alexametrics

Bermodal 73 Ribu KTP, Vokalis Jamrud Resmi Nyalon Bupati Pandeglang

loading...
Bermodal 73 Ribu KTP, Vokalis Jamrud Resmi Nyalon Bupati Pandeglang
Vokalis Band Jamrud Krisyanto, resmi mendaftarkan diri ke KPU Pandeglang untuk maju pada Pilkada 2020 sebagai Calon Bupati bersama Calon Wakilnya Hendra Pranova. SINDOnews/Rasyid
A+ A-
PANDEGLANG - Vokalis Band Jamrud Krisyanto, resmi mendaftarkan diri ke KPU Pandeglang untuk maju pada Pilkada 2020 sebagai Calon Bupati bersama Calon Wakilnya Hendra Pranova. Pasangan dari jalur perseorangan itu bermodalkan 73.400 dukungan KTP.

Saat mendaftar ke Kantor KPU, mereka dikawal ribuan pendukungnya dari berbagai kalangan mulai petani, nelayan, ormas, ulama, dan seniman dengan membawa spanduk bertuliskan 'Krisyanto-Henda Untuk Pandeglang Baru'

"Kita sudah mengumpulkan melebihi target (KTP) dari persyaratan KPU yaitu sekitar 7,5 persen. Kita menyerahkan hari ini ke KPU sebanyak 73.400 dan itu sudah terlampaui bahkan kita penyebaran (dukungan) merata di 35 kecamatan," ujar Krisyanto kepada wartawan usai mendaftarkan diri ke KPU Pandeglang, Rabu (19/2/2020).



Dikatakan Krisyanto, galangan dukungan berhasil dikumpulkan setelah tim relawannya mengunjungi rumah ke rumah dalam kurun waktu 8 bulan terakhir. "Intinya memberanikan nyalon di sini (Pandeglang) karena kegelisahan kita semua. Tentang bagaiamana Pandeglang yang harus bener-benar direformasi birokrasinya," kata dia.

Dia mencontohkan, pelayanan kesehatan dan pelayanan dasar kepada masayarakat harus dibenahi. Apalagi, berdasarkan informasi warga Ujung Kulon yang ingin membuat KTP kesulitan bahkan harus menginap dua hari di Kota. "Yang bagus kita lanjutkan yang kurang kita perbaiki," tandasnya.

Hendra Pranova menambahkan, dia bersama Krisyanto jika terpilih nanti akan menjalankan lima program disektor insfrastruktur, kesehatan, pendidikan, birokrasi dan perekonomian.

"Jadi itu misi kami untuk membangun Pandeglang. Fokus kami adalah jikalau kita terpilih atau lolos jadi bupati Insya Allah fokus insfrastruktur dulu karena infrastruktur sangat penting karena di desa-desa masih banyak jalan yang belum bagus," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak