemudian terdapat berita yang menyatakan bahwa Sunan sekitar awal November 1657, disaksikan oleh keempat penguasa pantai mengusulkan untuk mengirimkan tentara ke Banten guna menaklukkannya. Mungkin ini akan benar-benar terjadi, kalau Tumenggung Pati tidak memberanikan diri untuk berkata bahwa mereka harus dimaafkan karena menganut agama yang sama.

Perselisihan-perselisihan hanya timbul di kalangan rakyat biasa. Tetapi Tumenggung Pati itu merasa pasti, dan berani mengemukakan dirinya sebagai jaminan, bahwa Sultan Banten hanya berusaha supaya tidak kehilangan muka di hadapan Susuhunan.

Untuk mendukung pernyataannya ini dikemukakannya alasan-alasan lain. Sesungguhnya ia dapat pula menambahkan keterangan bahwa waktunya sudah menjelang akhir tahun, dan bahkan akan merupakan tindakan nekat untuk melakukan serangan terhadap Banten tanpa bantuan Pemerintah Kompeni. Setelah itu serangan besar terhadap Banten ditangguhkan, dan sebuah ekspedisi kecil sajalah yang dikirimkan ke Karawang.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Kisah Bung Tomo Mengenyam...
Kisah Bung Tomo Mengenyam Pendidikan di Sekolah Elite Belanda, Keluarganya Ternyata Pejabat Polisi
Kisah Penyamaran Untung...
Kisah Penyamaran Untung Surapati, dari Jualan Sirih hingga Kumpulkan Pasukan Pejuang di Batavia
Kisah Strategi Cerdik...
Kisah Strategi Cerdik Panembahan Senopati Bikin Pasukan Pajang Kabur dari Mataram
Rebutan Takhta hingga...
Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Sejarah Kerajaan-Kerajaan...
Sejarah Kerajaan-Kerajaan Islam dan Peninggalannya di Nusantara
Dukung Repatriasi Kekayaan...
Dukung Repatriasi Kekayaan Bangsa, Garuda Pulangkan Koleksi Sejarah dari Belanda
Rekomendasi
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Infografis
Balas Dendam, Rusia...
Balas Dendam, Rusia Serang Ukraina dengan 43 Rudal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved