alexametrics

Pemerintah Pastikan Penuhi Kebutuhan Korban Banjir di Pantura

loading...
Pemerintah Pastikan Penuhi Kebutuhan Korban Banjir di Pantura
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
PEKALONGAN - Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa mendapat perhatian Kementerian Sosial (Kemensos). Berbagai bantuan disiapkan untuk memastikan kebutuhan korban banjir terpenuhi secara layak.

Bahkan Menteri Sosial Juliari P Batubara memimpin langsung tim bantuan dari Kemensos untuk mengunjungi berbagai pusat pengungsian warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Pantura. Juliari memulai perjalanan dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan berakhir di Kabupaten Karawang.

"Di sini ada sekitar 1.700 pengungsi, saya kira ini jumlah yang cukup besar. Oleh karena itu saya kemari ingin melihat bagaimana penanganan yang diberikan kepada para pengungsi," ujarnya saat mengunjungi lokasi pengungsian di Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan, kemarin.



Dia mengungkapkan banjir di kawasan Pantura Jawa tahun ini cukup besar. Sejumlah wilayah menjadi kawasan terdampak mulai Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang di Provinsi Jawa Tengah serta Kabupaten Karawang di Provinsi Jawa Barat. Dia memastikan semua korban terdampak banjir akan mendapatkan penanganan dari Kemensos.

"Kita tangani semua, selama ada pengungsi pasti Kemensos akan tangani. Dari sini kita rencananya juga ke Kabupaten Pekalongan, lanjut lagi ke Pemalang, terus ke Karawang yang terakhir. Karawang kan juga cukup parah banjirnya di sana," jelasnya.

Tiba di lokasi pertama, Stadion Hoegeng, Kota Pekalongan, Juliary langsung menunjukkan perhatiannya kepada anak-anak korban banjir dengan menghampiri posko Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Di hadapan anak-anak, Mensos mengajak mereka bernyanyi, bahkan berjoget bersama tim LDP yang mengenakan kostum cosplay.
Hal ini tak pelak berhasil menciptakan riuh rendah tawa dan tepuk tangan anak-anak di pengungsian. "Tadi juga kita lihat sama-sama bagaimana anak-anak yang terdampak kita berikan LDP supaya mereka tidak trauma, tidak merasa cemas, tetap kita perhatikan karena mereka kan anak-anak yang mungkin belum terlalu ngerti juga kenapa dia harus ada di sini," katanya.

Seusai menghibur anak-anak, Mensos meninjau dapur umum lapangan dan posko pengungsian. Mensos memotivasi dan mendorong mereka agar tetap semangat selama tinggal untuk sementara waktu di pengungsian. Hal yang sama juga dilakukan Juliari di halaman Pabrik Tekstil Dupantex, Kabupaten Pekalongan, yang dijadikan sebagai lokasi kunjungan berikutnya.

Dalam pernyataannya Mensos mengaku hadir mewakili pemerintah pusat untuk ikut bertanggung jawab dalam menanggung beban yang ditimbulkan pascabencana banjir. "Saya hadir di sini, melihat satu lagi tempat yang dijadikan sebagai lokasi pengungsian akibat permukiman diterjang banjir. Kami dari Kementerian Sosial, mewakili pemerintah pusat. Intinya kami ikut bertanggung jawab menanggung beban saudara-saudara kita, korban terdampak banjir yang ada di Pekalongan," ungkap katanya.

Dalam kunjungannya Menteri Sosial didampingi Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, dan Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, serta Dandim 07/10 Pekalongan Letkol Arfan Johan Wihananto.

Sementara itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan bahwa hujan ekstrem beberapa hari yang lalu merendam hampir seluruh permukiman di daerah Pekalongan dan sekitarnya. Ia menyebut hal ini disebabkan aliran sungai yang kotor, tersumbat, dan tidak langsung mengarah ke laut. "Kita sudah tahu anatominya mengapa terjadi banjir di hampir semua permukiman. Tadi baru saja kita diperintah oleh Gubernur untuk normalisasi saluran, sudah kita lakukan, sungai-sungai kita bersihkan untuk memperlancar arus," terangnya.

Adapun titik kunjungan berikutnya merupakan area permukiman yang masih tergenang air setinggi lutut di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Mensos beserta rombongan turun ke lokasi banjir, berinteraksi dengan warga sekaligus menyerahkan langsung bantuan alat kebersihan. Selanjutnya Mensos bergerak ke Karawang. Didampingi Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Mensos meninjau Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe, yang masih tergenang air. Dengan menggunakan perahu karet, Mensos menyusuri jalanan desa yang tergenang air setinggi orang dewasa untuk melihat kondisi permukiman warga. (Binti Mufarida)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak