alexametrics

Warga Sebut Pakaian Keraton Agung Sejagat Mirip Dagelan

loading...
Warga Sebut Pakaian Keraton Agung Sejagat Mirip Dagelan
Keberadaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah mengundang keresahan warga. Tak hanya aktivitas keraton, namun juga banyak berdatangan orang-orang dengan pakaian aneh. Dokumen/SINDOnews
A+ A-
PURWOREJO - Keberadaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah mengundang keresahan warga. Tak hanya aktivitas keraton, namun juga banyak berdatangan orang-orang dengan pakaian aneh.

"Keraton itu kegiatannya banyak sekali, yang benar-benar saya tidak tahu dan kegiatan mereka itu banyak mendatangkan orang-orang yang dari luar sana," kata Sri Widati, warga Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, Kamis (16/1/2020).

"Jadi kehawatiran saya tuh di situ. Khawatir dengan orang-orang yang tidak kenal datang ke desa saya. Desa yang tadinya aman damai kok ada orang-orang asing yang datang ke desa kami dengan pakaian yang buat saya itu aneh kaya ketoprak, kaya dagelan gitu lho," sambung sambil tertawa.



Terdapat sekitar 450 pengikut Keraton Agung Sejagat. Mereka berasal dari berbagai daerah dengan beragam latar belakang. Para pengikut ini dijanjikan jabatan dan gaji besar dalam bentuk dolar.

Untuk itu, dia mendukung langkah kepolisian yang bergerak cepat untuk mengamankan Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41), pada Selasa 14 Januari. Keduanya merupakan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat yang mengaku sebagai keturunan Raja Mataram.

"Alhamdulillah kekhawatiran kami yang selama ini bisa tertangani oleh pihak keamanan. Karena hal tersebut sangat mengganggu desa kami, viral ke mana-mana. Jadi sangat mengganggu kami," ungkapnya.

Dia pun berharap desanya kembali tenang seperti semula sebelum kemunculan Keraton Agung Sejagat. "Saya mohon kepada aparat keamanan untuk segera menindaklanjuti masalah ini, agar desa saya kembali menjadi aman dan damai," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak