alexametrics

BPBD Jateng Larang Aktivitas Susur Sungai Selama Musim Hujan

loading...
BPBD Jateng Larang Aktivitas Susur Sungai Selama Musim Hujan
Proses evakuasi korban terakhir peristiwa suusr sungai maut SMPN 1 Turi Sleman. FOTO: Basarnas DIY
A+ A-
SEMARANG - Tragedi susur sungai di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY), mengakibatkan 10 nyawa siswa SMP melayang. Untuk mencegah peristiwa serupa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, melarang seluruh aktivitas di sungai selama musim hujan.

Kepala BPBD Jateng Sudaryanto mengaku telah memerintahkan seluruh BPBD tiap kabupaten/kota untuk menyampaikan hal tersebut kepada seluruh kepala sekolah dan kepala desa. Termasuk menyampaikannya kepada berbagai komunitas pecinta alam. (Baca juga: Ini Alasan Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Bawa Muridnya Susuri Sungai Sempor)

"Kondisi sungai sewaktu-waktu dapat berubah. Jika tidak ada hujan di sungai yang berada di hulu, maka belum tentu dengan sungai yang berada di hilir. Jika ternyata hujan, maka secara cepat akan menyebabkan banjir di wilayah hulu," kata Sudaryanto di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/2/2020).



Dia juga menyampaikan, jika di Jawa Tengah terdapat ratusan sungai yang cukup berbahaya. Termasuk sejumlah sungai besar seperti Sungai Pemali, Bodri, Comal, Kkalikutho, Serayu, Progo, Bogowonto, Serang, hingga Sungai Tuntang.

"Mari seluruh masyarakat bersama-sama tetap waspada dan siaga," harapnya. (Baca juga: 2 Pembina Pramuka Jadi Tersangka Baru Kasus Susur Sungai Maut)

Sebelumnya, kegiatan susur Sungai Sempor di Kabupaten Sleman DIY menyebabkan ratusan siswa SMPN 1 Turi diterjang derasnya arus air. Tercatat 10 orang di antaranya meninggal dunia. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak