Budaya Nikah ala Sasak Ditampilkan di Halalbihalal Masyarakat Lombok Diaspora
Minggu, 27 April 2025 - 20:17 WIB
loading...
Budaya asli masyarakat Sasak yakni budaya Pernikahan Adat Ala Lombok ditampilkan pada acara halalbihalal Masyarakat Lombok Diaspora. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Budaya asli masyarakat Sasak yakni budaya Pernikahan Adat Ala Lombok ditampilkan pada acara halalbihalal Himpunan Masyarakat Lombok (Himalo), Garda Sasak Indonesia (GSI), dan Laskar Sasak yang tergabung dalam Masyarakat Lombok Diaspora. Dalam acara yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (27/4/2025), penampilan prosesi adat istiadat ini dipandu langsung tokoh adat yang datang dari kampung halaman.
Mereka tergabung dalam Masyarakat Adat Sasak (MAS). Acara ini juga dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan masyarakat NTB, khususnya diaspora Lombok. Ketua Umum Himpunan Masyarakat Lombok (Himalo) Karman BM menjelaskan, budaya Sasak yang ditampilkan dalam halalbihalal ini adalah Sorong Serah Aji Krame yakni rangkaian Adat Sasak yang dilaksanakan setelah acara pernikahan yang sah secara Islam.
"Sorong Serah Aji Krame ini merupakan Sidang Adat yang dilaksanakan oleh para tokoh Adat Suku Sasak untuk mendeklarasikan dan menyerahkan beban tanggung jawab moral terhadap Mempelai Laki-laki untuk mengemban status sosialnya di dalam berkeluarga dan bermasyarakat," ujarnya di TMII.
Baca juga: Perjalanan 7 Tahun Pulihkan Pendidikan Lombok lewat CSR Berkelanjutan di Pesantren
Prosesi adat lainnya adalah 'Nyongkolan' yakni bentuk sosialisasi atau menyampaikan pengumuman kepada masyarakat telah terjalin silaturrahmi yang kuat antara keluarga mempelai laki-laki dan perempuan yang didukung oleh masyarakat, sehingga kedua mempelai telah diketahui dan dimaklumi sudah berumah tangga.
Mereka tergabung dalam Masyarakat Adat Sasak (MAS). Acara ini juga dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan masyarakat NTB, khususnya diaspora Lombok. Ketua Umum Himpunan Masyarakat Lombok (Himalo) Karman BM menjelaskan, budaya Sasak yang ditampilkan dalam halalbihalal ini adalah Sorong Serah Aji Krame yakni rangkaian Adat Sasak yang dilaksanakan setelah acara pernikahan yang sah secara Islam.
"Sorong Serah Aji Krame ini merupakan Sidang Adat yang dilaksanakan oleh para tokoh Adat Suku Sasak untuk mendeklarasikan dan menyerahkan beban tanggung jawab moral terhadap Mempelai Laki-laki untuk mengemban status sosialnya di dalam berkeluarga dan bermasyarakat," ujarnya di TMII.
Baca juga: Perjalanan 7 Tahun Pulihkan Pendidikan Lombok lewat CSR Berkelanjutan di Pesantren
Prosesi adat lainnya adalah 'Nyongkolan' yakni bentuk sosialisasi atau menyampaikan pengumuman kepada masyarakat telah terjalin silaturrahmi yang kuat antara keluarga mempelai laki-laki dan perempuan yang didukung oleh masyarakat, sehingga kedua mempelai telah diketahui dan dimaklumi sudah berumah tangga.
Lihat Juga :