Kertanagara Raja Singasari yang Pernah Berkuasa di Daha, tapi Tamat Riwayatnya Diserang Kediri

Minggu, 11 Mei 2025 - 08:38 WIB
loading...
Kertanagara Raja Singasari...
Kerajaan Kediri dan Singasari, menjadi kaitan keduanya, di mana kedua wilayah ini pernah saling serang demi sebuah kedaulatan sebagai suatu wilayah. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A A A
Malang dan Kediri memiliki hubungan erat kaitannya sejarah dua kerajaan besar di Pulau Jawa. Kerajaan Kediri dan Singasari, menjadi kaitan keduanya, di mana kedua wilayah ini pernah saling serang demi sebuah kedaulatan sebagai suatu wilayah.

Di masa Kerajaan Singasari atau yang dahulunya bernama Tumapel. Beberapa rajanya pernah berkuasa di Daha, yang kala itu menjadi wilayah bawahan setelah Kediri ditaklukkan oleh Ken Arok.

Namun pertumpahan darah di Singasari dan kudeta kekuasaan sempat membuat tak stabil, hingga akhirnya di masa Wisnuwardhana, bisa disatukan. Penyatuan dua wilayah Singasari dan Kediri kala itu tercatat juga dalam Prasasti Mula-Malurung, serta dua Kakawin Nagarakretagama dan Pararaton.

Baca juga: Kisah Letusan Gunung Kelud Nyaris Tewaskan Tunggul Ametung Penguasa Tumapel yang Arogan

Wisnuwardhana berdasarkan Prasasti Mula-Malurung masih berkuasa di Tumapel dan menunjuk Kertanagara, sebagai raja bawahan di Daha, Kediri. Wisnuwardhana masih berkuasa mutlak di Tumapel, yang kala itu ibu kota Kutaraja berganti menjadi Singasari.

Wilayah kekuasaan Wisnuwardhana termasuk Janggala dan Panjalu, sebagaimana dikutip dari "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" dari sejarawan Prof. Slamet Muljana.

Kertanagara merupakan anak dari Wisnuwardhana dari hasil perkawinannya dengan permaisuri Waning Hyun, sehingga Kertanagara mempunyai kedudukan sebagai raja mahkota, mengepalai raja-raja bawahan lainnya.

Sebagai raja bawahan yang memerintah Daha, ia mempunyai hak untuk mengeluarkan prasasti di wilayahnya. Hal itu memang terjadi. Prasasti Pakis Wetan, bertarikh 8 Februari 1267, dan prasasti Penampihan, bertarikh 13 Oktober 1269, kedua-duanya dikeluarkan oleh Raja Kertanagara pada waktu Raja Wisnuwardhana masih hidup.

Baru sepeninggal Raja Wisnuwardhana pada 1270, Kertanagara bertindak sebagai raja agung menguasai Singasari dan Kediri seperti mendiang Wisnuwardhana. Saat pemerintahan awalnya ia dibantu oleh seorang mahamenteri senior bernama Mpu Raganata, sebagaimana dituliskan pada Kidung Panji Wijayakrama Pupuh 1.

Mpu Raganata adalah orang bijak, jujur, dan pemberani. Tanpa tedeng aling-aling, ia berani mengemukakan keberatan-keberatannya terhadap sikap dan pimpinan sang prabu. Hubungannya dengan Prabu Kertanagara disamakan dengan hubungan Patih Sri Laksmikirana dengan Prabu Sri Cayapurusa dalam cerita Singhalanggala.

Di masa Kertanagara pula, Singasari mengakhiri riwayatnya karena serangan dari Jayakatwang. Konon Jayakatwang yang masih keluarga dari Kertanagara, berkuasa di Daha, wilayah yang saat bawahan dari Kerajaan Singasari.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Nadiem Sambut Pengembalian...
Nadiem Sambut Pengembalian 4 Arca yang 3 Abad Disimpan di Belanda
Setelah 3 Abad di Belanda,...
Setelah 3 Abad di Belanda, Satu Arca Candi Singosari Kembali ke Tanah Air
Posisi Arca Dwarapala...
Posisi Arca Dwarapala Peninggalan Kerajaan Singasari Bergeser, BPCB Lakukan Ekskavasi
Rekomendasi
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Berita Terkini
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Mahasiswa Bakal Demo...
Mahasiswa Bakal Demo di 3 Titik Jakarta, Rekayasa Lalin Diberlakukan Situasional
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved