Dugaan Sperma 2 Pria di Tubuh Korban Pemerkosaan Dokter PPDS, Dirreskrimum: Kami Tes DNA

Kamis, 10 April 2025 - 15:59 WIB
loading...
Dugaan Sperma 2 Pria...
Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan mengatakan, penyidik melakukan tes DNA terhadap sperma yang ada di tubuh korban pemerkosaan Dokter PPDS. Foto/SindoNews
A A A
BANDUNG - Informasi beredar di media sosial menyebutkan terdapat cairan sperma dari dua pria di tubuh FH,21, korban pemerkosaan Priguna Anugrah Pratama atau PAP,31, dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Untuk memastikannya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar melakukan tes DNA terhadap sampel sperma di tubuh korban. Tes DNA juga dilakukan untuk mendapatkan bukti kuat tersangka Priguna adalah pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap korban.

"Nah soal tadi yang sperma, kemarin kami sudah disimpan dibekukan. Kan harus diuji. (Sperma) dari di kemaluan korban, uji DNA korban, dan juga yang di kontrasepsi itu. Jadi ini (sampel sperma) kami kirim ke laboratorium," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar Kombes Pol Surawan, Kamis (10/4/2025).

Baca juga: Fakta Baru Dokter Pemerkosa di RSHS Bandung Nikmati Fantasi Seksual Lihat Orang Pingsan

Surawan menyatakan, saat ini kondisi korban FH telah membaik tapi masih sedikit trauma. Korban FH diperkosa pelaku Priguna selama tiga jam di lantai 7 Gedung MCHC dari pukul 00.30 hingga 03.30 WIB.

Interaksi antara pelaku PAP dengan korban FH tidak lama. Mereka bertemu di IGD RSHS sekitar pukul 17.00 WIB. Korban datang ke RSHS mengantarkan ayahnya yang tengah kritis dan butuh transfusi darah. "Karena bapaknya kritis, anaknya saja yang (menyumbangkan darahnya). Begitu," tutur Dirreskrimum.

Baca juga: Dokter PPDS Anastesi Unpad Memperkosa Keluarga Pasien, Wamenkes: Izin Praktik Pelaku Dicabut!

Sekitar pukul 01.00 WIB, pelaku membawa korban ke lantai 7 Gedung MCHC RSHS. Korban tidak tahu tujuan pelaku membawanya ke ruangan yang belum dipakai tersebut.

"Pelaku memanfaatkan kondisi kritis ayah korban. Dengan dalih transfusi darah, pelaku membius lalu memperkosa korban dari pukul setengah satu hingga setengah empat," ucapnya.

Anehnya, aksi bejat pelaku yang berlangsung cukup lama tidak diketahui oleh dokter atau paramedis. Menurut Dirreskrimum, itu terjadi karena pelaku membawa korban ke ruangan yang belum dipakai.

"Itu (lokasi kejadian ruangan di lantai 7 Gedung MCHC memang ruangan belum pakai, itu ruangan baru. Rencananya ruangan itu untuk operasi khusus perempuan. Jadi itu belum pakai," ujarnya.

Ditanya tentang penangkapan pelaku, Kombes Pol Surawan menyatakan, Priguna Anugrah Pratama yang merupakan warga Pontianak, Kalimantan Barat tersebut ditangkap di sebuah apartemen pada 23 Maret 2025 atau lima hari setelah pemerkosaan terjadi dan dilaporkan oleh keluarga korban ke Ditreskrimum Polda Jabar.

Sebelum ditangkap, tersangka Priguna mencoba bunuh diri dengan menyayat urat nadi tangan setelah tahu aksi bejatnya terbongkar. "Pelaku ditangkap di apartemen tanggal 23 Maret. Sebelumnya, pelaku sempat mau bunuh diri, memotong nadi," tutur Kombes Surawan.

Surawan menyatakan, pelaku terbukti membawa kondom sehingga diduga pemerkosaan terhadap korban FH (21) telah direncanakan. "Iya, bawa," ucapnya.

Selain tes DNA, penyidik Ditreskrimum Polsa Jabar juga akan melakukan pemeriksaan psikologi Priguna Anugrah Pratama, tersangka pemerkosaan pasien RSHS Bandung. Sebab, berdasarkan pemeriksaan penyidik, tersangka Priguna diduga mengidap kelainan seksual.

Pelaku memiliki fantasi seksual menikmati berhubungan intim dengan perempuan yang sedang dalam kondisi tak sadarkan diri.

"Dari pemeriksaan beberapa hari ini memang kecenderungan pelaku ini mengalami sedikit kelainan dari segi seksual. Nanti akan diperkuat dengan pemeriksaan psikologi forensik, untuk tambahan pemeriksaan sehingga kita menguatkan adanya kecenderungan kelainan seksual pelaku," katanya.

Bahkan, untuk melancarkan aksi bejatnya itu, tersangka Priguna telah membawa alat kontrasepsi kondom. "Pelaku bawa (kondom)," paparnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pimpinan Padepokan Padang...
Pimpinan Padepokan Padang Ati Diciduk Polisi terkait Kasus Pencabulan, 350 Santri Dipulangkan
LPSK Telusuri Jumlah...
LPSK Telusuri Jumlah Pasti Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
Dampingi Korban Kekerasan...
Dampingi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Pati, Eva Monalisa: Kami Kawal Sampai Tuntas!
Tersangka sejak 2025,...
Tersangka sejak 2025, Polisi Intensifkan Buru DPO Kekerasan Seksual di Jakut
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Kasus Kekerasan Seksual...
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, Selly Ingatkan Menghalangi Penyidikan Bisa Dipenjara 5 Tahun
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Rekomendasi
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Berita Terkini
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Infografis
2 Alasan Hamas Sudah...
2 Alasan Hamas Sudah Memiliki Kendali Penuh di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved