alexametrics

Kisah Babinsa di Perbatasan Timor Leste Bagikan Sembako untuk Warga Miskin

loading...
Kisah Babinsa di Perbatasan Timor Leste Bagikan Sembako untuk Warga Miskin
Serka Yapri Mulyadi Ngi, seorang Babinsa Desa Humusu Wini, Koramil 1618-03/Insana Utara, Timor Tengah Utara, NTT membagikan sembako kepada warga kurang mampu di Insana Utara, daerah berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste. Foto iNews TV/Sefnat B
A+ A-
KEFAMENANU - Serka Yapri Mulyadi Ngi, seorang Babinsa Desa Humusu Wini, Koramil 1618-03/Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT membagikan sejumlah paket sembako kepada warga kurang mampu di Insana Utara, daerah yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste. Jenis bantuan sembako yang diberikan diantaranya beras 2 Kg, gula pasir 1 Kg, minyak goreng 1.500 ml, mi instant 5 bungkus, teh 1 kotak, kecap 1 botol, Saos 1 botol, penyedap rasa 1 renteng. (Baca: Jaga Perbatasan RI-Timor Leste, Yonif 132/BS Diterima Masyarakat Secara Adat)

Serka Yapri Mulyadi Ngi mengatakan, dia melihat dari sisi kemanusiaan, ada 10 orang masyarakat di wilayah binaannya kehidupan mereka cukup memprihatinkan.

"Ini murni bantuan dari saya dengan menyisihkan gaji saya, saya prihatin dengan kehidupan mereka karena latar belakang mereka seperti duda, janda, dan anak yatim piatu, dan orangbuta," ungkap Serka Yapri Mulyadi Ngi, Jumat (14/02/2020).



Serka Yapri Mulyadi Ngi berharap bantuan yang diberikanya kepada para lansia, anak yatim-piatu dan orang buta dapat bermanfaat dan bisa membantu meringankan kebutuhan hidup sehari-hari mereka.

"Berkat yang diterima sebagai abdi negara dalam pengabdian sebagai anggota TNI - AD berupa gaji bulanan, disitulah disisikan sedikit demi sedikit selama 3 bulan kemudian dijadikan dalam bentuk barang (sembako) dan didistribusikan kepada keluarga tidak mampu khususnya para lansian dan yatim piatu," tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak