alexametrics

Pengikut Keraton Agung Sejagat Tergiur Gaji Dolar dan Jabatan Tinggi

loading...
Pengikut Keraton Agung Sejagat Tergiur Gaji Dolar dan Jabatan Tinggi
Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memberikan keterangan keapda media setelah menangkapan Raja Keraton Agung Sejagat Totok Santoso (42) dan Permaisuri Fanni Aminadia (41)./Foto/iNews TV/Taufik Budi
A+ A-
SEMARANG - Jumlah pengikut Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, yang mencapai ratusan orang sempat menimbulkan pertanyaan bagaimana cara perekrutannya.

Ternyata, Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso (42) dan Ratu Aminadia (41) memberikan janji-janji manis kepada para pengikutnya. (Baca juga: Berseragam Tahanan, Ratu Sejagat Berurai Air Mata)

"Mereka menjanjikan akan mendapatkan jabatan setingkat menteri, gubernur, lurah, dengan gaji besar dalam bentuk dolar," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Rabu (15/1/2020).



Selain itu, pasangan raja dan ratu palsu itu memungut iuran mulai Rp3 juta sampai Rp30 juta kepada para pengikutnya.

Kedua tersangka cukup lihai memperdaya korban dengan berbekal dokumen-dokumen palsu. Bahkan, dalam dokumen yang dibawa menunjukkan mereka mendapat pengakuan dari United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Dokumen itu semuanya palsu, dibuat sendiri dan dicetak sendiri. Tadi juga sempat tanya ke mereka yang mengangkat menjadi raja dan ratu, ya mereka berdua sendiri," terangnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menambahkan, polisi langsung bergerak cepat menelusuri keberadaan keraton baru yang viral di dunia maya. Setelah dilakukan penyelidikan, Toto dan Fanni ditangkap pada Selasa 14 Januari di Wates Yogyakarta.

"Polisi bertindak cepat untuk melakukan penilaian terhadap fenomena sosial ini. Pertama adalah untuk memberikan penegasan pada seluruh warga bahwa atribut-atribut itu palsu," tegas dia.

"Kedua, supaya tidak bertambah lagi jumlah korban. Kenapa? Karena (para tersangka) dengan menyebarkan ideologi, menyebarkan harapan, rupanya bukan gratis tapi minta iuran. Ini perlu tindakan tegas," tandasnya.
(saz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak