alexametrics

Perampok Sekap dan Ancam Bunuh Baby Sitter Serta Anak Pemilik Toko

loading...
Perampok Sekap dan Ancam Bunuh Baby Sitter Serta Anak Pemilik Toko
Korban yang disekap perampok Eti Susanti (tengah) warga Karang Jaya yang merupakan baby sitter serta bayi berusia 10 bulan. Foto iNews TV/Era NW
A+ A-
PRABUMULIH - Warga Kota Prabumulih geger dengan aksi perampokan di pagi hari disertai penyekapan, yang terjadi di Toko Zahwa Textil yang berada Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur, Kamis (20/2/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban yang disekap oleh perampok yakni Eti Susanti (30) warga Karang Jaya yang merupakan baby sitter serta bayi berusia 10 bulan. (Baca: Edan, Oknum Kades Ini Terlibat Perampokan Sadis di Sejumlah Tempat)

Terlebih lagi kedua perampok mengancam akan membunuh korban kalau sampai melawan. Dalam aksinya kedua perampok yang memakai penutup muka, berhasil membawa kabur uang sebanyak Rp10 juta.



Informasi yang diperoleh dari lapangan, aksi perampokan itu bermula saat Lia meninggalkan toko untuk menjemput anak pertamanya pulang sekolah. Saat itu, dia meninggalkan Eti Susanti di toko yang sedang mengasuh anak keduanya di lantai dua toko.

Usai menjemput anaknya sekolah, Lia kembali ke toko. Namun dia terkejut saat melihat Eti Susanti tergeletak di lantai toko dalam keadaan terikat lakban.

Sontak saja, dia pun menjerit minta pertolongan warga. Kemudian Lia pun langsung menolong dan membuka lakban yang mengikat kaki, tangan dan mulut baby sitter anaknya tersebut.

“Aku ninggalke bibik dalam toko sambil ngasuh anak (saya meninggalkan bibi dalam tokosambil mengasuh anak). Pas aku balek dan buka toko tibo-tibo bibik sudah terikat lakban (Pas saya balik dan buka toko tiba-tiba bibi sudah terikat lakban). Ujinyo ado rampok yang masuk dari pucuk toko dan langsung menyekap dio (Katanya ada rampok yang masuk dari atas toko dan langsung menyekap dia) ,” ujarnya saat dimintai keterangan oleh polisi.

Eti Susanti mengaku, saat itu dia tengah mengasuh anak majikannya serta akan sarapan pagi. Tiba-tiba mendengar suara langkah kaki orang turun dari tangga lantai tiga toko. Perampok yang berjumlah dua orang langsung menyandera dirinya. Kedua perampok mengancam korban menggunakan senjata tajam, sembari meminta menunjukkan tempat penyimpanan uang milik majikannya.

“Jangan berteriak awas nanti kami bunuh. Dimana tempat penyimpanan uang. Karena takut aku sempat bilang jangan bunuh anak itu, ambil saja apa yang kamu mau,” jelas Eti saat memberikan keterangan.

Kemudian korban mengatakan perampok mengikat dirinya menggunakan lakban dan setelah itu kabur melarikan diri melewati jendela lantai atas toko dan kemudian menghilang.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudharmaya melalui Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Timur, Ipda Fredi menerangkan terkait aksi perampokan tersebut masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan keterangan dari korban. “Masih kita dalami kasusnya ini. Saksi sudah kita periksa. Untuk perkembangannya nanti akan kita kabarkan,” pungkasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak