Bandung Diserbu Wisatawan saat Libur Paskah, Lalu Lintas Padat Merayap
Sabtu, 19 April 2025 - 17:14 WIB
loading...
Ribuan kendaraan memadati Jalan Dokter Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung saat libur panjang memperingati Paskah dan akhir pekan, Sabtu (19/4/2025). Foto/Agus Warsudi
A
A
A
BANDUNG - Libur panjang memperingati Paskah dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Kota Bandung. Arus lalu lintas di jalan-jalan protokol pun padat merayap, Sabtu (19/4/2025).
Kepadatan terjadi sejak Kamis (17/4/2025) petang, terutama di gerbang tol, seperti Pasteur, Buahbatu, M Toha, dan Kopo. Sebagian besar kendaraan roda empat yang masuk Kota Bandung berasal dari kawasan Jabodetabek.
Baca juga: Long Weekend di Bandung, Kawasan Braga Dipadati Wisatawan
Ribuan kendaraan wisatawan itu mengarah ke kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tak sedikit pula yang mengarah ke kawasan wisata Pangalengan dan Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Untuk mengatasi kepadatan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jabar Kombes Dodi Darjanto mengatakan, Polda Jabar menerjunkan sekitar 500 anggota yang disebar di beberapa titik rawan macet. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu penerapan rekayasa lalin berjalan sesuai rencana.
"Pengamanan disiapkan utk meningkatkan kelancaran dan keselamatan lalulintas sampai saat ini aman terkendali. Sekitar 500 anggota kepolisian lalu lintas dikerahkan," kata Dodi Darjanto, Sabtu (19/4/2025).
Baca juga: Berkat Whoosh, Jumlah Kunjungan Wisatawan di Bandung Bertambah
Skema ganjil genap dan buka tutup diterapkan di kawasan wisata Puncak, Bogor dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Skema ini efektif mengurai kepadatan saat momen libur panjang.
"Skema sama seperti buka tutup jalur diterapkan di Puncak dan Lembang untuk memperlancar arus saat libur panjang," ujar Dirlantas.
Sementara itu, Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Alvin Andituahta Singarimbun dalam keterangan resmi mengatakan, berdasarkan data terakhir Jasamarga, volume kendaraan dari Jakarta yang menuju Jawa Barat mengalami kenaikkan 12,21 persen dari 67.963 menjadi 76.258 kendaraan.
Sedangkan dari arah sebaliknya yang menunju ke Jakarta bertambah dari 55.021 menjadi 62.087 kendaraan atau naik 12,84 persen. Kendaraan terdistribusi melalui dua tol, yaitu gerbang Tol Cileunyi dan Gerbang Tol Pasteur.
Volume kendaraan menuju Bandung atau Jakarta di GT Cileunyi tercatat juga mengalami kenaikkan 16,43 persen dari 26.398 menjadi 30.736 kendaraan.
Sedangkan volume lalu lintas transaksi dari arah sebaliknya atau yang menuju Rancaekek, Garut dan sekitarnya melalui GT Cileunyi tercatat 37.457 kendaraan.
"Naik sebesar 27.18% dibanding lalu lintas normal sebanyak 29.453 kendaraan," kata Alvin.
Sementara itu, di GT Pasteur kendaraan yang meninggalkan Kota Bandung naik 9,53 persen dari 28.623 saat normal menjadi 31.351 kendaraan.
"Jumlah kendaraan yang menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat 38.801 unit atau naik sebesar 0,76 persen dibanding lalu lintas normal 38.510 unit," ujarnya.
Kepadatan terjadi sejak Kamis (17/4/2025) petang, terutama di gerbang tol, seperti Pasteur, Buahbatu, M Toha, dan Kopo. Sebagian besar kendaraan roda empat yang masuk Kota Bandung berasal dari kawasan Jabodetabek.
Baca juga: Long Weekend di Bandung, Kawasan Braga Dipadati Wisatawan
Ribuan kendaraan wisatawan itu mengarah ke kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tak sedikit pula yang mengarah ke kawasan wisata Pangalengan dan Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Untuk mengatasi kepadatan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jabar Kombes Dodi Darjanto mengatakan, Polda Jabar menerjunkan sekitar 500 anggota yang disebar di beberapa titik rawan macet. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu penerapan rekayasa lalin berjalan sesuai rencana.
"Pengamanan disiapkan utk meningkatkan kelancaran dan keselamatan lalulintas sampai saat ini aman terkendali. Sekitar 500 anggota kepolisian lalu lintas dikerahkan," kata Dodi Darjanto, Sabtu (19/4/2025).
Baca juga: Berkat Whoosh, Jumlah Kunjungan Wisatawan di Bandung Bertambah
Skema ganjil genap dan buka tutup diterapkan di kawasan wisata Puncak, Bogor dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Skema ini efektif mengurai kepadatan saat momen libur panjang.
"Skema sama seperti buka tutup jalur diterapkan di Puncak dan Lembang untuk memperlancar arus saat libur panjang," ujar Dirlantas.
Sementara itu, Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Alvin Andituahta Singarimbun dalam keterangan resmi mengatakan, berdasarkan data terakhir Jasamarga, volume kendaraan dari Jakarta yang menuju Jawa Barat mengalami kenaikkan 12,21 persen dari 67.963 menjadi 76.258 kendaraan.
Sedangkan dari arah sebaliknya yang menunju ke Jakarta bertambah dari 55.021 menjadi 62.087 kendaraan atau naik 12,84 persen. Kendaraan terdistribusi melalui dua tol, yaitu gerbang Tol Cileunyi dan Gerbang Tol Pasteur.
Volume kendaraan menuju Bandung atau Jakarta di GT Cileunyi tercatat juga mengalami kenaikkan 16,43 persen dari 26.398 menjadi 30.736 kendaraan.
Sedangkan volume lalu lintas transaksi dari arah sebaliknya atau yang menuju Rancaekek, Garut dan sekitarnya melalui GT Cileunyi tercatat 37.457 kendaraan.
"Naik sebesar 27.18% dibanding lalu lintas normal sebanyak 29.453 kendaraan," kata Alvin.
Sementara itu, di GT Pasteur kendaraan yang meninggalkan Kota Bandung naik 9,53 persen dari 28.623 saat normal menjadi 31.351 kendaraan.
"Jumlah kendaraan yang menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat 38.801 unit atau naik sebesar 0,76 persen dibanding lalu lintas normal 38.510 unit," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :