alexametrics

Warga China yang Diisolasi di RS Kandou Manado Negatif Corona

loading...
Warga China yang Diisolasi di RS Kandou Manado Negatif Corona
RSUP Prof RD Kandou Manado tempat tiga warga China dirawat di ruang isolasi sejak 3 Februari 2020. Foto/RSUP Kandou
A+ A-
MANADO - Seorang warga negara China, GY (2,5) yang dirawat di ruang isolasi RSUP Prof RD Kandou, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dinyatakan negatif virus Corona.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Debie KR Kalalo yang menyatakan sampel laboratorium balita GY telah diperiksa di pusat penelitian dan pengembangan biomedis dan teknologi dasar kesehatan badan Litbangkes Kemenkes RI dengan hasil negatif. (Baca juga: Seorang Balita asal China Diisolasi di RSUP Prof RD Kandou Manado)

Menurut Debie, sampel laboratorium dari WZ (36) dan LD (31) keduanya juga warga negera China yang merupakan orangtua dari balita telah diperiksa di laboratorium yang sama.



"Pemeriksaan dilakukan karena yang bersangkutan adalah kontak erat dengan balita yang sedang dalam status pengawasan. Adapun hasil pemeriksanaan keduanya juga negatif," ujarnya, Jumat (7/2/2020).

Dikatakan Deby, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) orang dalam pengawasan, maka tindakan selanjutnya adalah menunggu konfirmasi sampel II sebelum yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari rumah sakit.

"Pada saat ini kondisi yang bersangkutan bersama kedua orang tuanya sehat," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, GY dalam pengawasan di RSUP Prof RD Kandou Manado setelah berada di Indonesia sejak 21 Januari 2020. Awalnya orang tua balita tersebut menyatakan, anaknya mengalami demam dan pilek sehingga berobat ke rumah sakit.

Balita tersebut bersama orang tua telah diisolasi di RSUP Prof RD Kandous ejak 3 Februari 2020. Ketiganya dalam pengawasan untuk mencegah penyebaran virus Corona.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak