alexametrics

Brimob Polda Banten Surutkan Banjir Dengan Pompa

loading...
Brimob Polda Banten Surutkan Banjir Dengan Pompa
Dirjen Kementerian Sosial Hari Hikmat mengunjungi Posko Sat Brimob Polda Banten di Kompleks Bumi Ciruas Permai 2, Desa Ranjeng, Ciruas, Serang, Minggu (2/2/2020). Foto/SINDOnews/Teguh Mahardika
A+ A-
SERANG - Intensitas hujan cukup lama yang terjadi, menyebabkan Sungai Cidurian, Serang, Banten, meluap dan menyebabkan banjir. Banjir ini menyebabkan banyak rumah-rumah warga, fasilitas umum (fasum) dan fasilitas khusus (fasus) yang terendam.

Dirjen Kementerian Sosial Hari Hikmat mendatangi lokasi bencana dan mengunjungi Posko Sat Brimob Polda Banten yang berada di Kompleks Bumi Ciruas Permai 2, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Minggu (2/2/2020). (Baca juga: Tiga Kampung di Serang Banten Terendam Banjir)

Danyon A Pelopor Sat Brimob Polda Banten Kompol Norhayat mengatakan bahwa kedatangan Dirjen Kemensos untuk meninjau langsung lokasi banjir, melihat kondisi para korban banjir yang berada di posko pengungsian dan memberikan bantuan berupa sembako, matras dan lain-lain. "Selain itu juga mengelilingi kompleks menggunakan perahu untuk memastikan warga sudah terevakuasi," tutup Danyon A Pelopor Brimob Banten.



Dalam upaya menyelesaikan banjir, personel Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Banten juga membantu para korban terdampak banjir dengan upaya-upaya mengevakuasi, menyalurkan logistik, dan menyediakan mesin pompa penyedot air di Perumahan Bumi Ciruas Permai 2, Kabupaten Serang.

Komandan Satuan Brimob Polda Banten Kombes Pol Dedi Suryadi mengatakan bahwa Brimob telah melakukan upaya-upaya untuk membantu para korban terdampak banjir.

"Kami dari Brimob Banten telah melakukan upaya-upaya yang memang sudah menjadi tugas kami untuk membantu para korban terdampak banjir," terang Dedi.

Komandan Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Banten Kompol Norhayat menjelaskan bahwa personel Batalyon A hari ini melakukan upaya untuk menyurutkan air dengan menggunakan mesin pompa penyedot air.

"Kami melakukan upaya untuk menyurutkan air dengan menggunakan mesin pompa penyedot air. Air-air yang menggenang di rumah warga disedot menggunakan pompa dan di alirkan lagi ke sungai," jelasnya. "Ini langkah awal yang kami lakukan agar air surut dan tidak menggenangi rumah-rumah warga lagi," jelas Norhayat.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak