Menteri LH Cek Pengelolaan Sampah Stasiun Senen dan Terminal Pulo Gebang

Sabtu, 28 Desember 2024 - 11:18 WIB
loading...
Menteri LH Cek Pengelolaan...
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau pengelolaan sampah di Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau pengelolaan sampah di Stasiun Senen, Jakarta Pusat dan Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat (27/12/2024). Peninjauan dilakukannya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar para menteri Kabinet Merah Putih turun langsung ke lapangan selama libur Natal dan Tahun Baru ( Nataru ).

Sedangkan tujuan Hanif mengecek dua lokasi penting itu untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat, termasuk dalam pengelolaan lingkungan di lokasi-lokasi publik. Di Stasiun Senen, Hanif menyoroti pentingnya pengelolaan sampah di tempat-tempat yang menjadi pusat pergerakan masyarakat.

Di sana, dirinya pun mengapresiasi langkah-langkah ramah lingkungan yang telah diterapkan oleh pihak KAI dan Kepala Stasiun Senen. “Kita lihat langsung berbagai upaya go green yang sudah dilakukan di Stasiun Senen. Jika dibandingkan beberapa dekade lalu, kini kereta api sudah jauh dari kesan kumuh dan tidak bersih,” kata Hanif.

Baca juga: Menteri Hanif Faisol Ingatkan Pentingnya Penerapan Budaya Pilah Sampah



Dirinya menginstruksikan Stasiun Senen terus menjadi pelopor perubahan perilaku masyarakat dalam memilah, memilih, dan mengelola sampah. Hanif juga meminta Kepala Stasiun untuk meningkatkan pengawasan dan menjadikan stasiun tersebut sebagai pusat edukasi pengelolaan sampah untuk masyarakat.

“Saya ingin pengawasan stasiun ini mampu menjadikan lokasi-lokasi yang akan menstimulasi perubahan karakter dan peradaban bangsa kita melalui pilah, pilih sampah, dan kelola sampah,” tuturnya.

Stasiun Senen juga menyediakan fasilitas ramah lingkungan seperti stasiun pengisian ulang air minum untuk mengurangi sampah plastik. "Tadi kita lihat hampir di setiap 5-10 meter tersedia air isi ulang, sehingga tidak perlu lagi membawa botol plastik yang kemudian akan menimbulkan sampah plastik tetapi cukup membawa tumbler," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Imbau Masyarakat Tak Berlebihan Rayakan Malam Tahun Baru



Selain itu, Kepala Stasiun Senen diminta untuk mengatur waktu dan lokasi pembuangan sampah yang terpilah, sesuai regulasi pemerintah daerah. “Saya juga meminta Kepala Stasiun untuk tidak ragu menegakkan peraturan terkait pengelolaan sampah, sesuai kebijakan gubernur dan wali kota," jelasnya.

Menteri Hanif melanjutkan kunjungan ke Terminal Pulo Gebang yang menjadi salah satu terminal terbesar di Jakarta. Hanif menekankan tantangan besar dalam mengelola sampah kepada pengelola Terminal Pulo Gebang.

Dia meminta pengelola Terminal Pulo Gebang untuk melakukan edukasi intensif, mengingatkan penumpang dan pelaku usaha di terminal untuk mengelola sampah masing-masing.

"Kepada pimpinan Terminal Pulo Gebang ini harapan saya tidak bosan-bosan untuk mengedukasi. Jadi bak-bak sampah tadi di area tertentu seperti di tenan tenan kalau memang memungkinkan tidak perlu disediakan. Jadi tenan-tenan itu yang harus mengelola sendiri tidak membebankan kepada pengelola kawasan,” ujarnya.

Menteri Hanif juga meminta pengelola terminal untuk mengoptimalkan fasilitas sampah dengan menyediakan tempat sampah yang terpisah untuk memudahkan pengelolaan lebih lanjut. "Di tempat tertentu diperlukan tempat sampah yang lebih komplet paling tidak ada tiga sampah yang berbeda yang memudahkan mengelola lebih lanjut," imbuhnya

Dirinya pun meminta untuk mengelola Food Waste dengan memanfaatkan area luas terminal untuk menggunakan teknologi komposter agar residu sampah yang dikirim ke Bantar Gebang bisa diminimalkan. "Saya berharap, Terminal Pulo Gebang dapat menjadi contoh tata kelola sampah yang mandiri, sehingga sisa yang dikirim ke Bantar Gebang hanyalah residu," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Menteri LH Jumhur Tegaskan...
Menteri LH Jumhur Tegaskan Komitmen Atasi Pengelolaan Sampah
75% TPA di Riau Masih...
75% TPA di Riau Masih Gunakan Sistem Open Dumping Sampah, Jumhur Dorong Percepatan Teknologi RDF dan Methane Capture
Rekomendasi
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro = Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Berita Terkini
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved