Bupati Kotabaru Resmikan Mamake SJA Hill, Bangunan Saijaan Landing Area Paralayang, dan Sirkuit SJA Tbk
Senin, 03 Februari 2025 - 11:02 WIB
loading...
Penandatangan prasasti oleh Bupati Kotabaru Sayed Jafar. (Foto: dok Pemkab Kotabaru)
A
A
A
KOTABARU - Bupati Kotabaru Sayed Jafar meresmikan 5 destinasi wisata dalam satu hari, di antaranya Mamake SJA Hill, Saijaan Landing Area Paralayang Gantole, serta Sirkuit SJA Tbk Gedambaan.
Bupati menjelaskan, peresmian ini adalah sebuah langkah besar dalam upaya memajukan sektor pariwisata, olahraga, serta meningkatkan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berbasis alam dan petualangan.
"Peresmian saijaan landing area paralayang dan gantole yang menjadi tempat terbang bagi atlet gantole, serta sirkuit SJA Tbk di Pantai Gedambaan yang akan menjadi area balap bergengsi adalah upaya nyata untuk mendukung pengembangan olahraga ekstrem dan pariwisata yang berbasis alam di daerah kita," ujarnya pada peresmian kegiatan tersbut di Bukit Mamake, Minggu (2/2/2025).
Dia berharap, melalui fasilitas ini dapat memberikan dampak yang positif bagi ekonomi masyarakat. "Saya berharap, fasilitas ini akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ekonomi lokal, serta menjadi daya tarik wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah," ucapnya.
Terselenggaranya peresmian SJA Mamake Hill sebagai destinasi wisata alam, Kabupaten Kotabaru diharapkan dapat lebih dikenal dunia.
"Tidak hanya itu, peresmian SJA Mamake Hill sebagai destinasi wisata alam, saya yakin akan memperkenalkan kekayaan alam daerah kita kepada dunia luar. Dengan adanya SJA Mamake Hill ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata Bupati Sayed Jafar.
Bupati Sayed Jafar juga berharap, agar bersama-sama untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut. "Untuk itu saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga memaparkan kilas balik Mamake SJA Hill, di mana sebelum menjadi tempat wisata kebanggaan masyarakat Sarang Tiung dan khususnya masyarakat Tirawan, serta masyarakat Kotabaru pada umumnya, bukit Mamake dan Bapake masih berupa belukar dan rumput ilalang.
Ibarat kata, Bukit Mamake dan Bapake ini layaknya kembang desa yang masih polos yang belum kenal bersolek, sehingga belum menjadi primadona. Bukit Mamake dan Bapake merupakan kawasan hutan lindung yang melingkupi Desa Sarang Tiung dan Desa Tirawan yang dikelola oleh Gapoktan HKM Mutiara Sarang Tiung berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tanggal 26 Oktober 2017 Tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan kepada Gapoktan Hutan Mutiara Sarang Tiung seluas 500 Ha pada Kawasan Hutan Lindung.
Khusus untuk Areal Bukit Mamake Bapake dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Jasa Lingkungan seluas 49 hektare.
"Atas arahan dan bimbingan dari Bapak Bupati Kotabaru Sayed Jafar, sejak 2018, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dengan Kepala Dinas waktu itu Bapak Khairian Anshari, dan dilanjutkan Bapak Risa Ahyani bersinergi dan berkolaborasi dengan Dinas PUPR, PT. Arutmin NPLCT dan masyarakat Sarang Tiung yang tergabung dalam Gapoktan HKM Mutiara Sarang Tiung yang di ketuai oleh Bapak Abdul Mulud," tuturnya.
"Dan tahun 2022, dimulailah pembangunan infrastruktur di kawasan Mamake SJA Hill. Disparpora bersama-sama Bappeda pada saat itu dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Laut Sebuku selalu melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Provinsi Kalimantan Selatan dalam menentukan pembangunan dan luasan area yang dapat dibangun sesuai peraturan perundang-undangan, yaitu seluas 10 persen dari luasan 49 hektare yang di izinkan, yaitu 4,9 hektare. Pembangunan tersebut antara lain adalah viewing bridge, gazebo, musholla, dan kantin," ujarnya.
Kemudian, pada 2023 dilanjutkan dengan pembangunan panggung, pembangunan loket, dan pemasangan pintu masuk elektronik. Lalu, pada 2024 dilakukan pembangunan pintu gerbang, pembangunan taman landscape, dan pemasangan lampu hias, sehingga pada hari ini dapat kita saksikan bersama keindahan Mamake SJA Hill.
"Pada 2024, Event olahraga (Sport Tourism) Paralayang dan Gantolle di Mamake SJA Hill Bapake telah menjadi event berskala Internasional. International Paragliding Accuracy (IPAC) seri 3 dilaksanakan pada bulan Juni 2024 dengan animo peserta dari luar negeri dan dalam negeri. Selanjutnya, 13 siswa lokal, warga Kotabaru telah memiliki Paragliding Licence 1 (PL 1) atau Licence pemula untuk pilot Paralayang," tuturnya.
Sementara itu, untuk Sirkuit SJA TBK Pantai Gedambaan juga sudah memiliki prestasi dengan penyelenggaraan event Hayau Barait I sampai dengan 10. Pembalap Internasional mengakui dan mengagumi lintasan trail yang dirancang oleh Bupati Kotabaru Sayed Jafar. Kombinasi olahraga tantangan yang disertai keindahan alam merupakan pesona yang tidak dimiliki daerah lain. Di arena sirkuit tersebut juga terdapat event Offroad 4 X 4 dan event Mountain Bike yang dilaksanakan setiap tahunnya.
"Pada kesempatan ini saya juga mengajak seluruh masyarakat Desa Sarang Tiung dan Desa Tirawan khususnya, serta masyarakat Kotabaru pada umumnya untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang sudah ada ini, agar generasi-generasi yang akan datang juga dapat menyaksikan keindahan Kawasan Mamake SJA Hill ini," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga turut mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi, khususnya Bupati Kotabaru Sayed Jafar bersama Gapoktan HKM Mutiara Sarang Tiung yang sejak awal merintis sampai dengan saat ini selalu berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Kotabaru.
Dikesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muhammad Maulidiasyah menyerahkan buku hasil karangan beliau yang berjudul "Jejak langkah H. Sayed Jafar,SH Bupati Kotabaru Dalam Mengangkat Harkat Meningkatkan Derajat Rakyat Daerah Kabupaten Kotabaru" kepada Bupati Kotabaru.
Peresmian ini ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Kotabaru Sayed Jafar dalam meresmikan Mamake SJA Hill, Sirkuit SJA TBK Pantai Gedambaan, serta bangunan Saijaan Landing Area Paralayang, dan Gantolle.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kotabaru Sayed Jafar, Ketua DPRD Kotabaru, Forkopimda, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kotabaru, SKPD, wisatawan Kalimantan Timur, dan 13 siswa paralayang-gantole.
Bupati menjelaskan, peresmian ini adalah sebuah langkah besar dalam upaya memajukan sektor pariwisata, olahraga, serta meningkatkan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berbasis alam dan petualangan.
"Peresmian saijaan landing area paralayang dan gantole yang menjadi tempat terbang bagi atlet gantole, serta sirkuit SJA Tbk di Pantai Gedambaan yang akan menjadi area balap bergengsi adalah upaya nyata untuk mendukung pengembangan olahraga ekstrem dan pariwisata yang berbasis alam di daerah kita," ujarnya pada peresmian kegiatan tersbut di Bukit Mamake, Minggu (2/2/2025).
Dia berharap, melalui fasilitas ini dapat memberikan dampak yang positif bagi ekonomi masyarakat. "Saya berharap, fasilitas ini akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ekonomi lokal, serta menjadi daya tarik wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah," ucapnya.
Terselenggaranya peresmian SJA Mamake Hill sebagai destinasi wisata alam, Kabupaten Kotabaru diharapkan dapat lebih dikenal dunia.
"Tidak hanya itu, peresmian SJA Mamake Hill sebagai destinasi wisata alam, saya yakin akan memperkenalkan kekayaan alam daerah kita kepada dunia luar. Dengan adanya SJA Mamake Hill ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata Bupati Sayed Jafar.
Bupati Sayed Jafar juga berharap, agar bersama-sama untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut. "Untuk itu saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga memaparkan kilas balik Mamake SJA Hill, di mana sebelum menjadi tempat wisata kebanggaan masyarakat Sarang Tiung dan khususnya masyarakat Tirawan, serta masyarakat Kotabaru pada umumnya, bukit Mamake dan Bapake masih berupa belukar dan rumput ilalang.
Ibarat kata, Bukit Mamake dan Bapake ini layaknya kembang desa yang masih polos yang belum kenal bersolek, sehingga belum menjadi primadona. Bukit Mamake dan Bapake merupakan kawasan hutan lindung yang melingkupi Desa Sarang Tiung dan Desa Tirawan yang dikelola oleh Gapoktan HKM Mutiara Sarang Tiung berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tanggal 26 Oktober 2017 Tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan kepada Gapoktan Hutan Mutiara Sarang Tiung seluas 500 Ha pada Kawasan Hutan Lindung.
Khusus untuk Areal Bukit Mamake Bapake dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Jasa Lingkungan seluas 49 hektare.
"Atas arahan dan bimbingan dari Bapak Bupati Kotabaru Sayed Jafar, sejak 2018, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dengan Kepala Dinas waktu itu Bapak Khairian Anshari, dan dilanjutkan Bapak Risa Ahyani bersinergi dan berkolaborasi dengan Dinas PUPR, PT. Arutmin NPLCT dan masyarakat Sarang Tiung yang tergabung dalam Gapoktan HKM Mutiara Sarang Tiung yang di ketuai oleh Bapak Abdul Mulud," tuturnya.
"Dan tahun 2022, dimulailah pembangunan infrastruktur di kawasan Mamake SJA Hill. Disparpora bersama-sama Bappeda pada saat itu dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Laut Sebuku selalu melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Provinsi Kalimantan Selatan dalam menentukan pembangunan dan luasan area yang dapat dibangun sesuai peraturan perundang-undangan, yaitu seluas 10 persen dari luasan 49 hektare yang di izinkan, yaitu 4,9 hektare. Pembangunan tersebut antara lain adalah viewing bridge, gazebo, musholla, dan kantin," ujarnya.
Kemudian, pada 2023 dilanjutkan dengan pembangunan panggung, pembangunan loket, dan pemasangan pintu masuk elektronik. Lalu, pada 2024 dilakukan pembangunan pintu gerbang, pembangunan taman landscape, dan pemasangan lampu hias, sehingga pada hari ini dapat kita saksikan bersama keindahan Mamake SJA Hill.
"Pada 2024, Event olahraga (Sport Tourism) Paralayang dan Gantolle di Mamake SJA Hill Bapake telah menjadi event berskala Internasional. International Paragliding Accuracy (IPAC) seri 3 dilaksanakan pada bulan Juni 2024 dengan animo peserta dari luar negeri dan dalam negeri. Selanjutnya, 13 siswa lokal, warga Kotabaru telah memiliki Paragliding Licence 1 (PL 1) atau Licence pemula untuk pilot Paralayang," tuturnya.
Sementara itu, untuk Sirkuit SJA TBK Pantai Gedambaan juga sudah memiliki prestasi dengan penyelenggaraan event Hayau Barait I sampai dengan 10. Pembalap Internasional mengakui dan mengagumi lintasan trail yang dirancang oleh Bupati Kotabaru Sayed Jafar. Kombinasi olahraga tantangan yang disertai keindahan alam merupakan pesona yang tidak dimiliki daerah lain. Di arena sirkuit tersebut juga terdapat event Offroad 4 X 4 dan event Mountain Bike yang dilaksanakan setiap tahunnya.
"Pada kesempatan ini saya juga mengajak seluruh masyarakat Desa Sarang Tiung dan Desa Tirawan khususnya, serta masyarakat Kotabaru pada umumnya untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang sudah ada ini, agar generasi-generasi yang akan datang juga dapat menyaksikan keindahan Kawasan Mamake SJA Hill ini," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga turut mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi, khususnya Bupati Kotabaru Sayed Jafar bersama Gapoktan HKM Mutiara Sarang Tiung yang sejak awal merintis sampai dengan saat ini selalu berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Kotabaru.
Dikesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muhammad Maulidiasyah menyerahkan buku hasil karangan beliau yang berjudul "Jejak langkah H. Sayed Jafar,SH Bupati Kotabaru Dalam Mengangkat Harkat Meningkatkan Derajat Rakyat Daerah Kabupaten Kotabaru" kepada Bupati Kotabaru.
Peresmian ini ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Kotabaru Sayed Jafar dalam meresmikan Mamake SJA Hill, Sirkuit SJA TBK Pantai Gedambaan, serta bangunan Saijaan Landing Area Paralayang, dan Gantolle.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kotabaru Sayed Jafar, Ketua DPRD Kotabaru, Forkopimda, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kotabaru, SKPD, wisatawan Kalimantan Timur, dan 13 siswa paralayang-gantole.
(skr)
Lihat Juga :