2 Jenazah Korban Pembunuhan KKB di Yahukimo Diautopsi, Terdapat Luka Parah di Sekujur Tubuh
Jum'at, 11 April 2025 - 21:10 WIB
loading...
Petugas mengevakuasi jenazah korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh KKB di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Foto/Ist
A
A
A
JAYAPURA - Hasil visum dua jenazah korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan menunjukkan luka parah di sekujur tubuh.
Direktur RSUD Dekai, dr. Glent M. Nurtanio mengatakan, korban pertama merupakan laki-laki yang ditemukan mengenakan sepatu boots hijau, kaus kaki merah, celana pendek, dan kaus lengan panjang hitam.
Baca juga: 11 Warga Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Diduga Dibunuh KKB
"Ia mengalami luka parah di wajah, luka robek pada leher, bagian pipi kiri hingga leher bawah hilang, luka tusuk di perut kiri, dan luka bacok di punggung," katanya kepada wartawan, Jumat (11/4/2025).
"Korban kedua, juga laki-laki, mengenakan boots hijau, celana pendek bermotif kotak putih dilapisi celana panjang cokelat, dan tiga lapis kaus," sambungnya.
Dia mengalami luka tusuk tombak di dada, anak panah bersarang di perut kanan, tangan kanan dan kiri terputus, luka terbuka di punggung, luka robek di tengkuk leher, dan sejumlah luka memar lainnya.
Adapun jenazah tiba di RSUD Dekai pada Kamis, 10 April 2025, pukul 15.30 WIT dan langsung masuk ke kamar jenazah. Dari pemeriksaan awal kami temukan bahwa proses dekomposisi telah berlangsung.
Baca juga: 11 Orang Tewas oleh KKB, Menko Polkam: Pengamanan Daerah Rawan Akan Ditingkatkan
"Ditandai dengan pembengkakan tubuh, kulit ari mengelupas, perubahan warna kulit, dan banyaknya larva atau belatung. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang mengeluarkan gas dari dalam tubuh," kata Glent.
Dia menambahkan bahwa keterbatasan fasilitas, terutama lemari pendingin, menjadi tantangan dalam penanganan jenazah.
"Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin, dan jenazah segera dimakamkan untuk mencegah risiko infeksius yang terus berkembang," jelas Glent.
Direktur RSUD Dekai, dr. Glent M. Nurtanio mengatakan, korban pertama merupakan laki-laki yang ditemukan mengenakan sepatu boots hijau, kaus kaki merah, celana pendek, dan kaus lengan panjang hitam.
Baca juga: 11 Warga Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Diduga Dibunuh KKB
"Ia mengalami luka parah di wajah, luka robek pada leher, bagian pipi kiri hingga leher bawah hilang, luka tusuk di perut kiri, dan luka bacok di punggung," katanya kepada wartawan, Jumat (11/4/2025).
"Korban kedua, juga laki-laki, mengenakan boots hijau, celana pendek bermotif kotak putih dilapisi celana panjang cokelat, dan tiga lapis kaus," sambungnya.
Dia mengalami luka tusuk tombak di dada, anak panah bersarang di perut kanan, tangan kanan dan kiri terputus, luka terbuka di punggung, luka robek di tengkuk leher, dan sejumlah luka memar lainnya.
Adapun jenazah tiba di RSUD Dekai pada Kamis, 10 April 2025, pukul 15.30 WIT dan langsung masuk ke kamar jenazah. Dari pemeriksaan awal kami temukan bahwa proses dekomposisi telah berlangsung.
Baca juga: 11 Orang Tewas oleh KKB, Menko Polkam: Pengamanan Daerah Rawan Akan Ditingkatkan
"Ditandai dengan pembengkakan tubuh, kulit ari mengelupas, perubahan warna kulit, dan banyaknya larva atau belatung. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang mengeluarkan gas dari dalam tubuh," kata Glent.
Dia menambahkan bahwa keterbatasan fasilitas, terutama lemari pendingin, menjadi tantangan dalam penanganan jenazah.
"Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin, dan jenazah segera dimakamkan untuk mencegah risiko infeksius yang terus berkembang," jelas Glent.
(shf)
Lihat Juga :