alexametrics

136 Balita Terjangkit Demam Berdarah di Kabupaten Belu NTT

loading...
136 Balita Terjangkit Demam Berdarah di Kabupaten Belu NTT
Sebanyak 136 pasien demam berdarah dangue (DBD) harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr Gabriel Manek SVD, Atambua, Kabupaten Belu, NTT. Foto iNews TV/Stevanus DP
A+ A-
ATAMBUA - Sebanyak 136 pasien demam berdarah dangue (DBD) harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr Gabriel Manek SVD, Atambua, Kabupaten Belu, NTT. Hal ini terjadi akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak awal Desember sehingga wabah DBD meningkat pesat terhitung sejak awal tahun 2020. (Baca: 126 Warga Timor Tengah Utara Terjangkit DBD, 1 Meninggal)

Melonjaknya pasien yang dirawat mengakibatkan pihak rumah sakit mulai kewalahan sehingga sebagian pasien harus dirawat di lorong ruang perawatan RSUD Mgr Gabriel Manek SVD. Para tim medis yang terus melakukan pemeriksaan rutin terhadap seluruh pasien DBD yang dirawat di ruangan penginapan.

Terhitung sejak satu minggu terakhir terdapat 29 kasus DBD masih dirawat di ruangan perawatan bangsal anak. Selain di bangsal anak sebagian anak yang kondisi kritis harus mendapatkan perawatan intensif di ruangan ICU.

Yohanes Ati salah satu orangtua pasien mengatakan, anaknya dirawat sejak empat hari lalu dengan gejala awal panas tinggi dan tidak beraturan.



"Setelah diperiksa tim medis ternyata diketahui menderita demam berdarah dan sejak dirawat hingga sekarang kondisi anaknya belum juga ada perubahan, " timpalnya.

Sedangkan dokter spesialis anak RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Dian Kurniasari mengatakan gejala demam berdarah itu berdasarkan gejala klinis diawali dengan panas selama tiga hari dan pada hari ke empat panas akan menrun dan diikuti trombosit yang rendah.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat jika mengalami gejala demam seharusnya secepatnya untuk datang ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan dari pihak medis," kata dia.

Hingga saat ini para pasien masih harus dirawat intensif guna mencegah meningkatnya angka pasien yang dirawat yang bisa mengakibatkan angka kematian.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak