alexametrics

3 Hari Terjebak di Dalam Pipa, Cristian Ditemukan Tewas

loading...
3 Hari Terjebak di Dalam Pipa, Cristian Ditemukan Tewas
Tim SAR gabungan mengevakuasi Christian Wane (16) warga Desa Manente, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe dari dalam pipa. Foto/SAR.dok
A+ A-
TAHUNA - Christian Wane (16) warga Desa Manente, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara ditemukan tewas setelah terjebak selama 3 hari di dalam pipa.

Sebelumnya, dia dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 3 hari lalu. Saat melakukan pencarian, keluarga dan warga sekitar curiga korban terjebak di dalam pipa besi berdiameter 30 inci yang ada di waduk buatan. (Baca juga: Ini Identitas Korban Tewas Terjebak di Gua Batu Badak Tasikmalaya)
3 Hari Terjebak di Dalam Pipa, Cristian Ditemukan Tewas

Kecurigaan mengauat karen para pekerja waduk buatan melaporkan bahwa telah mencium aroma busuk yang menyengat. Mereka kemudian meminta batuan kepada Tim SAR.

Basarnas Manado menerima laporan adanya warga yang hilang pada Selasa (21/1/2020) pukul 00.00 Wita. Pos SAR Tahuna menerima laporan dari Polsek Tahuna bahwa ada satu orang anak yang dilaporkan hilang sejak 3 hari yang lalu di ketahui korban bernama Christian Wane (16) warga desa Manente.

Kepala Kantor Basarnas Manado Suhri Noster Norbertus Sinaga langsung memerintahkan anggotanya yang di pos SAR Tahuna untuk melakukan evakuasi. Beberapa saat kemudian, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Tahuna, Polsek Tahuna, Babinsa Manente, dan dibantu masyarakat setempat datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

"Proses evakuasi membutuhkan waktu 5 jam di karenakan kerasnya pipa yang harus dipotong terlebih dahulu. Selanjutnya pipa diangkat digoyang goyang menggunakan alat berat, korban berhasil di evakuasi pada pukul 05.00 dalam keadaan meninggal. Selanjutnya jasad korban diserahkan ke keluarga untuk disemayamkan. Indentifikasi kejadian ini kami serahkan ke kepolisian untuk menyelidiki penemuan korban," ujarnya.

Sinaga mengimbau masyarakat apabila melihat kejadian yang membahayakan jiwa manusia maka diminta melaporkan ke Basarnas Manado. "Kami siap membantu," tegasnya.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak