alexametrics

Dampak Longsor dan Banjir, Dinkes Lebak Tangani 11.000 Kasus Penyakit

loading...
Dampak Longsor dan Banjir, Dinkes Lebak Tangani 11.000 Kasus Penyakit
Sejak bencana longsor dan banjir bandang menerjang Kabupaten Lebak, Dinas Kesehatan Lebak menanggani 11.000 kasus penyakit. SINDOnews/Ari Sandita
A+ A-
LEBAK - Sejak bencana longsor dan banjir bandang menerjang Kabupaten Lebak, Dinas Kesehatan Lebak menanggani 11.000 kasus penyakit. Dari 11.000 kasus itu, paling banyak penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Sampai kemarin kita tangani 11.000 kasus penyakit di semua wilayah yang terdampak bencana di 6 kecamatan. Paling banyak ISPA, sekitar 22% dari 11.000 kasus itu," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Lebak, Triyatno Supiyono di Lebak Situ, Banten, Senin (13/1/2020).

Dia menjelaskan, angka itu bukan hitungan orang, artinya satu orang bisa berobat hari ini dan esoknya bisa pula berobat kembali, itu lantas terhitung menjadi dua kasus. Untuk itu, pihaknya pun mendirikan posko kesehatan di titik-titik yang terdapat korban bencana.



Menurut dia, penyakit memang kerap melanda pasca bencana, khususnya menyerang para korban yang terdampak. "Umumnya, penyakit yang melanda korban terdampak di 6 kecamatan itu, ISPA, diare, gatal-gatak, sakit otot, dan panas yang tak diketahui sebabnya," tuturnya.

Dia menambahkan, penataan lingkungan pun dilakukan dengan membagikan desinfektan, seperti lysol, pembersih air, kaporit, dan semacamnya guna mengantisipasi agar tak sampai Kejadian Luar biasa (KLB). Untuk itu, Dinkes Lebak pun bakal memantau terus pola penyakit di wilayahnya yang terdampak bencana.

"Di Desa Lebak Situ, kita juga ada bidan, ada petugas kesehatan desa yang memangani di sini. Suplai obat karena masih terisolir, kita (suplai) melalui udara dengan helikopter," katanya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak