alexametrics

Bocah Pemakan Sabun dan 2 Saudaranya Akhirnya Dijamin Faskes serta Pendidikannya

loading...
Bocah Pemakan Sabun dan 2 Saudaranya Akhirnya Dijamin Faskes serta Pendidikannya
Andika (4) bocah pemakan sabun warga Muaratais 2, Kecamatan Angkola Muarataias, Kabupaten Tapanuli Selatan.Foto/SINDOnews/Zia Nasution
A+ A-
SIPIROK - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut) akhirnya menjamin fasilitas pendidikan dan kesehatan andika, bocah pemakan sabun dan dua orang saudaranya. Sekda Kabupaten Parulian Nasution menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan dinas terkait seperti, Dinas Pendidikan dan Kesehatan untuk memenuhi semua fasilitas pendidikan dan kesehatan Andika dan saudaranya.

"Andika dan kedua saudaranya tidak bisa putus sekolah 12 tahun," ujarnya kepada wartawan didampingi Kabag Humas Tapsel, Isnut Siregar, Senin (24/2/2020). (Baca: Sering Makan Sabun karena Miskin, Bocah di Tapsel Sumut Akhirnya Sakit dan Dirawat)

Selain itu kata Sekda, Pemkab Tapsel juga sudah menginstruksikan Dinas Sosial setempat agar mengkaji kebutuhan hidup selama mereka berstatus anak."Mereka juga akan menjadi prioritas untuk penerima seluruh program pemerintah," timpalnya.



Sebelumnya diberitakan tiga kakak beradik Andika (4), Juliandi (7) dan Novri (9) kakak beradik yang biasa makan sabun setiap hari sehabis mencuci guna menahan rasa lapar saat berada di sungai. Kasus ini terungkap ketika anak paling bungsu sakit selama 2 minggu karena memakan sabun.

Ketiga anak tersebut tinggal di rumah neneknya bernama Soriani Batubara (80) yang sudah renta dan bungkuk, sementara ayah dari ketiga anak ini hanya seorang pekerja serabutan.

Dan lebih ironisnya, meski kondisi sangat miskin keluarga ini tidak masuk dalam daftar keluarga penerima manfaat atau PKH bahkan bantuan siswa miskin untuk Juliandi (7) dan Novri (9) yang duduk dibangku sekolah dasar kelas 1 dan 3 juga tidak dimasukkan.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak