Wabup Belitung: Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tingkatkan Kualitas Hidup
Kamis, 24 April 2025 - 13:15 WIB
loading...
Wakil Bupati Kabupaten Belitung Syamsir mengatakan, Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sukses meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Foto/SindoNews
A
A
A
BABEL - Wakil Bupati Kabupaten Belitung Syamsir mengatakan, Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sukses meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Negeri Laskar Pelangi. Untuk itu, Syamsir mengajak masyarakat memanfaatkan Program PKG untuk mendeteksi dini penyakit.
"Kami mengajak masyarakat memanfaatkan Program PKG ini minimal sekali dalam setahun," kata Syamsir, Kamis (24/4/2025).
Syamsir menyebut, Program PKG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program pemerintah ini bertujuan guna memberikan akses layanan kesehatan yang lebih merata, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan karena faktor ekonomi atau geografis.
Baca juga: Budiman Sudjatmiko Sebut Cek Kesehatan Gratis Cegah Orang Jatuh Miskin
"Kami harapkan masyarakat Belitung khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya benar-benar memanfaatkan program tersebut minimal sekali dalam setahun," paparnya.
Syamsir menambahkan, hal ini menjadi langkah penting guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Syamsir menegaskan, Pemerintah Kabupaten Belitung sangat mendukung Program PKG ini. “Dengan pemeriksaan kesehatan rutin, masyarakat dapat mendeteksi dini berbagai penyakit yang berpotensi membahayakan serta mendapatkan pengobatan lebih cepat untuk menghindari komplikasi lebih lanjut,” katanya.
Baca juga: Presiden Prabowo Lantik Gubernur-Wagub Papua Pegunungan dan Babel 2025-2030
Sampai saat ini pemanfaatan Program PKG di Belitung sudah berjalan cukup baik. Masyarakat Belitung sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Sejak diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung pada 19 Februari 2025 lalu, program ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang mendaftar.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Belitung, jumlah sasaran program ini adalah 189.389 orang. Hingga 23 April 2025 jumlah masyarakat yang sudah mendaftar dalam program di Kabupaten Belitung adalah Sebanyak 1.074 orang dan yang telah hadir memeriksakan kesehatan mereka lewat program CKG ini sebanyak 822 orang.
Program PKG dilaksanakan di sebanyak sembilan Puskesmas yang tersebar di lima Kecamatan yakni Puskesmas Tanjungpandan terdaftar 217 orang, hadir 171 orang, Puskesmas Air Saga terdaftar 38 orang, hadir 19 orang, Puskesmas Perawas terdaftar 34 orang, hadir 15 orang, Puskesmas Badau terdaftar 400 orang, hadir 377 orang, Puskesmas Sijuk terdaftar 54 orang, hadir 39 orang.
Selanjutnya Puskesmas Tanjung Binga terdaftar 170 orang, hadir 77 orang, Puskesmas Membalong terdaftar 11 orang, hadir, 10 orang, Puskesmas Selat Nasik terdaftar 135 orang, hadir 108 orang, dan Puskemas Simpang Rusa terdaftar 15 orang, hadir 6 orang.
"Program PKG ini sangat bagus sekali untuk mengetahui lebih dini penyakit yang di derita sehingga dapat diobati lebih cepat dan mudah untuk disembuhkan," paparnya.
Untuk itu, Syamsir terus mendorong Dinas Kesehatan Belitung mensosialisasikan dan mempromosikan program ini kepada masyarakat. "Memang perlu sosialisasi dan promosi sehingga masyarakat akan lebih banyak mengetahui dan memanfaatkan program PKG ini," tutupnya.
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Achmad Hamzah menilai program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya para lanjut usia (lansia).
"Saya menilai program ini tentunya sangat luar biasa sekali karena ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mereka dan mengetahui risiko penyakit sedini mungkin," tandasnya.
Hamzah juga berpesan kepada para petugas kesehatan di puskesmas atau puskesmas pembantu (Pustu) dapat melayani masyarakat yang ingin mengikuti program ini dengan pelayanan yang baik dan penuh keramahan. "Kami berharap petugas sudah siap melayani masyarakat guna menuju Indonesia sehat dan pada 2045 akan sampai pada Indonesia Emas," ucapnya.
Kepala Puskesmas Badau, Kabupaten Belitung dr. Jubel T.H Gultom mengatakan, guna meningkatkan realisasi capaian Program PKG di Belitung pihaknya turun langsung ke desa-desa. Salah satunya turun ke puskesmas pembantu yang terletak di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau beberapa hari lalu.
"Kami jemput bola atau turun langsung ke lapangan karena Desa Pegantungan ini jaraknya jauh ke Puskemas Badau sekitar 50 kilometer," pungkasnya.
Aksi jemput bola ini ternyata berhasil menempatkan Puskemas Badau di posisi teratas realisasi capaian Program PKG per 23 April 2025 yakni 400 orang yang mendaftar dan 377 orang atau 94,25% di antaranya telah hadir memeriksakan kondisi kesehatan mereka. "Kami terus mengimbau warga untuk memanfaatkan program ini sebagai upaya mengidentifikasi risiko penyakit," ungkapnya.
"Kami mengajak masyarakat memanfaatkan Program PKG ini minimal sekali dalam setahun," kata Syamsir, Kamis (24/4/2025).
Syamsir menyebut, Program PKG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program pemerintah ini bertujuan guna memberikan akses layanan kesehatan yang lebih merata, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan karena faktor ekonomi atau geografis.
Baca juga: Budiman Sudjatmiko Sebut Cek Kesehatan Gratis Cegah Orang Jatuh Miskin
"Kami harapkan masyarakat Belitung khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya benar-benar memanfaatkan program tersebut minimal sekali dalam setahun," paparnya.
Syamsir menambahkan, hal ini menjadi langkah penting guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Syamsir menegaskan, Pemerintah Kabupaten Belitung sangat mendukung Program PKG ini. “Dengan pemeriksaan kesehatan rutin, masyarakat dapat mendeteksi dini berbagai penyakit yang berpotensi membahayakan serta mendapatkan pengobatan lebih cepat untuk menghindari komplikasi lebih lanjut,” katanya.
Baca juga: Presiden Prabowo Lantik Gubernur-Wagub Papua Pegunungan dan Babel 2025-2030
Sampai saat ini pemanfaatan Program PKG di Belitung sudah berjalan cukup baik. Masyarakat Belitung sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Sejak diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung pada 19 Februari 2025 lalu, program ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang mendaftar.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Belitung, jumlah sasaran program ini adalah 189.389 orang. Hingga 23 April 2025 jumlah masyarakat yang sudah mendaftar dalam program di Kabupaten Belitung adalah Sebanyak 1.074 orang dan yang telah hadir memeriksakan kesehatan mereka lewat program CKG ini sebanyak 822 orang.
Program PKG dilaksanakan di sebanyak sembilan Puskesmas yang tersebar di lima Kecamatan yakni Puskesmas Tanjungpandan terdaftar 217 orang, hadir 171 orang, Puskesmas Air Saga terdaftar 38 orang, hadir 19 orang, Puskesmas Perawas terdaftar 34 orang, hadir 15 orang, Puskesmas Badau terdaftar 400 orang, hadir 377 orang, Puskesmas Sijuk terdaftar 54 orang, hadir 39 orang.
Selanjutnya Puskesmas Tanjung Binga terdaftar 170 orang, hadir 77 orang, Puskesmas Membalong terdaftar 11 orang, hadir, 10 orang, Puskesmas Selat Nasik terdaftar 135 orang, hadir 108 orang, dan Puskemas Simpang Rusa terdaftar 15 orang, hadir 6 orang.
"Program PKG ini sangat bagus sekali untuk mengetahui lebih dini penyakit yang di derita sehingga dapat diobati lebih cepat dan mudah untuk disembuhkan," paparnya.
Untuk itu, Syamsir terus mendorong Dinas Kesehatan Belitung mensosialisasikan dan mempromosikan program ini kepada masyarakat. "Memang perlu sosialisasi dan promosi sehingga masyarakat akan lebih banyak mengetahui dan memanfaatkan program PKG ini," tutupnya.
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Achmad Hamzah menilai program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya para lanjut usia (lansia).
"Saya menilai program ini tentunya sangat luar biasa sekali karena ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mereka dan mengetahui risiko penyakit sedini mungkin," tandasnya.
Hamzah juga berpesan kepada para petugas kesehatan di puskesmas atau puskesmas pembantu (Pustu) dapat melayani masyarakat yang ingin mengikuti program ini dengan pelayanan yang baik dan penuh keramahan. "Kami berharap petugas sudah siap melayani masyarakat guna menuju Indonesia sehat dan pada 2045 akan sampai pada Indonesia Emas," ucapnya.
Kepala Puskesmas Badau, Kabupaten Belitung dr. Jubel T.H Gultom mengatakan, guna meningkatkan realisasi capaian Program PKG di Belitung pihaknya turun langsung ke desa-desa. Salah satunya turun ke puskesmas pembantu yang terletak di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau beberapa hari lalu.
"Kami jemput bola atau turun langsung ke lapangan karena Desa Pegantungan ini jaraknya jauh ke Puskemas Badau sekitar 50 kilometer," pungkasnya.
Aksi jemput bola ini ternyata berhasil menempatkan Puskemas Badau di posisi teratas realisasi capaian Program PKG per 23 April 2025 yakni 400 orang yang mendaftar dan 377 orang atau 94,25% di antaranya telah hadir memeriksakan kondisi kesehatan mereka. "Kami terus mengimbau warga untuk memanfaatkan program ini sebagai upaya mengidentifikasi risiko penyakit," ungkapnya.
(cip)
Lihat Juga :