Tiba di Aksi May Day 2025 Monas, Prabowo Sapa dan Salami Buruh
Kamis, 01 Mei 2025 - 10:53 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (1/5/2025). Foto: iNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (1/5/2025). Prabowo mengenakan pakaian berwarna cokelat dan biru.
Setibanya di lokasi, Prabowo menyapa buruh yang berada di lapangan Monas. Dia menyalami hingga meladeni permintaan foto bersama dari massa buruh.
Baca juga: Menteri Kabinet Merah Putih hingga Pimpinan DPR-MPR Hadiri Hari Buruh 2025 di Monas
Prabowo didampingi sejumlah pimpinan massa buruh dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebelumnya, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyampaikan 6 isu saat puncak Hari Buruh Internasional. "Yang pertama, hapus outsourcing. Yang kedua upah layak. Yang ketiga adalah bentuk Satgas PHK (pemutusan hubungan kerja)," ujar Said.
Poin keempat, buruh bakal menyuarakan agar pemerintah mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang baru.
Mereka berharap RUU itu benar-benar melindungi buruh, bukan omnibus law. Berikutnya, buruh menuntut pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
"Dan yang keenam adalah berantas korupsi, sahkan RUU Perampasan Aset," tambah Said.
Setibanya di lokasi, Prabowo menyapa buruh yang berada di lapangan Monas. Dia menyalami hingga meladeni permintaan foto bersama dari massa buruh.
Baca juga: Menteri Kabinet Merah Putih hingga Pimpinan DPR-MPR Hadiri Hari Buruh 2025 di Monas
Prabowo didampingi sejumlah pimpinan massa buruh dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebelumnya, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyampaikan 6 isu saat puncak Hari Buruh Internasional. "Yang pertama, hapus outsourcing. Yang kedua upah layak. Yang ketiga adalah bentuk Satgas PHK (pemutusan hubungan kerja)," ujar Said.
Poin keempat, buruh bakal menyuarakan agar pemerintah mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang baru.
Mereka berharap RUU itu benar-benar melindungi buruh, bukan omnibus law. Berikutnya, buruh menuntut pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
"Dan yang keenam adalah berantas korupsi, sahkan RUU Perampasan Aset," tambah Said.
(jon)
Lihat Juga :