alexametrics

Demam Afrika Mewabah di Bali, Ribuan Babi Mati

loading...
Demam Afrika Mewabah di Bali, Ribuan Babi Mati
Pemerintah Bali resmi menyatakan kematian ribuan ekor babi di wilayahnya positif disebabkan penyakit demam babi Afrika atau ASF (African swine fever). Foto SINDOnews/M Chusna
A+ A-
DENPASAR - Pemerintah Bali resmi menyatakan kematian ribuan ekor babi di wilayahnya positif disebabkan penyakit demam babi Afrika atau ASF (African swine fever).Kepastian itu menyusul turunnya hasil pemeriksaan laboratorium Balai Besar Veteriner. (Baca: 13 Bangkai Babi Terkena Hog Cholera Ditimbun di Tebing Tinggi)

"Kementerian Pertanian sudah memberikan informasi, akibat ASF," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Bali Ida Bagus Wisnuardhana, Rabu (5/2/2020).

Menurutnya, hingga 31 Januari secara resmi tercatat 888 ekor babi yang mati di beberapa kabupaten. Angka itu belum ditambah kasus kematian babi pada Februari, sehingga saat ini diperkirakan jumlahnya sudah menembus ribuan ekor.



Kematian babi tertinggi terjadi di Badung berjumlah 598 ekor, Tabanan 219 ekor, Denpasar 45 ekor, Gianyar 24 ekor dan Karangasem serta Bangli masing-masing satu ekor.

Wisnu meminta masyarakat tidak resah karena dipastikan virus ASF yang menyerang babi tidak menular ke manusia.

Menurutnya, pemerintah pusat akan memberikan bantuan disinfektan dan secepatnya akan dibagikan kepada peternak. "Nanti semua kandang disemprot dan jangan lupa selalu menjaga kebersihan kandang," imbuh Wisnu.

Dia juga meminta babi yang mati dikuburkan, tidak dibuang ke sungai. "Peternak dan keluarganya juga harus menjaga kebersihan diri," pungkasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak