alexametrics

Kasat Reskrim Polres Matra Tekankan Netralitas Polri dalam Pilkada Pasangkayu

loading...
Kasat Reskrim Polres Matra Tekankan Netralitas Polri dalam Pilkada Pasangkayu
Kasat Reskrim Polres Matra Tekankan Netralitas Polri dalam Pilkada Pasangkayu
A+ A-
PASANGKAYU - Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Pasangkayu yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia tahun 2020, dibutuhkan netralitas diantara pelaksana pengamanan dan pelaksana pilkada untuk memberikan jaminan agar pilkada tersebut dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.

Kapolres Mamuju Utara Pasangkayu, melalui Kasat Reskrim AKP Robertus Roedjito mengatakan, untuk menciptakan Pilkada yang aman dan kondusif di Kabupaten Pasangkayu, maka jauh-jauh sebelumnya ia mengumpulkan Personil Sat Reskrim Polres Mamuju Utara dan Jajaran di Aula Sat Reskrim untuk memberikan penekanan agar dapat menjaga netralitas dalam proses pemilihan kepala daerah nanti.

"Saat Bapak Kapolri melaksanakan kunjungan Kerja (Kunker) di Polda Sulawesi Barat baru-baru ini, beliau menekankan agar Polri menjaga netralitas pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada 2020), sebagaimana diatur oleh undang-undang, yang dijelaskan bahwa Polri tidak berpolitis praktis dan karena kita pelaksana pengamanan,"jelasnya



Untuk itu Roedjito menyampaikan kembali penekanan pimpinan Bapak Kapolri agar jangan sekali-kali melakukan tindakan yang menciderai organisasi kepolisian, dengan cara tidak menjaga kenetralan pada pilkada Oktober 2020 mendatang, karena pimpinan tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas kepada personil Polri apabila ada yang melanggar.

"Bapak Kapolri telah memberikan arahan kepada seluruh jajaran kepolsian di Sulbar, agar dalam Pilkada 2020 tetap menjaga netralitas. Pimpinan akan memberikan tindakan tegas bagi anggota Polri yang nyata melanggar,"tegas Roedjito.
(alf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak