alexametrics

Tekan Angka Pengangguran Disnakerkop Kota Gorontalo Gandeng Kelurahan

loading...
Tekan Angka Pengangguran Disnakerkop Kota Gorontalo Gandeng Kelurahan
Dalam pelaksanaan program peningkatan produktivitas pekerja dan calon pekerja, Disnakerkop Kota Gorontalo tidak bekerja sendiri tetapi menggandeng seluruh kelurahan di Kota Gorontalo.
A+ A-
GORONTALO - Pemerintah Kota Gorontalo berupaya menekan angka pengangguran di daerah dan terus meningkatkan produktivitas pekerja. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM (Disnakerkop dan UKM) Kota Gorontalo, Hi Ben Idrus, Kamis (20/2/2020).

“Menurut saya, LLK bukan hanya menjadi tempat pendidikan bagi para pencari kerja dan pekerja produktif. Namun menjadi solusi membantu Pemerintah Kota Gorontalo, untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan produktivitas pekerja,” ujar Ben Idrus.

Dalam pelaksanaan program peningkatan produktivitas pekerja dan calon pekerja, Disnakerkop Kota Gorontalo tidak bekerja sendiri tetapi menggandeng seluruh kelurahan di Kota Gorontalo. Hal ini mengingat keterbatasan anggaran yang ada di instansi tersebut, sehingga sangat membutuhkan partisipasi dari seluruh kelurahan. Perekrutan para pencari kerja ini dilakukan oleh aparat kelurahan dan dibantu petugas dari Disnakerkop Kota Gorontalo.



“Perekrutan calon pekerja ini, tentu kami sesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kompetensi. Untuk tahun ini ada tujuh kompetensi yang kami lakukan perekrutan, yang sekarang sudah masuk tahap pelatihan terhadap calon pekerja produktif. Di antaranya kompetensi pengolahan hasil pertanian, las listrik, instalasi listrik, garmen, sistem pengoperasian sistem jaringan komputer dan kecantikan. Serta masih ada beberapa kompetensi lainnya,” ungkap Ben Idrus.

Bukan hanya masyarakat umum saja yang mendapatkan perhatian khusus melalui program yang dimotori langsung oleh Disnakerkop Kota Gorontalo. Akan tetapi tambah Ben Idrus, remaja-remaja yang berstatus sebagai narapidana di Lapas Klas IIA Gorontalo yakni Lapas Anak pun direkrut dan dilatih menjadi tenaga kerja produktif. Hal ini merupakan bentuk dan wujud kerja sama yang selama ini dijalin antara Pemerintah Kota Gorontalo dengan Lapas Klas IIA Gorontalo.

Secara rinci Ben Idrus menjelaskan, ada tujuh anak dari Lapas Anak Klas IIA Gorontalo, yang direkrut dan dilatih menadi tenaga kerja produktif. Bahkan di Lapas Perempuan Klas IIA Gorontalo instansi ini merekrut calon tenaga kerja produktif. Tujuannya hanya satu, yakni menjadikan masyarakat tersebut sebagai tenaga kerja produktif dan terterima di lingkungan masyarakat.

Upaya yang dilakukan oleh Disnakerkop Kota Gorontalo itu tidak hanya sampai pada peningkatan wawasan, pembekalan dan pelatihan di dalam daerah saja. Tetapi berkelanjutan sampai para pekerja produktif ini bisa bekerja di beberapa perusahaan yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Gorontalo.

Selain itu demi meningkatkan kualitas pekerja produktif, Pemerintah Kota Gorontalo melalui Disnakerkop Kota Gorontalo mengirim beberapa pekerja produktif daerah menjalani pendidikan tambahan di LLK Besar yang ada di Bekasi, Bandung dan Surabaya. Pendidikan yang mereka jalani di sana hanya sampai dua bulan.

“Ini juga menjadi bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kota Gorontalo dengan Pemerintah Daerah di luar Gorontalo. Para pekerja produktif ini, dilakukan seleksi oleh petugas dari LLK Besar, untuk kemudian dibawa mengikuti pendidikan di LLK Besar. Setelah itu, mereka dipulangkan ke Gorontalo lagi dan langsung dipekerjakan di perusahaan ternama. Bahkan mereka dinobatkan sebagai motivator bagi calon pekerja produkyif lainnya,” tutup Ben Idrus.(tmhms)
(alf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak