Indonesia Peace Convoy di Kudus Gelorakan Semangat Rekonstruksi Gaza Palestina

Jum'at, 21 Februari 2025 - 23:12 WIB
loading...
Indonesia Peace Convoy...
Ribuan masyarakat Kudus, Jawa Tengah mengikuti konvoi solidaritas Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy (IPC). Foto/istimewa
A A A
KUDUS - Ribuan masyarakat Kudus, Jawa Tengah mengikuti konvoi solidaritas Palestina bertajuk Indonesia Peace Convoy (IPC). Dalam konvoi tersebut, IPC menggelorakan semangat untuk merekonstruksi Gaza, Palestina.

Sebelum berkonvoi, peserta berkumpul di GOR Bung Karno Kudus untuk mendengarkan orasi dari sejumlah tokoh Kudus dan inisiator IPC KH Bachtiar Nasir (UBN).

Dalam orasinya, KH Bachtiar Nasir mengungkapkan sejumlah tahapan kehancuran dan karakter bangsa Israel. Dikatakan UBN, bangsa Yahudi memiliki karakter binatang. Bahkan, istri Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, Siti Aisyah, menyebut bangsa Yahudi dengan panggilan kera dan babi.

Baca juga: Hamas Serahkan 4 Jasad Sandera yang Dibom Israel, Netanyahu Ancam Balas Dendam

"Kita melihat genosida, pembantaian kemanusiaan di Palestina sana. Mereka itu kelakuannya seperti manusia atau binatang?" kata UBN, Jumat (21/2/2025).

UBN meyakini kezaliman Israel dan sekutunya pasti cepat atau lambat kembali kepada mereka. Hal ini sesuai Surat Al Isra ayat 7. "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untukmu dirimu sendiri."

Baca juga: Beda Sikap dengan Negara-negara Arab, Tunisia Siap Tampung Warga Palestina dari Gaza

Sesungguhnya perkara mudah bagi Allah membalas kezaliman mereka. UBN lantas memberikan contoh peristiwa kebakaran hebat di Los Angeles, Amerika Serikat. Negeri Pam Sam tersebut diketahui adalah sekutu Israel.

"Bagaimana cara Allah selesaikan? Cuma gulungan api. Api yang menggulung di dalam angin. Kalau saja Los Angeles Allah pindahkan ke Israel, dalam semalam habis atau tidak?" ujar UBN.

Selain itu, UBN menyinggung soal proposal rekonstruksi Gaza yang ditawarkan Donald Trump dan proposal Mesir. Trump dan dunia Arab kemudian menyepakati proposal yang diajukan Mesir.

UBN menilai, baik proposal Mesir maupun proposal Trump sama-sama tidak menguntungkan masa depan Palestina. "Maka yang terjadi bukan proposal Trump. Bukan juga proposal Mesir. Namun, proposal Allah," jelas UBN.

Kerusakan infrastruktur akibat kezaliman Israel di Gaza tidak terelak. Infrastruktur seperti rumah, sekolah, dan rumah sakit luluh lantak akibat serangan bom Israel.

Untuk itu, UBN mengajak masyarakat Indonesia bersama-sama membantu rekonstruksi di Gaza. Membantu membangun rumah untuk berteduh, membantu sekolah untuk masa depan anak-anak Gaza, dan membantu membangun kembali rumah sakit.

"Aktifkan media sosial. Ayo bantu rekonstruksi di Gaza. Kita mempunyai kekuatan untuk membantu," tegas Ketua Umum Perkumpulan AQL ini.

Setelah ditutup doa, massa bergerak berkonvoi kendaraan dengan beratribut Palestina berkeliling kota Kudus. Sepanjang jalan yang dilalui, masyarakat antusias menyaksikan konvoi. Yel-yel 'free Palestine' menggema di tengah kepadatan lalu lintas kota Kudus. Konvoi berakhir kembali ke GOR Bung Karno Kudus.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Reuni Akbar 212 Undang...
Reuni Akbar 212 Undang Presiden Prabowo, Digelar 2 Desember 2025 di Monas
Stop Genocide Menggema...
Stop Genocide Menggema di Patung Kuda, Massa Aksi Bela Palestina Injak Bendera Israel
Hadiri Aksi Bela Palestina...
Hadiri Aksi Bela Palestina di Monas, Menlu Sugiono: Indonesia Bakal Kirim 10.000 Ton Beras
Ribuan Orang Padati...
Ribuan Orang Padati Monas Suarakan Krisis Kelaparan di Gaza Palestina
Soroti Kelaparan di...
Soroti Kelaparan di Gaza, Massa Aksi Bela Palestina Bawa Tempat Makan Logam saat Longmarch
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Ribuan Warga Bekasi Padati Stadion Wibawa Mukti
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rekomendasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved