alexametrics

Banyak Pekerja China Masuk, Pelabuhan dan Bandara di Sampit Waspadai Virus Corona

loading...
Banyak Pekerja China Masuk, Pelabuhan dan Bandara di Sampit Waspadai Virus Corona
Banyaknya pekerja China yang keluar masuk ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng membuat pelabuhan dan bandara di daerah ini terus memperketat pengawasan masuknya Virus Corona. Foto iNews TV/Sigit D
A+ A-
Banyaknya pekerja China yang keluar masuk ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng membuat pelabuhan dan bandara di daerah ini terus memperketat pengawasan masuknya Virus Corona dari negeri tirai bambu ini. Untuk itu Kantor Kesehatan Pelabuhan(KKP) Kelas III Sampit memperketat pengawasan secara intensif terhadap siapapun yang masuk. (Baca: Diduga Terinfeksi Corona, Turis China Diisolasi di RSUD Sele Be Solu Sorong)

“Untuk pengawasan dan pemeriksaan sebenarnya sudah biasa dilakukan setiap ada kapal dan pesawat yang masuk. Namun karena ini dikhwatirkan masuknya Virus Corona maka pemeriksaan lebih diperketat dan sangat intensif dilakukan,” ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Sampit Agus Yordani saat dihubungi MNC Media, Senin (27/1/2020).

Ia menerangkan, setiap penumpang tanpa kecuali yang melalui Bandara Haji Asan Sampit diperiksa suhu tubuhnya dengan thermo scaner. Hal ini untuk mendeteksi adanya indikasi terkena Virus Corona.



“ Biar tidak ada penerbangan langsung dari China ya tetap kita periksa satu per satu penumpangnya. Segala sesuatu mungkin dan di luar dugaan manusia,” timpalnya.

Yordania menambahkan, pemeriksaan serupa juga terjadi di Pelabuhan. Hal ini mengingat banyak kapal dari China yang langsung menuju Kotawaringin Timur dan itu harus lebih ekstra pengawasannya.

“Kru kapal dari China juga dilakukan pemeriksaan secara ketat tanpa kecuali. Karena di Kotim banyak kapal langsung dari China,”jelasnya.

Agus Yordani menyebutkan sepanjang 2019 lalu sebanyak 23 kapal dari China yang masuk ke Kotawaringin Timur dengan jumlah 483 anak buah kapal. Sedangkan 2020 ini sudah ada 4 kapal dari China dengan 63 anak buah kapal. Hasil pemeriksaan, belum ditemukan orang yang terinfeksi Virus Corona.

"Kalau ada yang terindikasi, maka akan langsung dievakuasi ke RSUD dr Murjani Sampit. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk langkah pencegahan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehata Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Samsul mengatakan pihaknya sejak awal sudah melakukan koordinasi serta antisipasi dengan pemerintah Kabupaten di Kalteng untuk mencegah masuknya virus Corona ke Bumi Tambun Bungai.

“Untuk langkah antisipasinya sudah kita koordinasi dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan(KKP) Kelas III Sampit dan juga pihak Rumah Sakit Dr Murdjani Sampit agar melakukan pengawasan secara ketat dan intensif disejumlah pintu masuk di Kalteng, baik melalui Bandara maupun pelabuhan laut,” katanya.

Menurutnya, jika dalam pendeteksian ditemukan ada indikasi penumpang atau siapapun yang terkena virus tersebut maka pihak rumah sakit di Sampit sudah menyiapkan ruang isolasi tersendiri agar virus ini tidak menyebar di Kalteng.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak