alexametrics

Pesta Makan Babi, 82 Warga Langkat Sumut Keracunan

loading...
Pesta Makan Babi, 82 Warga Langkat Sumut Keracunan
Sebanyak 83 warga Desa Pangkalan Siatak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), keracunan usai pesta makan babi.Foto/SINDOnews/Andi Yusri
A+ A-
LANGKAT - Sebanyak 83 warga Desa Pangkalan Siatak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), keracunan usai pesta makan babi pada Selasa (25/2/2020) sekitar pukul 12.30 WIB. Rata-rata warga mengalami pusing, muntah-muntah, diare, dan demam.

Kasubag Humas Polres Langkat AKP Rohmad menjelaskan, peristiwa keracunan berawal saat warga Dusun I Tungkam Jaya, Desa Pangkalan Siatak, menghadiri acara doa bersama di gereja HKBP setempat.

Warga Desa Pangkalan Siatak yang beragama Nasrani makan hidangan babi, sedangkan warga yang beragama Islam makan lauk ayam.



"Warga melakukan doa bersama untuk keselamatan bertempat di halaman gereja HKBP setempat," kata AKP Rohmad, Rabu, (26/2/2020).

Setelah acara doa bersama selesai, maka warga pesta makan sesuai yang disajikan masing-masing agama. Setelah makan bersama selesai, maka seluruh warga kembali ke rumah masing-masing. Sebahagian jemaat gereja ada yg membawa pulang makanan kerumah.

"Sekitar pukul 23.00 WIB warga yang beragama kristen yang memakan makanan dari acara doa bersama di gereja mengeluh sakit perut, muntah-muntah, pusing, diare," ungkap AKP Rohmad.

Selanjutnya, pada Rabu 26 Februari 2020 sekitar pukul 09.00 WIB 82 warga yang keracunan makanan berkumpul di Gereja GKPI untuk diperiksa kesehatannya oleh tim medis dari Puskesmas Pangkalan Susu.

Dari 82 warga Desa Pangkalan Siatak yang diperiksa kondisinya oleh tim medis, 6 orang dirujuk ke RSU Pangkalan Brandan. Keenam warga tersebut adalah Paula Situngkir (50) Edi Sunarto Sinaga (12), Herlina Sijabat (40), Hotlen Sigala (68), Derita Sijabat (50), dan Tumiar Sagala (70).
(zil)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak